<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403</id><updated>2012-01-23T00:09:20.179-08:00</updated><category term='nasehat'/><category term='Puisi'/><category term='Reportase'/><category term='Kesehatan'/><category term='ESAI'/><category term='Kisah-Q'/><category term='Buletin'/><category term='Refleksi'/><category term='Halaqah'/><category term='Artikel'/><category term='renungan'/><category term='Sajak'/><category term='In Memoriam'/><category term='Motivasi'/><category term='Resensi'/><category term='Cerpen'/><category term='Makalah Kajian'/><category term='ArtikelrenunganRefleksi'/><category term='hikmah'/><title type='text'>CATATAN SANTRI SEMESTA</title><subtitle type='html'>"Nun, demi Pena dan apa yang mereka tuliskan"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>146</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-1530422334935792847</id><published>2012-01-23T00:09:00.000-08:00</published><updated>2012-01-23T00:09:20.191-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah Kajian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>THOLIB AL-'ILM &amp; THOLIB AS-SYAHADAH</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;“Barangsiapa yang mempelajari ilmu dari apa-apa yang dia  cari dengannya wajah Allah Azza wa Jalla. Tidaklah dia belajar kecuali  untuk memperoleh bagian dari dunia (Suatu kebanggaan), maka dia tidak  akan mencium wangi syurga pada hari kiamat.”(HR Ibnu Majah, Al Muqadimah 1/252 dan Ahmad, Al Musnad 2/338).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula  dari mendengar perbincangan ringan dengan beberapa teman tatkala makan  malam tiba. Saat itu saya bersama yang lainnya baru saja pulang dari  pelajaran Muw atha’ Imam Malik. Di saat asyik menyantap hidangan di  piring besar, salah seorang teman arab yang lebih dahulu makan,  tiba-tiba melontarkan pertanyaan kepada kami; “Akhi, antum laa takhaafuu  al-imtihan? Antum tidak takut ujian, ya? Ko’ masih ikutan dars diluar  materi ujian? Tanyanya bercanda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersentak dengan  pertanyaan itu, seorang teman saya- sebut saja Si A, di samping saya  menjawab santai pertanyaan tersebut. “Akhi….akhi…, ha huwadza farqu  baina thalibul jami’ah wa thalibu’ilm. Itulah perbedaannya Tholibul  Jami’ah dengan tholibul’ilm, akhi!” Lantas, seorang teman saya, Si B,  ikut nimbrung jawaban awal; “Lebih tepatnya, itulah perbedaan  Tholibul’ilm (Pencari ilmu) dengan Tholibul’ Syahadah (Pencari Ijazah)  Akhi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban dari teman saya itu. Saya hanya  bisa tersenyum-sipuh. Satu jawaban yang menggelitik pikiran untuk  mengeja makna yang tersirat. Saya mencoba memahami maksud pertanyaan  teman arab itu. Dari intonasi dan gaya bicaranya, tampak ia heran dengan  sikap kami yang dalam bahasa muda-mudi sekarang; &lt;em&gt;cuek bebek&lt;/em&gt;  alias tidak peduli dengan ujian yang ada. Karena kami masih saja ikut  pelajaran diluar materi yang akan diujikan ketika itu. Hal ini mungkin  sulit bagi sebagian mahasiswa untuk menjalaninya. Ada sih, beberapa  orang, namun mungkin saja karena ia telah mempersiapkannya jauh hari.  Atau dengan alasan lain, bahwa memang orang tersebut tidak menjadikan  ujian sebagai alasannya untuk belajar. Wallahu A'lam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi  saya khususnya, hal-hal semacam ini amat membantu saya untuk  mempelajari hal-hal baru yang bisa dijadikan bahan renungan; baik  dilihat, maupun didengar. Karena memang ilmu itu bagi saya adalah hal  yang bersifat dzatiyah- objektif. Utamanya dari Al-Qur’an dan Sunnah  sebagai sumber ilmu. Bisa pula didapat darimana diri berada, dari  kejadian alam, maupun langsung kepada seorang ahlinya, “Maka Tanyakanlah  olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui”  (QS. Al-Anbiya’ 7). Tentunya setelah adanya penyaringan yang berdampak  positif untuk diri. Saya mencoba membuka pikiran saya untuk merenungi  kembali hakikat dalam mencari ilmu. Karena hal ini berkaitan erat dengan  posisi yang kini sedang Saya jalani. Yaitu sebagai “Thalib’ilm”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya,  terkadang tidak ada salahnya juga untuk mempersiapkan diri sejak dini.  Sebagai antisipasi, khususnya bagi orang yang memang belum mempersiapkan  diri sejak awal untuk menghadapi ujian. Oleh karenanya memfokuskan diri  untuk belajar materi yang akan diujikan, merupakan langkah yang tepat  untuk dilakukan agar tidak menyesal dikemudian hari. Teringat istilah  arab ketika nyantri di pondok yang artinya; "Celakalah bagi seseorang  yang tidak mengetahui hakikat -kadar- dirinya". Tentunya alasan ini  hendaknya pula dibarengi dengan pepatah arab yang juga mengatakan  "Apabila seseorang tahu jauhnya perjalanan hendaklah bersiap-bersiap".  Ya, tidak menjadikan ujian sebagai alasan untuk belajar. Karena pada  hakikatnya seorang penuntut ilmu harus mengambil sebab, yakni dengan  belajar terlebih dahulu, untuk menerima akibat- ujian- yang akan  dihadapi. Belajar untuk diuji, bukan diuji untuk belajar. Belajar dari  kegagalan, dan bukan kegagalan dari pembelajaran. Tentu hal itulah yang  saya pahami maksud dari jawaban teman A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian universitas  bukanlah akhir dari segala tuntutan. Karena ujian yang sebenarnya  adalah tuntutan umat kepada kita sepulang ketanah air. Dalam pandangan  Objektif bahwa ilmu yang didapat- khususnya diuniversitas sekarang ini-  masih sangat kurang kondusif untuk melahirkan seorang alim-ulama rabbani  yang mumpuni. Diperburuk lagi dengan kurangnya keikhlasan dalam  menuntut ilmu. Dikarenakan Ilmu yang dicari hanya untuk mencari gelar  dan kebanggaan semata, bukan didasari maslahat umat menghilangkan  kejahiliaan modern yang kini mewabah. Maka minim sekali kita temukan  sekarang ini, ulama yang dapat menjadi panutan dan mampu mencari solusi  untuk umat yang terbutakan oleh nafsu duniawi.&amp;nbsp; Yang ada hanyalah sebuah  gelar dan berbagai macam titel yang tersemat tanpa ada isi- ilmu yang  berarti”&lt;br /&gt;Adapun dengan jawaban teman saya, Si B. Saya berusaha  menyerap hikmah, seraya&amp;nbsp; timbul dua pertanyaan menyikapi perbincangan  dengan teman saya tersebut; Pentingkah sebuah pengakuan terhadap suatu  bidang keilmuan yang kita dalami dan pelajari? Dan haruskah suatu gelar,  Ijazah, dan titel disandangkan untuk menyatakan bahwa ialah adalah  seorang ahli ilmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini membawa saya untuk  melihat kembali realita yang ada dan kini terjadi. Tentunya dengan  merujuk kepada sejarah dan tuntunan para pendahulu, baik itu Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sahabat, tabi’in, dan para ulama salaf  sebagai uswatun hasanah yang telah berusaha menegakkan kalimatillah  dengan mewariskan ilmu para Nabi. Adakah mereka mengharapkan nama mereka  dikenal dan dikenang? Adakah mereka menyematkan nama mereka dengan  istilah-istilah seperti yang ada sekarang ini; Prof, Dr, Lc, Bclr, dll?  Adakah mereka mengharapkan imbalan lebih berupa harta dan tahta dari  ilmu yang telah mereka wariskan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fenomena Universitas Masa Kini.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar  dari sejarah. Setelah perputaran zaman, dari kejayaan Islam kemasa  kemundurannya, berubahlah keadaan Islam dan kaum muslimin. Jika kita  merenung kembali proses pendidikan para ulama dalam mendidik dan  mencetak generasi Rabbani, maka sungguh indah jalan yang mereka tempuh.  Pendidikan melalui talaqqi di Masjid-masjid menghasilkan berjuta-juta  ulama disetiap tahunnya. Melahirkan sosok alim-ulama yang multitalenta  dengan berbagai bidang keilmuan baik ilmu agama maupun bidang sains.  Sayangnya hal itu jarang, bahkan amat sedikit sekali kita temukan di  zaman kita sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Khilafah Islamiyah  runtuh, kaum Muslimin&amp;nbsp; dengan kekayaan budaya dan ilmu pun berada di  bawah hukum orang-orang kafir dan munafik. Sedikit demi sedikit  sendi-sendi kehidupan kamu muslim dirubah. Mulai dari model berpolitik,  berhukum, berekonomi, bahkan sampai model pendidikan. Imbasnya kini yang  kita rasakan, generasi umat semakin melemah disebabkan kurang faqih  dalam permasalahan, utamanya tentang agamanya. Hukum Syari’at yang jelas  merupakan azas pergerakan umat di segala lini kehidupan tidak lagi  dihiraukan. Aqidah wala’ wal bara’ terhadap kaum kuffar yang seharusnya  tertanam kuat dalam benak umat melemah dengan alasan Walhasil, proses  pembelajaran yang merupakan awal kebangkitan para pendahulu kita, sangat  jarang kita temukan untuk sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses belajar  generasi islam dirubah dari Masjid ke model sekolah dan Universitas.  Dengan adanya tingkatan-tingkatan belajar, S 1, S2, S3, dengan  melahirkan berjuta-juta sarjana setiap tahunnya. Tidak sedikit dari  generasi muslim menempuh pendidikan Universitas hanya untuk meraih  Syahadah dan gelar-gelar semata. Hal ini sangat mempengaruhi pola pikir  mahasiswanya. Ketahuilah! Bahwa fitnah besar inilah yang dirancang rapi  untuk jangka panjang oleh para musuh-musuh islam untuk meminimalisir  lahirnya ulama-ulama dari kalangan muslimin. Mereka mengetahui betul,  bahwa selama ulama banyak dikalangan kaum muslimin, maka mereka akan  kesulitan untuk mempengaruhi generasi Muslim untuk mengikuti agama,  manhaj atau pikiran mereka. Semua ini merupakan scenario apik yang  mereka lakukan dalam proses penghancuran Islam. Maka jangan heran jika  anda mendapatkan seorang doctor tapi sangat bodoh terhadap agamanya.  Seorang ulama yang nyatanya hanya menjadi ‘pesanan’ penguasa. Seorang  pelajar yang hanya mencari gelar dan titel semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  jadi teringat dengan sebuah hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa  sallam yang mengatakan : “Barangsiapa yang mempelajari ilmu dari apa-apa  yang dia cari dengannya wajah Allah Azza wa Jalla. Tidaklah dia belajar  kecuali untuk memperoleh bagian dari dunia (Suatu kebanggaan), maka dia  tidak akan mencium wangi syurga pada hari kiamat.” (HR Ibnu Majah, Al  Muqadimah 1/252 dan Ahmad, Al Musnad 2/338)&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Dari hadis ini  tampak jelas perbedaan antara mereka yang menuntut ilmu lillahi ta’ala,  dengan mereka yang hanya ingin mendapatkan pengakuan semata. Karena  Seorang tholib’ilm pada dasarnya ialah mencari ilmu, bukan mencari gelar  atau tahta. Bukan pula ingin dikenal atau diingat. Karena sejatinya  mereka akan dikenang dan diketahui dengan sendirinya. Segala usaha dan  upaya dikerjakan demi ilmu. Waktunya dipergunakan sebaik mungkin demi  mencari ilmu. Beda posisinya dengan mereka yang hanya ingin dikenal, dan  mencari ijazah untuk meraih kedudukan di mata dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip  beberapa faktor yang dipaparkan dari sebuah buletin yang pernah saya  baca; Al-Mustaqim (Salah satu buletin Mahasiswa Indonesia di Sudan),  Edisi ke-11, 7 Dzulhijjah 1432 H, berjudul Fenomena Universitas Masa  Kini. Berbicara tentang dampak negatif yang ada pada Universitas masa  kini kaitannya dengan rancangan musuh-musuh islam demi merusak pondasi  umat melalui jalur pendidikan, dan diindikasi yang ditimbulkannya,  diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;- Kehadiran mahasiswa sangat  tergantung dengan adanya absen. Tidak dipungkiri terdapat nilai positif  di dalamnya. Yakni mengurangi dampak malasnya mahasiswa untuk berbolos,  dan tidak masuk kelas. Namun dibalik itu, ini sangat mempengaruhi pola  pikir mahasiswanya. Yakni dengan menjadikan tujuan utama kehadiran hanya  untuk absen, dan menjadikan ilmu sebagai nomor kesekian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Pola pembelajaran bertingkat yang kini popular dikalangan masyarakat,  dengan status tamat S1, S2, S3 belajar hanya berpatokan kepada  pelajaran-pelajaran yang ada tingkatannya. Sehingga apabila telah  melewati tingkatan itu, pelajaran, buku, atau materi yang telah  diajarkan dilalaikan begitu saja. dengan adanya tingkatan ini,  seakan-akan doctor adalah puncak akhir dari menuntut ilmu. Setiap  tingkatan diberi penghargaan. Dan alhasil semua itu berkerucut pada niat  Mahasiswa berkuliah hanya untuk meraih gelar dan titel saja.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;-  Ikhtilath ( bercampurnya laki-laki dan perempun) dalam suatu  universitas. Hal ini merupakan kerusakan paling fatal diantara kerusakan  yang lainnya. Dampaknya bisa kita rasakan sekarang, seorang muda-mudi  tidak segan-segan menggoda antara satu sama lain yang bukan muhrimnya.  Yang pada akhirnya menjurus kepada perzinahan. Nau’udzubillah min  dzalik…keberkahan ilmu manakah yang kita dapatkan dari hal semacam ini?  Padahal islam mengajarkan pentingnya menjaga martabat dan harga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Manhaj Nabawiyah dalam mendidik ummatnya adalah dengan menguatkan  aqidah terlebih dahulu, yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Beda  halnya sekarang, lihatlah, sudah berapa banyakkah generasi umat yang  terbutakan oleh pemikiran-pemikiran orientalis dan filsafat sesat.  Ketika salah dalam menanamkan dasar, maka slah pula arahnya. Maka jangan  heran jika Anda menemukan mahasiswa yang baru semester satu atau dua,  sudah berani menuntut Allah, menuduh Allah dan Rasulnya dengan  tuduhan-tuduhan keji. Seakan merekalah pengatur di permukaan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  masih banyak lagi. Itulah keberhasilan mereka merubah manhaj belajar  generasi muslim dari halaqah ke model tingkatan Universitas. Bagaimana  pula dengan bidang yang lain baik itu yang nyata maupun tersembunyi yang  sedang mereka rancang? Tidak kita sadari, segalanya pasti akan terjadi.  bahwa lamban laun, kejayaan umat akan terkikis apabila kita segera  bertindak dan terus berbenah dari segala keterpurukan baik moral dan  materil. Baik itu aqidah maupun sumber daya manusianya sendiri.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Solusi;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/405542_372072529472762_100000100532568_1705638_532811848_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="photo_img img" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/405542_372072529472762_100000100532568_1705638_532811848_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="photo_left"&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Syaikh  Utsaimin ketika ditanya oleh seorang muridnya tentang bagaimana  menghilangkan keraguan dalam diri ketika dihadapkan antara ilmu dan  Syahadah (Ijazah) khususnya bagi seorang penuntut ilmu. Beliau berujar;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;-  Jangan meniatkan Syahadah tersebut secara dzat-subjektif. akan tetapi  niatkanlah sebagai perantara untuk suatu pekerjaan yang bermanfaat.  Dikarenakan dijaman sekarang ini pelbagai pekerjaan diperlukan adanya  syahadah- akreditas. Dan kebanyakan orang tidak mampu mencapai manfaat  tersebut kecuali dengan perantara syahadah. Maka niatkanlah yang baik  untuk suatu tujuan yang baik.&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;- Bahwa  suatu ketika seseorang meniatkan diri belajar, namun tidak  mendapatkannya kecuali dengan ada&amp;nbsp; adanya syahadah tersebut. Maka bukan  suatu masalah baginya memanfaatkannya syahadah tersebut sebagai wasilah  untuk beribadah dan berkhidmat kepada umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bagi  seseorang yang ingin mendapatkan dua kebaikan; dunia dan akhirat. Begitu  pula halnya, bukanlah masalah untuk memanfaatkannya. Alloh Subhanahu  Wata’ala berfirman; “ Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya  Dia akan membuka jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari  arah yang tidak disangka-sangka (QS. At-Talaq 3-2) Dan ini merupakan  hasrat ketakwaan dalam urusan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Apabila timbul  suatu pertanyaan, bagaimana dikatakan ia ikhlas sedangkan ia bekerja  untuk dunia? Syaikh menjawab: Ia ikhlas beribadah bukan karena makhluk,  bukan pula untuk dilihat atau dipuji. Akan tetapi berniat agar  perbuatannya bernilai ibadah kepada Allah Ta’ala. Apabila untuk dilihat  dan pujian semata, maka ketahuilah bahwa ia telah melakukan perbuatan  syirik. [Kitab Ilm Hal 103-102]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Metode itu bernama “TALAQQI”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/396492_372075149472500_100000100532568_1705666_35984583_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="photo_img img" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/396492_372075149472500_100000100532568_1705666_35984583_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="photo_right"&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Adalah  talaqqi, metode yang paling diutamakan oleh para salaf-pendahulu- kita.  Metode ini semacam pertemuan antara seorang Syaikh [Guru] dengan  Muridnya, dengan menyimak secara penuh apa yang disampaikan Guru  tersebut dengan cara berduduk lama di majlis ilmu tempat Syaikhnya  mengajar. Dengan mendengar, mendiskusikan sebuah buku, menuliskan  penjelasan dan kutipan yang disampaikan, dll. Hal ini tidaklah mudah,  karena harus memiliki kesabaran untuk duduk dan mendengar dalam jangka  waktu yang cukup lama. Talaqqi biasa dilakukan di Mesjid, Surau, atau  bahkan dirumah Syaikh sekaligus. Fokus dan teliti menuliskan setiap kata  yang keluar dari ucapan Guru. Kalau tidak, periwatan atau penyampaian  dalam mewariskan ilmu tidak diterima kecuali dengan sanad -silsilah  penyampaian orang-orang yang terpercaya dengan hukum periwatan yang  disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sangat pentingnya metode ini, maka para  ulama terdahulu rela berkeliling dunia untuk menimba ilmu dari berbagai  ulama di pelbagai belahan dunia. Oleh karena itu kita dapat menyaksikan  bagaimana kualitas keilmuan mereka. Hal itu dapat kita saksikan pada  karang-karangan ilmiyah yang terukir abadi dan kini kita dengar. Sebagai  contoh dalam hal ini adalah Imam Ahmad. Ia rela berkeliling ke  Negeri-negeri arab demi mendengarkan ilmu secara langsung dari lisan  para ulama’. Dalam suatu riwayat shohih dikisahkan bahwa Imam Ahmad  pernah mengadakan safar dari Iraq menuju Yaman dengan berjalan kaki  hanya untuk mendengarkan ilmu hadits, secara langsung dari Imam  Abdurrazzaq Ash-Shan’any. Imam Bukhori yang menjadikan talaqqi sebagai  syarat menuliskan kitab Shohihnya, tidak cukup dengan sekedar Mu'ashoroh  (mendengar dari ulama semasanya) dalam mengambil sanad dan riwayat, ia  menjadikan syarat utama luqyah (bertemunya dirinya dengan syaikh) perawi  secara langsung untuk menguatkan derajat sanad hadis yang ia dapat.&lt;br /&gt;Begitu  pula Imam Muslim memulai rihlah ilmiah diusianya yang masih belia,  sebagaimana dalam riwayat bahwa beliau memulai rihlahnya tatkala usia 14  tahun menuju Makkah, Kufah, Iraq, Madinah, dan Mesir demi menuntut  ilmu. dan masih banyak kisah lain yang menunjukkan bahwa metode talaqqi  merupakan metode yang dipilih oleh para ulama salaf kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya  kini, dengan metode yang turun temurun dilaksanakan telah melahirkan  ulama-ulama yang karya mereka tidak ditelan jaman. Nama-nama mereka  dikenal bukan atas keinginan mereka, bahkan lebih dari sekedar gelar.  Yaitu berupa doa yang senantiasa disematkan setiap kali dibacakan  namanya; Radhiallahu 'Anhu (Semoga Alloh ta'ala meridhoinya)  Rahimahullah (Semoga Alloh merahmatinya)- Hafidzahullah (Semoga Alloh  menjaganya), dll. Hal ini dikarenakan barakah ilmu yang senantiasa  mengalir dari jerih payah dan buah dari usaha yang mereka tanam dan  wariskan. Sehingga setiap kali karya mereka dibaca, doa pun mengalir  begitu derasnya dari setiap lisan yang ingin mencicipi samudera hikmah  ilmu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  anggapan ini, bukan berarti saya menafikan secara keseluruhan  pembelajaran yang ada dengan meniadakan kurikulum yang berlaku. Pasti  ada nilai positif-negatifnya.&amp;nbsp; Ada kelebihan dan kekurangnnya. Dan  pastinya dengan membenahi pembelajaran yang ada merujuk kepada kedua  pedoman kita; Al-Qur'an dan Sunnah serta suri tauladan para ulama salaf.  Metode Talaqqi dan rihlah ilmiah ( Ke Negeri Muslim) sebagaimana  penjabaran singkat diatas adalah salah satu solusi untuk mengembalikan  kemuliaan agama kita, untuk mengenal, mengkaji, dan mengajarkan agama  yang murni kepada generasi muslim selanjutnya. Karenanya kita  mengetahui, bahwa musibah yang dialami umat muslim dewasa kini ialah,  miskin dan minimnya ulama yang mampu memberikan solusi kepada umat. Dan  yang perlu dilakukan sebagai seorang muslim , mengutip perkataan Syaikh  Amin Al-Haj salah seorang ulama di Sudan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Sibuk  dan simpati terhadap ilmu Syar'i, dan menyertainya dengan perbuatan.  Permasalahan umat yang sebenarnya terletak antara kebodohan generasi  islam itu sendiri- terhadap agamanya- dan tipu daya musuh-musuh islam.  Mempelajari ilmu Syar'i merupakan solusi yang tepat, dalam upaya  mengembalikan kemuliaan agama setelah menunaikan kewajiban-kewajiban  yang ada"&lt;br /&gt;[&lt;em&gt;"Maa yanbaghi an yastaqbila bihi al-muslimun 'aamuhum al-hijri"&lt;/em&gt;  - Kewajiban seorang muslim menyambut tahun Hijriyah. Syaikh Amin Al-Haj  Muhammad Ahmad, Ro'is Robithah Ulama Sudan dan&amp;nbsp; Dunia Islam]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam Bishowab. [Doc]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ibnu Amier &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khartoum, Sudan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;23/1/2012&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-1530422334935792847?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/1530422334935792847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2012/01/tholib-al-ilm-tholib-as-syahadah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1530422334935792847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1530422334935792847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2012/01/tholib-al-ilm-tholib-as-syahadah.html' title='THOLIB AL-&apos;ILM &amp; THOLIB AS-SYAHADAH'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-8812713516385957486</id><published>2012-01-16T02:08:00.001-08:00</published><updated>2012-01-16T02:08:43.538-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>MUSAFIR</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/378034_364212113592137_100000100532568_1680173_1635146807_n.jpg" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Malam ini aku berpuisi lagi...&lt;br /&gt;mengeja setiap terpa wajah yang bersembunyi di heningnya udara&lt;br /&gt;Riuh gurun seakan ingin berbicara menemani dinginnya malam&lt;br /&gt;ceritakan semua tanya yang mengendap di hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, semua tanya tentang pengembaraan hidup&lt;br /&gt;Bagai Musafir yang bersinggah di bawah pohon dan pergi kembali&lt;br /&gt;Ku utarakan semua keluh-kesah ungkapkan semua kisah&lt;br /&gt;Pada-Nya, Sang Penjaga dan Pemilik malam&lt;br /&gt;Hitam dan putih jalan ini, penuh onak duri&lt;br /&gt;bahwa pengembaraan penuh cobaan&lt;br /&gt;perjuangan pun masih panjang&lt;br /&gt;bisik godaan senantiasa menyeringai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba berdiri..&lt;br /&gt;Dari kusamnya debu yang melekat&lt;br /&gt;Dari kelamnya hati  yang pekat&lt;br /&gt;enyahkan semua noktah hitam,&lt;br /&gt;sembari mencari cahaya di lembaran sejarah&lt;br /&gt;yang terukir abadi dengan tinta nurani&lt;br /&gt;Tilasi jejak kaki yang terhempas,&lt;br /&gt;deru kuda di gurun panas&lt;br /&gt;mengharap aroma syurgawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutemukan mozaik-mozaik kehidupan&lt;br /&gt;di balik wajah-wajah semesta keikhlasan&lt;br /&gt;walau tak serupawan,&lt;br /&gt;harta pun tak berkecukupan&lt;br /&gt;setiap langkah dan gerak&lt;br /&gt;dibalik &lt;em&gt;jalabiyah&lt;/em&gt; dan sorban putih&lt;br /&gt;tebarkan cahaya, wariskan kehidupan...&lt;br /&gt;tutur kata melaman sejuknya hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejakku terhenti,&lt;br /&gt;saat kusadari bahwa dunia kini kian renta&lt;br /&gt;ditinggalkan matahari di ujung senja&lt;br /&gt;yang siap menyapa malamnya dunia&lt;br /&gt;dijejak langkah yang larut&lt;br /&gt;dibalik gemerlap fana&lt;br /&gt;kecintaan fatamorgana melebihi cinta pada Rabb-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kusadari,&lt;br /&gt;Dapatkah langkah turut menyerta&lt;br /&gt;mampukah kesyahidan menyapa&lt;br /&gt;hati yang masih kusam oleh nafsu&lt;br /&gt;menuju ridho yang satu satu,&lt;br /&gt;'Isyh 'azizan aw mut syahidan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, tunjukkanlah jalan itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~El-Ahmady~&lt;br /&gt;Khartoum-Sudan&lt;br /&gt;14/02/1433 H&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-8812713516385957486?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/8812713516385957486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2012/01/musafir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/8812713516385957486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/8812713516385957486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2012/01/musafir.html' title='MUSAFIR'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-6048200087949951164</id><published>2012-01-16T02:06:00.001-08:00</published><updated>2012-01-16T02:06:49.814-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>DUSTA</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/408203_360923670587648_100000100532568_1672100_219160480_n.jpg" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wahai diri...&lt;br /&gt;kedustaan apa yang hendak kau tabuh&lt;br /&gt;setelah janji-janji tobatmu kau ingkari&lt;br /&gt;kau elakkan jerit nurani&lt;br /&gt;masihkah kau sadar diri?&lt;br /&gt;tentang jiwamu yang kian mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai diri...&lt;br /&gt;kedustaan apakah yang hendak kau rencanakan?&lt;br /&gt;tidak takutkah kau perihnya ancaman?&lt;br /&gt;panasnya api yang menjulang tujuh petala langit&lt;br /&gt;tak kau hiraukan walau dalam hitungan menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau masih saja pelit,&lt;br /&gt;untuk bersedekah..&lt;br /&gt;untuk beribadah..&lt;br /&gt;untuk bermuhasabah...&lt;br /&gt;masihkah kau sadar diri?&lt;br /&gt;tentang amanah yang terkhianati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai diri...&lt;br /&gt;dalam setiap ayat yang terlantun&lt;br /&gt;dalam seutas doa yang kau raba&lt;br /&gt;dalam setiap kata yang tertera&lt;br /&gt;dalam setiap langkah yang tersisa&lt;br /&gt;Tidakkah kau takut kesia-siaannya?&lt;br /&gt;Tatkala Rabb-Mu enggan menerima&lt;br /&gt;Semua amalan yang kau lakukan&lt;br /&gt;disebabkan terulangnya nista&lt;br /&gt;Masihkah kau berdusta..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kau takut?&lt;br /&gt;Ayat yang kau baca melaknatmu..&lt;br /&gt;doa yang kau raba bak debu&lt;br /&gt;kata yang tertera hanya bualan semu&lt;br /&gt;langkah tersekat onak meribu&lt;br /&gt;masihkah kau sadar diri?&lt;br /&gt;tentang amalan yang tertolak tak berarti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai diri....&lt;br /&gt;kedustaan apalagi yang ingin kau utarakan..&lt;br /&gt;kedustaan apalagi yang hendak kau sematkan&lt;br /&gt;pada diri yang terlalaikan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~El-Ahmady~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khartoum&lt;br /&gt;14/02/1433 H&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-6048200087949951164?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/6048200087949951164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2012/01/dusta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/6048200087949951164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/6048200087949951164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2012/01/dusta.html' title='DUSTA'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-4203780494625307947</id><published>2011-10-15T02:11:00.001-07:00</published><updated>2011-10-15T02:23:23.172-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah Kajian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>MAKNA PENGABDIAN SEORANG HAMBA</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;b&gt;PENGABDIAN SEORANG HAMBA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Refleksi buku &lt;i&gt;30 Ways to Serve Religion, &lt;/i&gt;Syaikh Ridho Shamadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/303945_306997732646909_100000100532568_1467246_430592135_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="photo_img img" height="240" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/303945_306997732646909_100000100532568_1467246_430592135_a.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="photo_left"&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Ke mana pun aku palingkan wajah, yang kulihat hanyalah hak yang dirampas&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di mana pun aku berada, yang kudengar hanyalah rintihan tangisan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ke mana pun kakiku melangkah, yang kudapati hanyalah jalan buntu,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;barisan yang menakjubkan, dan kehinaan yang menakutkan, aku pun menyeru,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Wahai umatku! Bangkitlah, raih kemulia!”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Namun, tak satu pun aku dapati orang yang menjawab seruanku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(Syaikh Ridha Shamadi)&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Bismillah…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Dengan menyebut Asma-Mu Ya Allah, kuawali kembali jemari kasarku mengetik huruf demi huruf menjadi rangkaian kata. Menuliskannya demi menulusuri kembali hikmah yang terselip dari hati yang mulai buta ibrah. Semoga dapat tercerahkan walau harus kesekian kalinya terjatuh dalam lembah nista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, insan sejati! Saat kubaca doa yang kau tuliskan di &lt;i&gt;dinding biru&lt;/i&gt; (facebook) dengan bertambahnya usia ini. Membuat hati ini tergerak kembali untuk segera berbenah diri, yang pada intinya, mengharapkan kebaikan dari diri yang kerdil&amp;nbsp; ini. Harapan untuk memanfaatkan usia dengan sebaik mungkin, agar menjadi hamba-Nya yang menebarkan manfaat dan maslahat di muka bumi. Menjadi satu alasan penting yang perlu kukutahui, agar mempersiapkan diri sedini mungkin menuju satu pengabdian abadi pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, pengabdian! Makna &lt;i&gt;pengabdian tiada akhir&lt;/i&gt; seorang hamba pada Tuhannya. Seketika aku terhenyak dari lamunan menatap barisan kata. Bahwa aku tidak ingin terjebak dalam&amp;nbsp; ritual ulang tahun sebagaimana biasa. Karena menurut pandangan syar’I hal tersebut dilarang, karena ditakutkan adanya unsur &lt;i&gt;tasyabbuh&lt;/i&gt; (mengikuti ) tradisi kaum kuffar. Hal ini secara jelas menyalahi sunnah Nabi, Sahabat, dan para tabi’in yang sama sekali tidak menyontohkannya. Aku pun baru menyadari itu, setelah belajar dan banyak bertanya dengan para Masyaikh dan buku yang kubaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu sangat berat untuk pertama kalinya mengetahui hal itu, disebabkan tradisi ini sudah mendarah daging ditubuh umat, khususnya kebiasaanku sebelum-sebelumnya. Baik itu dengan istilah-istilah yang lain sekalipun (Doa selamatan, minta dipanjangkan usia) Dikarenakan, panjang umur bagi seseorang tidak selalu berbuah baik, kecuali kalau dihabiskan dalam menggapai keridhaan Allah dan ketaatanNya. Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya. Sementara orang yang paling buruk adalah manusia yang panjang umurnya dan buruk amalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, sebagian ulama tidak menyukai do'a agar dikaruniakan umur panjang secara mutlak. Mereka kurang setuju dengan ungkapan : "Semoga Allah memanjangkan umurmu" kecuali dengan keterangan "Dalam ketaatanNya" atau "Dalam kebaikan" atau kalimat yang serupa. Alasannya umur panjang kadangkala tidak baik bagi yang bersangkutan, karena umur yang panjang jika disertai dengan amalan yang buruk -semoga Allah menjauhkan kita darinya- hanya akan membawa keburukan baginya, serta menambah siksaan dan malapetaka.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (kearah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana amat teguh". [QS. Al-A'raf : 182-183]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Tentu, dalam ranah saling mengingatkan. Semoga tidak keliru. Aku cenderung ingin menanggapi harapan dan doa yang kau titipkan padaku. Sungguh.., membacanya membuat lidah keluh harus berkata apa. Saat mengetahui diri belum mampu berbuat apa-apa. Ketika ku mendapati diriku masih saja terlalaikan oleh roda waktu yang berlari begitu cepat, hingga tertatih-tatih kumelangkah mencari penyebab di balik semua penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya timbul dalam benakku, untuk melihat kembali apa sebenarnya yang menjadi inti permasalahan, yakni dengan bertanya dan terus bertanya. Hingga sampailah aku pada satu pertanyaan yang sempat kulupakan; &lt;b&gt;Apa yang telah kupersembahkan untuk umat?&lt;/b&gt; Lagi-lagi pertanyaan ini mengusik nurani, saat kusadari, ternyata aku belum banyak menyumbangkan apa-apa untuk umat dan agamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/293369_306998042646878_100000100532568_1467248_627148976_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="photo_img img" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/293369_306998042646878_100000100532568_1467248_627148976_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="photo_right"&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Saat kurebahkan punggung di atas kasur, kulihat langit-langit kamar yang bisu. Kuedarkan pandangan melirik buku-buku yang berjajar rapi di rak kardus disampingku. Teringat buku yang pernah kubeli setahun yang lalu sebelum keberadaanku di Negeri dua nil ini. &lt;i&gt;30 Ways to Serve Relegion &lt;/i&gt;(30 Cara mengabdi pada agama), buku yang ditulis oleh Syaikh Ridho Shamadi yang diterjemahkan oleh Azzam Center, penerbit Qisthi cetakan Desember 2007. Seketika aku bergumam “Mengapa baru sekarang aku tersadar untuk membacanya?” Buku pemberian sahabatku sepengabdian saat mengajar di pondok dahulu ternyata menyimpan makna yang sangat mendalam. &amp;nbsp;Sungguh, buku ini menghipnotisku!. Mengingatkanku kembali tentang arti hidup di muka bumi. Bahwa tugas dan amanah umat begitu besarnya di pundak. Agar senantiasa tetap dalam ranah fi sabilillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucoba untuk membacanya untuk kedua kalinya, berharap&amp;nbsp; ia kembali menyadarkanku atas kelalaianku. Maka disinilah kembali diri ingin menyampaikan kepadamu beberapa point penting, yang aku dapatkan tatkala mencoba mengutip hikmah dari buku beliau yang mungkin bermanfaat pula bagimu. Izinkanlah, kutulis kembali penuturan beliau di ruang muhasabah ini, semoga kita dapat menyelami dan menyadari peranan diri sebagai hamba-Nya yang berbakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENGABDIAN PADA AGAMA ADALAH SUATU KEHARUSAN.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, insan sejati! Pelajaran pertama yang kudapatkan dari buku itu berbicara tentang &lt;b&gt;Pengabdian kepada Agama&lt;/b&gt;. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)"&lt;/i&gt; (QS. Al-An’am: 162-163)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menyatakan dengan tegas ikrar yang seharusnya kita ingat selalu, bahwa hidup-mati kita adalah untuk beribadah kepadanya. Namun, kerap kali hal ini hanya sebatas teori semata. Bacalah sejenak penuturan syaikh Shamadi tentang makna pengabdian berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/313459_306997939313555_100000100532568_1467247_156009917_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="photo_img img" height="256" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/313459_306997939313555_100000100532568_1467247_156009917_a.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="photo_left"&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;“&lt;b&gt;Semakin besar pengabdian yang diberikan seorang hamba maka semakin tinggi derajatnya di sisi Allah&lt;/b&gt;. Pengabdian ini bukanlah satu pekerjaan biasa atau jabatan kehormatan yang setiap orang bisa menerimanya atau menolaknya. Ia juga bukan pekerjaan sukarela, dan bukan pula &lt;i&gt;fardhu kifayah&lt;/i&gt;. Pengabdian untuk agama bukan sekadar kewajiban biasa. Ia adalah tiang penting penyangga tegaknya agama, sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan, dan pondasi yang melandasi bangunan agama. Pemahaman seperti inilah yang tertanam dalam hati para pendahulu kita dari kalangan as-salaf ash-shalih. Pemahaman ini seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari akidah mereka. tak perlu mencari dalil-dalil untuk membuktikan kebenaran pemahaman ini. Hanya dengan mengucapkan ikrar dua kalimat &lt;i&gt;syahadat&lt;/i&gt; lalu disertai dengan keimanan yang kokoh dalam dada, mereka masing-masing secara otomatis akan memahami bahwa dirinya adalah &lt;b&gt;pelayan agama&lt;/b&gt; ini sekaligus bagian dari barisan tentara yang siap mengorbankan segala sesuatu yang dimilikinya demi membela kehormatan agama ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghozali turut berujar: " Orang yang tinggal diam di rumah saja tanpa mau memperdulikan keadaan masyarakat sekitarnya, tidak mau menyampaikan ajaran agama yang diketahuinya kepada orang lain maka ia telah melakukan satu kemungkaran. Saat ini, masyarakat di daerah perkotaan banyak yang belum memahami agama. Mereka mengenal Islam hanya sekadar namanya saja. Banyak dari mereka yang belum mengetahui ajaran-ajaran Islam, seperti tata cara Shalat. Kalau di daerah perkotaan saja seperti itu maka bagaimana dengan keadaan di daerah-daerah pelosok? Keadaannya tentu akan lebih parah lagi. Oleh karena itu, di setiap Masjid atau desa seharusnya ada minimal satu orang ulama yang mengajari masyarakat. Kemudian setelah menunaikan kewajiban di tempat tersebut, ia hendaknya tidak berhenti sampai di situ saja. Ia harus meneruskan dakwahnya ke tempat lain untuk mengajari manusia ajaran agamanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, apa yang kau rasakan setelah membaca penuturan para ulama di atas? Tentu bagi mereka yang ‘benar-benar sadar’ arti pengabdian, akan mengatakan benar adanya apa yang beliau utarakan. Bahwa pada akhirnya seseorang akan menyadari, makna pengabdian itu bagi dirinya merupakan pelayanan pada agama ini. Bahwa pengorbanan segala sesuatu yang dimilikinya demi membela kehormatan agama ini merupakan tugas yang wajib untuk ditunaikan. Nah, yang menjadi pertanyaan kembali, “&lt;b&gt;pelayanan apakah yang harus kita tunaikan?”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wata’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang yang berselimut, bangunlah lalu berilah peringatan” (QS. Al-Muddatsir: 1-2)&lt;br /&gt;“Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-Mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik”. (QS. An-Nahl:125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- menyatakan, menyangkut penafsiran surat Al-Muddatsir ayat 1-2 di atas : “ &lt;i&gt;Umat Islam wajib menyampaikan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan memberi peringatan sebagaimana beliau dulu memberi peringatan&lt;/i&gt;” (Majmu’ al-Fatawa, jilid XVI, hlm 327)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Ibnu Al-Qoyyim –rahimahullah- juga berkata:&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Menyampaikan sunnah Nabi Muhammad kepada umat lebih utama daripada berjuang memerangi musuh. Sebab, berjuang melawan musuh banyak yang bisa melakukannya. Sedangkan menyampaikan sunnah, tidak ada yang bisa melakukannya kecuali para pewaris nabi dan penerusnya&lt;/i&gt;”(At-Tafsir al-Qoyyim, hlm 431)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kalam Ilahi juga kedua ulama &lt;i&gt;mu’tabar&lt;/i&gt; di atas, jelaslah, bahwa pelayanan yang semestinya ditunaikan ialah mengajak orang kembali kepada fitrahnya sebagai hamba. Beribadah sepenuh hati pada-Nya, meng-Esa-kan Allah dari para penyekutu-Nya. Apapun profesinya, yang pasti tidak melanggar aturan syari’at, hendaklah melestarikan kembali sunnah Nabi yang tentunya disertai dengan ilmu dan dalil-dalil yang menyertai. Harus ada usaha untuk mencari kebenaran dan tidak sekedar taklid buta. Tidak mencari Pembenaran dari ucapan, namun kebenaranlah yang menjadi pegangan dan sandaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan dengan seksama, akan kita dapati bahwa setiap orang yang mengaku berkomitmen kepada agama ini dengan sendirinya akan menjadi bagian dari penyeru yang mengajak manusia kepada jalan kebenarannya. Nah, sudahkah Kita menjadi salah satu penyeru itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran kedua yang Aku dapatkan, yakni : &lt;b&gt;Inti Persoalan Umat dalam Berdakwah&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Shamadi, kemudian berujar dalam muqaddimah buku:&lt;i&gt; “Perlu diketahui bahwa penghalang keterlibatan kaum Muslimin dalam berdakwah adalah anggapan bahwa yang bertanggung jawab untuk berdakwah hanyalah mereka yang memakai sorban dan berjenggot. Ditambah lagi dengan&amp;nbsp; anggapan bahwa jika seseorang sudah mengerjakan beberapa kewajiban agama seperti shalat, puasa, dan haji maka ia tidak wajib untuk memikirkan permasalahan kaum Muslimin.”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Beliau menambahkan, &lt;i&gt;“Loyalitas terhadap agama yang telah mengakar dalam diri pribadi setiap Muslim kini telah tergerus karena kuatnya arus budaya Jahiliyah modern. Nasionalisme dan fanatisme golongan telah menjadikan kaum Muslimin terkotak-kotak dalam sekat ideology yang sempit. Besarnya reaksi seseorang terhadap permasahalan yang dia hadapi sangat tergantung pada ideology yang dia yakini. Kaum Muslimin sekarang telah terjebak dalam sekat-sekat ideology sempit. Sehingga, agama tidak lagi menjadi prioritas uatama. Penyakit ini bukan hanya menjangkiti orang-orang awam saja, tapi juga menyebar di kalangan orang-orang yang selama ini terlihat sangat berkomitmen terhadap agama”&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah, menurut beliau inti persoalan sebenarnya yang harus kita cari solusinya. Sungguh sangat sulit untuk memulai darimana dan mau kemana jalan dakwah ini hendak dibawa. Karena benar adanya, fenomena yang beliau tuturkan merupakan kenyataan yang kini mengganjal langkah untuk segera bangkit dari segala keterpurukan. Keengganan untuk berjihad merupakan bencana besar yang telah menimpa umat dari dulu hingga sekarang. Kalau dulu dengan kekerasan dan penyiksaan, kaum Muslimin dipaksa meninggalkan agamanya. Namun, pada abad ke-20 ini mereka justru dipaksa untuk meninggalkan agamanya, namun dengan cara yang sangat halus dan pasti-dampak kerusakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktornya adalah media-media. Sudah bukan rahasia lagi bahwa media-media yang memusuhi Islam sekarang sedang menggelar perang informasi melawan kaum Muslimin. Perang ini dikenal dengan istilah penyatuan opini publik. Media-media informasi- bukan hanya yang ada di negeri-negeri kaum &lt;i&gt;kuffar&lt;/i&gt; saja tapi juga di negeri-negeri muslim- ternyata mempunyai satu misi yang sama yaitu menebarkan nilai-nilai penghancur agama. Ketika nilai-nilai tersebut diterima oleh public maka mereka semakin giat untuk menyungguhkan informasi dan tayangan yang mengajak masyarakat untuk tenggelam dalam kesenangan nafsu yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang akitifis dakwah bertutur dalam buku yang ditulis oleh Syaikh Shamadi, “ Maka, sudah tidak aneh lagi, jika ada acara yang bersifat religious kemudian dilanjutkan dengan film kuffar yang tidak bermoral. Sudah tidak dianggap aib lagi, jika ada pembawa acara televisi – dengan pakaian mengumbar aurat – melakukan wawancara via telepon dengan seorang syaikh yang bersorban. Kita juga akan tercengan keheranan menyaksikan sebuah acara yang dikatakan religious tapi ternyata berisi tentang kisah para imam yang digambarkan sebagai orang-orang yang dimabuk cinta, suka bersenang-senang dengan music, terbuai dengan keindahan seni dan kecantikan wanita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kondisi ini sengaja diciptakan untuk menghapus loyalitas seorang Muslim terhadap agamanya. Akibatnya sekarang, perbuatan maksiat dianggap sebagai kebiasaan orang-orang modern dan berpikiran maju. Sedangkan orang yang menjalankan ajaran agamanya dengan baik dianggap sebagai orang kolot dan ketinggalan zaman. Jilbab dan Niqob dianggap sebagai satu bentuk kemunduran. Sebaliknya, pakaian yang memperlihatkan aurat dianggap sebagai satu bentuk kemajuan. Ketika ada seseorang ingin konsisten mengerjakan ajaran agamanya, akan dikatakan padanya, “Agama itu mudah, janganlah terlalu ekstrem dalam beragama karena akan berakibat tidak baik.” Hal itu belum seberapa bila dibandingkan dengan mereka yang melarang orang untuk menjalankan ajaran agama, kemudian menciptakan satu opini bahwa komitmen terhadap agama akan berakhir dengan hukuman penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih mengherankan lagi adalah sebagian sarjana Muslim ternyata turut berperan besar dalam membantu media-media kafir untuk menjalankan misi busuknya. Bahkan terkadang kerusakan yang ditimbulkan mereka lebih besar daripada yang ditimbulkan media. Para sarjana tersebut telah berhasil menanamkan satu pemahaman bahwa dakwah adalah spesialisasi bagi segelintir orang saja dan bukan merupakan kewajiban bagi setiap pribadi Muslim. Menurut mereka, dakwah boleh dilaksanakan jika ada izin dari pihak-pihak yang berwenang dalam masalah ini. Itu diperparah lagi dengan peran mereka yang besar dalam meracuni pemikiran para mahasiswa yang merupakan generasi penerus perjuangan dakwah. &lt;i&gt;Wal ‘Iyadzu billah…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi teringat dengan sebuah nadzhom dalam kitab &lt;i&gt;Ta’liim al-Muta’allim Thoriqa at-Ta’allum, &lt;/i&gt;karya Syaikh Burhanuddin Az-Zurnuji:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Kerusakan yang besar bagi seorang ‘Alim yang rusak-akhlaknya, dan lebih besar lagi kerusakannya bagi seorang awam – yang membenarkan perbuatannya. Keduanya merupakan bencana yang besar bagi seorang ‘Alim yang berpegang teguh pada agamanya”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Setelah memahami inti dari semua permasalahan, sekarang tinggal bagaimana mencari solusi yang tepat. Jika mereka menyesatkan manusia dengan menyebarkan kebatilan lewat media yang mereka miliki, maka kita pula harus melawan mereka dengan menyebarkan kebenaran lewat gerakan dakwah kita. Namun, tindakan ini saja belum cukup, karena kita masih mempunyai satu pertanyaan besar yang harus dijawab, yakni “&lt;i&gt;Bagaimanakah cara menanamkan dalam diri kaum Muslimin – khususnya para aktifis dakwah dan orang-orang yang masih memiliki ghirah perjuangan – satu kesadaran akan tanggung jawab untuk membela dan memperjuangkan agama?” &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini jika bisa dijawab dan direalisasikan, tentu akan bisa memberikan kemajuan yang signifikan dalam gerakan dakwah. Kalau kita hanya mencari-cari alasan untuk lari dari kenyataan ini, maka selamanya permasalahan umat tidak akan terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan refleksi bacaan yang singkat ini, mengingatkan kita pada arti ‘&lt;b&gt;Pengabdian’ &lt;/b&gt;yang sebenarnya, serta memanfaatkan usia yang kian bertambah agar tidak terjerumus dalam perangkap dan tipu daya musuh-musuh umat dalam ranah perbaikan bersama. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;واجعل الحياة زيادة لنا في كل خير, و اجعل الموت راحة لنا من كل شر, يــا رب العــــــــــــــــــــــــــامين&lt;/b&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam Bishowab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Nur&lt;br /&gt;17 Dzulqo'dah 1432 H&lt;br /&gt;Khortoum- Sudan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-4203780494625307947?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/4203780494625307947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/10/makna-pengabdian-seorang-hamba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/4203780494625307947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/4203780494625307947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/10/makna-pengabdian-seorang-hamba.html' title='MAKNA PENGABDIAN SEORANG HAMBA'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-1209749719128758636</id><published>2011-09-04T02:00:00.000-07:00</published><updated>2011-09-04T02:00:25.254-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>I'tikaf Kerinduan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-pApW9Qa1jQo/TmM9s02bI_I/AAAAAAAAAcA/TDYO_4lhUjw/s1600/duduk.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-pApW9Qa1jQo/TmM9s02bI_I/AAAAAAAAAcA/TDYO_4lhUjw/s320/duduk.jpg" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku duduk termangu menatap lenguh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letih menanti datangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kata hilang sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanyut dalam alunan nestapa sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lamunku aku sadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa kehidupan telah jauh meninggalkan usia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-kaki pergi menjemput bayang dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangkan sejenak akhirat menyapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kusadari; tiada amal, tiada bekal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kubawa menuju kehidupan yang abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pengembara yang tertatih di hamparan gurun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk sejenak, dibawah pohon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beranjak pergi kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah hidup,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekal apa yang hendak kubawa di hari kelak nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan usia yang kian berlari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggalkan semua yang kuraih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya semu-semi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalai makna arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam I'tikaf kerinduanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku pasrahkan segala iba pada Sang Segala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar senantiasa menetapkan qalbu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka tabir hikmah dibalik kelabu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba menata hati yang kerap ragu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam I'tikaf kerinduanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku pahat segala asa mengharap hikmah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kelak kumampu melangkah di jalan-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keridhoan, di atas petunjuk Sang Rahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meniti kembali cita dan cinta yang sempat terlalaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari suci ini, sudahkah kemenangan itu kuraih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, seakan masih semu dan hanya Ialah yang Maha Tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala isi qalbu yang kelabu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Rabb, lapangkanlah hatiku dengan kasih-Mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رب اشرح لي صدري ويسر لي أمري...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khartoum, Sudan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Syawal 1432 H&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-1209749719128758636?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/1209749719128758636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/09/itikaf-kerinduan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1209749719128758636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1209749719128758636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/09/itikaf-kerinduan.html' title='I&apos;tikaf Kerinduan'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-pApW9Qa1jQo/TmM9s02bI_I/AAAAAAAAAcA/TDYO_4lhUjw/s72-c/duduk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-1938424589719882845</id><published>2011-09-04T01:56:00.000-07:00</published><updated>2011-09-04T01:56:49.801-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Andai Engkau Tahu, Saudaraku...</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8hsXQxclYyc/TmM89Xv078I/AAAAAAAAAb8/h-TtGDG3Io8/s1600/somali-300x198.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://4.bp.blogspot.com/-8hsXQxclYyc/TmM89Xv078I/AAAAAAAAAb8/h-TtGDG3Io8/s320/somali-300x198.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Tatapan kosong  memandang hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Padang tandus menanti kedatangan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kepapahan pasrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keteguhan iman dan islam di sukma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahu harus berbuat apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Negeri debu masih menunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapa tanganmu meraba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sudah tidak  di pungkiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabu kematian setia menyeringai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal menunggu hari..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun itu bukan berarti imanku mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syari'at akan tetap berdiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalatku akan tetap menjadi pondasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbabku akan selamanya terpatri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa masih harus kujalani,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah usaha yang masih bisa kulakukan untuk saat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai engkau tahu, saudaraku..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat orang-orang sibuk menguruskan berat badannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlari, berlompat, bahkan mengkonsumsi pil diet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sibuk mengkencangkan perutku, juga anakku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar mengurangi rasa lapar yang datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tubuhku yang tinggal 'tulang'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai engkau tahu, Saudaraku..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat orang-orang bersuka ria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambut bulan ramadhan yang telah berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Idul fitri kini, dengan aneka ragam menu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih menenangkan anakku yang resah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan ASI yang tak lagi ada...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kau tanya tentang puasaku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu itu, bahkan aku lebih tahu akan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku telah berpuasa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berhari-hari sebelum Ramadhan tiba..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau telah berusaha ku mencari setetes air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di terik gurun,  di terik mentari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya untuk berbuka puasa hari ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah perasamu bergetar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat getar tubuh kami di sini menahan lapar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang- malam, siaga burung-burung nazar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa menyeringai tubuh kami yang lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai kau tahu, Saudaraku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa sebagian hartamu adalah sebagian hak kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa ialah kelak yang menyelamatkanmu dari panas api-neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kau ingat sabda Nabi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lindungilah dirimu dari panasnya neraka walau hanya dengan sebiji kurma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bersedekahlah..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Umat Muhammad, Umat terkasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihilah Saudara-saudaramu di sini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau hanya dengan titipan doa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga Iman, Islam, Ihsan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditetapkan dalam hati...&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khartoum, Sudan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04 Syawal 1432&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-1938424589719882845?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/1938424589719882845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/09/andai-engkau-tahu-saudaraku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1938424589719882845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1938424589719882845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/09/andai-engkau-tahu-saudaraku.html' title='Andai Engkau Tahu, Saudaraku...'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8hsXQxclYyc/TmM89Xv078I/AAAAAAAAAb8/h-TtGDG3Io8/s72-c/somali-300x198.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-5461535587749599314</id><published>2011-08-16T07:33:00.000-07:00</published><updated>2011-08-16T07:33:37.977-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah Kajian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buletin'/><title type='text'>[Oase] Mencintai Al-Qur'an-Tadabbur Surat Ar-Rahman</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kasih Allah yang diberikan kepada seluruh ciptaan-Nya tanpa pilih kasih. Sayang Allah yang dilimpahkan atas hamba pilihan-Nya tanpa terbayang. Pemberi karunia tiada batas. Meskipun air laut dijadikan tinta, ranting pohon dijadikan pena, serta daun tanaman dijadikan kertas, untuk menghitung nikmat Allah SWT, niscaya akan kering sebelum dapat mencatatnya. Semoga keselamatan dan kesejahteraan senantiasa tercurah atas nabi Muhammad SAW. Pemimpin para Rasul. Penutup para Nabi. Suri tauladan bagi seluruh ummat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah, Pada kesempatan ini, saya terhenyak dengan sebuah tulisan seorang ikhwan yang saya baca pada Majalah El-Nilein (Media Komunikasi dan Informasi Mahasiswa di Sudan) yang saya dapatkan dari seorang sahabat. Hati saya tiba-tiba terharu dan terketuk setelah membaca tulisan ikhwan tersebut yang membuat saya bersemangat untuk menuliskannya kembali di media facebook ini. Hanya saja, saya ingin menggabungkan kembali tulisan dengan menambahkan sedikit bahasa, sembari mengambil i'tibar dari apa yang telah dijalani. Semoga apa yang tertuliskan ini menjadi dakwah adanya untuk membangkitkan kembali himmah menjadi insan sejati yang berdedikasi pada &lt;em&gt;Din al-izzah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tadabbur Surat Ar-Rahman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="photo_left"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/291779_275516409128375_100000100532568_1328287_6635419_a.jpg" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;Seperti biasa pagi itu seorang pemuda membuka lembaran Al-Qur'an saku yang selalu setiap menemani kemanapun dia pergi. itu telah menjadi sebuah rutinitas. Setiap terdapat waktu kosong ia selalu berusaha untuk tilawah dan bertadabbur. Dia memang seorang pemuda shaleh yang sangat mencintai kitab suci pedoman hidupnya. Dan ia menghayati bacaan Al-Qur'an dengan kalimatnya yang sangat indah untuk dimengerti.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kali ini, Pemuda tersebut membaca surat Ar-Rahman. Ia membaca ayat," Fa bi ayyi aalla-i Rabbikumaa tukadzziban? Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?". Sungguh takjub, bening air matapun mengalir deras dari matanya yang sejuk. Hatinya terasa damai, ia pun kembali mentadabburi ayat demi ayat dalam surat tersebut. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ikhwah fillah&lt;/em&gt;, Mari kita coba untuk ikuti pemuda itu dalam mentadabburi Surat Ar-Rahman yang ia baca!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai muslim sejati, kita dituntut untuk senantiasa menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, azas dari segala azas yang ada. Merealisaskan kembali apa yang menjadi tugas dan kewajiban utama kita sebelum meminta hak untuk diri kita. Diantara tugas utama itu ialah 'menjadikan amal perbuatan memiliki nilai instrinsik ibadah'. Sebagaimana dalam Surat Ad-Dzariyat ayat 56 berbunyi : "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku".&amp;nbsp; Tentu, ibadah tidak sembarang ibadah, hendak pula dibarengi dengan adanya ketulusan di dalamnya, ketulusan yang merupakan inti daripada ibadah itu sendiri. Disamping itu pula hendaklah berdasarkan Syari'at yang benar, dan tidak asal berbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca surat Ar-Rahman. Sebuah surat dengan pengulangan ayat yang sama, dapat menghadirkan nuansa keagungan Al-Qur'an. Ayat itu berbunyi "Fa bi ayyi aalaa-i Rabbikumaa tukadzibaan, Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?". Surat Ar-Rahman yang memiliki 78 ayat terdapat 31 ayat dengan pengulangan yang sama. Itu artinya, hampir setengah kandungan surat tersebut mempertanyakan manusia-dan jin, yakni dengan sebuah pertanyaan yang menegaskan kelalaian dua makhluk Allah ini dalam bersyukur, dengan secara tegas dengan makna lain berkata "Mengapa seringkali manusia tidak bersyukur terhadap nikmat Allah SWT?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentadabburi satu-dua ayat saat tilawah sangat membantu kita dalam memahami maksud dan konteks ayat tersebut. Banyak sekali ayat yang menarik perhatian. Terkadang ada dua ayat yang tampak berhubungan, tanpa disebut secara langsung dua ayat berurutan itu. Sebagai contoh ayat 39 dalam surat Ar-Rahman yang berbunyi : "Fa yauma idzin laa ys-alu 'an dzanbihil insun wa laa jaann; Pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosaya". Pada saat yang bersamaan ayat tersebut dilanjutkan dengan ayat yang berbunyi " Fa bi ayyi aala-i Rabbikumaa tukadzzibaan". Lantas apa hubungan antara kedua ayat tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan Penulis itu&amp;nbsp; menggambarkan keterkaitan dua ayat diatas dengan suatu perumpamaan lain, yakni dengan sebuah kejadian nyata yang terjadi pada sepasang remaja di Aceh yang tertangkap basah sedang berkhalwat. Menerima hukuman cambuk yang konon melanggar Hak Asasi Manusia ( Menurut pandangan sebagian orang). Hukuman yang tidak menyakitkan badan saja, tetapi menyakitkan hati pula. Ya, mereka dicambuk di depan ribuan warga yang menyaksikan. Malu, sudah pasti. Terhinakan di hadapan banyak orang kemanapun mereka pergi, di samping itu orang akan memandang sinis, meskipun hukuman telah tertunaikan d dunia. Namun dbalik itu, hukuman cambuk yang dinyatakan Al-Qur'an secara jelas menjadi kafarah (penghapus dosa) sebelum nantinya dihisab di yaumi-dien. Memang luar biasa sekali ayat Al-Qur'an, seperti menstimulasi&amp;nbsp; kita untuk berpikir cerdas, yakni apa hubungan antara "Dosa yang tidak ditanya di dunia, dengan "Mengapa manusia tidak bersyukur?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, rasa malu tadi. Tentu Allah SWT yang Maha Mengetahui, memiliki maksud lain, mengapa dosa tidak ditanya saat di dunia, melainkan di Akhirat. Manusia memiliki rasa malu terhadap sesamanya. Dan itu terjadi secara naluriah. Bahkan perampok saja menggunakan topeng saat merampok, tentu sangat mustahil ia berterus terang mengisi kolom pekerjaan dalam KTP dengan kata "PERAMPOK". Jawaban yang alamiah, manusia memang memiliki rasa malu terhadap sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh betapa bersyukurnya kita dalam melewati hari-hari penuh kesibukan sebagai seorang muslim. Mengingat betapa banyak yang dapat kita jadikan sandaran dan rujukan untuk menghidupkan kembali hati yang redup, yang terkadang sering terlalaikan oleh waktu. Salah satu sandaran hidup yang paling utama yang semestinya diberlakukan pada diri ini, yakni dengan adanya Tilawah dan tadabburil-Qur'an, pedoman umat. Semoga tadabbur beberapa ayat pada surat Ar-Rahman ini bermanfaat adanya. Ma'llah Muwafiq fii Aqwami thariq...[El-Ahmady]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu A'lam Biswhowab.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Nur&lt;br /&gt;Khartoum, Sudan&lt;br /&gt;16/08/11&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-5461535587749599314?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/5461535587749599314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/08/oase-mencintai-al-quran-tadabbur-surat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/5461535587749599314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/5461535587749599314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/08/oase-mencintai-al-quran-tadabbur-surat.html' title='[Oase] Mencintai Al-Qur&apos;an-Tadabbur Surat Ar-Rahman'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-6529018698929324948</id><published>2011-08-16T07:31:00.000-07:00</published><updated>2011-08-16T07:31:27.241-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Muhasabah-Tentang Karya; Tingkah, Tinta, dan Kata</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/294317_274919865854696_100000100532568_1326147_2841606_n.jpg" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika kumenyadari..&lt;br /&gt;tentang satu pertanyaan yang menghampiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Adakah orang bertanya tentang aku,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;ketika ku tak pernah menulis sepatah kata?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Adakah orang akan mencari namaku..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;ketika ku tak pernah meninggalkan pesan kepada mereka?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam renung, aku segera bergegas&lt;br /&gt;berlari mengejar suara nurani yang pergi jauh, di ujung batas&lt;br /&gt;'nafsu' yang membunuh,&lt;br /&gt;perbuatan yang kerap acuh&lt;br /&gt;Aku terkalahkan oleh lika-liku fatamorgana waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika kumenyadari,,&lt;br /&gt;tatkala melihat berjilid-jilid buku para ulama berjejer rapi&lt;br /&gt;Mempersiapkan umat dengan ilmu, warisan para Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh aku merasa iri,&lt;br /&gt;Tatkala nama mereka dikenang, di sebut-sebut di setiap pengajian&lt;br /&gt;Tatkala nama mereka dijadikan alasan dan hujjah&lt;br /&gt;Tatkala nama mereka di dengungkan para da'i&lt;br /&gt;bahwa itulah tuntunan ,mengikuti para salafus shaleh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai merangkak, berjalan, dan berlari&lt;br /&gt;setapak jalan mulai kutelusuri; lewat tinta dan kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun mengawalinya dengan tinta&lt;br /&gt;yang kuharap inilah langkah awalku mengabdikan diri&lt;br /&gt;Sekian lama kubiasakan; kujalani dan nikmati&lt;br /&gt;Ah, ada ganjal di hati!&lt;br /&gt;ternyata tidak sekedar mengukir tinta&lt;br /&gt;hendaklah disertai ilmu dan prilaku nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu pula aku menyadari kembali,&lt;br /&gt;Bahwa aku tidak seperti tulisanku...&lt;br /&gt;yang ternyata mengumbar bunga-bunga kata&lt;br /&gt;Aku belum&amp;nbsp; seperti tulisanku...&lt;br /&gt;yang kerap berselaksa makna&lt;br /&gt;Betapa aibnya diri saat itulah kenyataan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ku menyadari bahwa itulah tugasku kini&lt;br /&gt;yang mesti kuperbaiki dengan perbuatan nyata&lt;br /&gt;bahwa itulah satu kepastian yang dihadapi&lt;br /&gt;bahwa tidak sekedar tinta dan kata&lt;br /&gt;tingkah hendak pula bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin diri seperti mereka para ulama rabbani,&lt;br /&gt;namun apalah jua...&lt;br /&gt;Aku mesti merawat hati untuk satu tujuan suci&lt;br /&gt;Karena dengan hatilah karya mereka abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Mari kita mulai merealisasikan apa yang telah terucap dan tuliskan. Mulai memperbaiki dari diri sendiri sebelum menyampaikan, agar terhindar dari apa yang Allah &lt;em&gt;Subhanahu Wata'ala &lt;/em&gt; sebutkan dalam Al-Qur'an :"Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan " (As-Shaf, ayat-3). Semoga ini dapat menjadi bahan muhasabah untuk saudara/iku pembaca tulisanku hari ini. Moga kelak kita dalam naungan hidayah dan petunjuk dari-Nya dalam melangkahkan kaki menuju ridho-Nya. [El-Ahmady]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu A'lam Bishowab... &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-6529018698929324948?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/6529018698929324948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/08/muhasabah-tentang-karya-tingkah-tinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/6529018698929324948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/6529018698929324948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/08/muhasabah-tentang-karya-tingkah-tinta.html' title='Muhasabah-Tentang Karya; Tingkah, Tinta, dan Kata'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-3280429486947651764</id><published>2011-06-25T01:15:00.000-07:00</published><updated>2011-06-25T01:15:33.192-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buletin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>MENUNTUT ILMU- "DALAM PENGAWASAN ALLAH"</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;[PART 4] MENUNTUT ILMU-- “DALAM PENGAWASAN ALLAH”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Catatan seorang Thalib’ilm di Negeri Dua Nil &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img alt="" class="img" height="256" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/268314_249438968402786_100000100532568_1199861_2024019_a.jpg" width="320" /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.” &lt;/em&gt;(Q.S. Ali Imran 5)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.”&lt;/em&gt;( Q.S. As-Syu’ara’ 218-219)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Perasaan apa yang muncul tatkala Anda merasa diawasi oleh seseorang? &lt;em&gt;Ge’er&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;was-was, &lt;/em&gt;takut, ragu, panas-dingin atau sebaliknya kuat mental, percaya diri, dll. jawabannya pasti akan bermacam-macam sesuai pengalaman masing-masing. Tatkala menghadapi tes ujian misalnya, yang diadakan pihak tertentu; Universitas saat ujian masuk, UN (ujian nasional), melamar pekerjaan, dsb, kita akan berusaha sebaik mungkin agar tampil sempurna dalam menghadapi kesemuanya. Berusaha agar dapat melewati fase-fase tersebut dengan mudah dan tanpa halangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau saja rasa takut itu muncul tatkala tidak ingin terlihat buruk dalam pandangan manusia atau orang yang mengawasi, serta ujian-ujian formalitas yang belum tentu keabsahan serta tingkat &amp;nbsp;kesulitannya, bagaimana pula halnya dengan Tuhan yang menciptakan. Allah yang memberikan rasa takut, yang Maha Tahu atas segala sesuatu dimuka bumi. Allah yang selalu Maha mengawasi tingkah-laku, tidak kenal waktu, tidak merasakan letih dan lesu. Apakah diri telah siap menghadapi ujian nyata yang diberikan-Nya dalam kehidupan sehari-hari? Tidak takutkah seandainya nilai yang diterima &lt;em&gt;merah&lt;/em&gt; atau angka nol (0) disetiap perbuatan yang dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya sia-sia seandainya benar kalau saja kita tidak memperhatikan masalah &lt;em&gt;urgent &lt;/em&gt;seperti ini. Karena sejatinya, sebagai hamba-Nya yang patuh kita dituntut agar senantiasa menjaga diri demi mempersembahkan hal terbaik itu kepada-Nya. Karena memang kita adalah makhuk-Nya dengan sebaik-baik penciptaan (Q.S. At-Tin 4) Salah satunya dengan menimbulkan rasa pengawasan itu dalam diri. Perasaan diawasi yang dengannya dituntut agar tingkah laku dan perbuatannya terlihat baik; tidak &lt;em&gt;nyeleneh&lt;/em&gt; atau melanggar rambu-rambu yang sudah ada. Merasa diri sulit untuk melakukan tindakan penyimpangan, maupun hal-hal yang berkaitan dengannya. Karena fitrah manusia akan berusaha untuk menampilkan hal yang terbaik dalam hidupnya. Ia akan berusaha agar tingkah lakunya sempurna dipandangan orang yang mengawasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa arab kalimat pengawasaan dikenal dengan istilah &lt;em&gt;Muraqabah&lt;/em&gt;. Masdhar ( sumber kata) dari &lt;em&gt;rooqoba-yuooqibu, &lt;/em&gt;yang dapat diartikan dengan berbagai definisi yang saling berkaitan. Bisa diartikan dengan memonitori-&lt;em&gt;roqoobah&lt;/em&gt;, menjaga-&lt;em&gt;hars&lt;/em&gt;, mewaspadai-&lt;em&gt;hadzar&lt;/em&gt;, atau perlindungan-&lt;em&gt;ri’ayah&lt;/em&gt;. (Lihat Atabik Ali &amp;amp; Ahmad Juhdi Mudhar- &lt;em&gt;Al-‘Ashri, &lt;/em&gt;Kamus kontemporer Arab-Indonesia Hal-985) Masing-masing memiliki keterkaitan makna yang erat dalam lingkup pengawasan secara tafshili (rinci). Keempat defenisi tersebut seperti empat tahapan yang timbul tatkala kegiatan &lt;em&gt;muraqabah &lt;/em&gt;dilakukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Merasa diri diawasi bahwa Allah senantiasa &lt;strong&gt;memonitori&lt;/strong&gt;, baik itu secara langsung, ataupun dengan kedua malaikatnya (Raqib-‘Atid), yang bertugas mencatat &lt;em&gt;hasanaat-wassayi’aat.&lt;/em&gt; Allah SWT bersabda: “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir”. (Q.S.Qaf 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) &lt;strong&gt;Menjaga&lt;/strong&gt; diri dari perbuatan buruk dan keji. Melakukan semua hal terbaik untuk dipersembahkann, baik itu dalam keterbukaan maupun sendiri. Karena memang manusia sebagai makhuk-Nya dengan sebaik-baik penciptaan (Q.S. At-Tin 4)&amp;nbsp; Mengingat tujuan hidup hanya untuk beribadah kepada-Nya semata (QS. Az-Dzariat 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) &lt;strong&gt;Mewaspadai &lt;/strong&gt;dari gangguan yang datang menyeringai yang dengannya seseorang dituntut untuk mempersiapkan diri dengan bekal, ilmu dan mental yang kuat. Ilmu yang bersumber dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Agar tidak mudah terpengaruh dengan aura negatif di sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Nah, kalau ketiga tahapan diatas sudah terpenuhi, maka muncul-lah rasa di-&lt;em&gt;ayomi&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;perlindungan&lt;/strong&gt;) bahwa tiada suatu perbuatan yang luput kecuali dengan Kuasa-Nya. Bahwa Ialah yang Maha Besar. Merasakan kedekatan diri yang senantiasa dijaga dari Zat yang Maha melindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibn Abbas bahwa Rasulullah SAW berkata : &lt;em&gt;“Jaga Allah maka Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka kamu niscaya akan mendapatinya dihadapanmu. Apabila kamu meminta sesuatu mintalah kepada Allah, dan apabila kamu ingin meminta bantuan, mintalah pertolongan kepada-Nya. Dan ketahuilah, bahwa tiada suatu kaum yang mampu &amp;nbsp;memanfaatkanmu kecuali telah ditetapkan-Nya bagimu, dan tiada pula mampu untuk mencelakai kecuali telah ditetapkan-Nya bagimu… &lt;/em&gt;(HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa Muraqabah lillah, akan menimbulkan keterjagaan dan perlindungan yang membuat hati seorang hamba akan senantiasa tertaut dalam naungan kasih-Nya, kepada-Nya tempat bersandar dan meminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dalam menuntut ilmu. Dengan keempat tahapan diatas, seorang thalib’ilm dituntut agar senantiasa menjaga diri dari hal-hal yang membuat dirinya terhina. Menghindari timbulnya perbuatan diluar batas yang merusak diri, serta menjauhkannya dari barakah ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pada refleksi ilmu sebelumnya, seorang alim dapat dikatakan alim apabila ia merasakan ketakutan atas kebesaraan-Nya, bahwa Allah-lah Maha Segala. Merasakan ketakutan hanya kepada-Nya, karena ia tahu akan kebesaran-Nya. “&lt;em&gt;Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.”&lt;/em&gt;(Q.S.Al-Fathir 28) Bukan sekedar tahu. Namun diaplikasikan dengan perbuatan dan tingkah-laku serta ucapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hati dalam bertindak. Mengingat perkataan-Nya tatkala wudhu’ hendak menunaikan Shalat, “&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku…”&lt;/em&gt;(Q.S. Maidah 6), berwudhu’ seakan melihat Rasulullah SAW saat berwudhu’ dan berkata “ Barang siapa yang berwudhu’ seperti –cara- aku berwudhu’…”(HR. Muslim) dan ini sebaik-baiknya bermuraqabah. Karena ia takut, namun ketakutan yang disertai ilmu dan aturan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abu Zaid berkata, bahwa Muraqabah yang dimaksud hendaklah dibarengi rasa takut dan pengharapan. Seperti halnya sayap seekor burung, seimbang tatkala terbang mengangkasa. Dari perkataannya ini, timbul suatu pertanyaan: Apakah seseorang itu bermuraqabah lillah dengan keduanya secara berbarengan, atau salah-satunya lebih diunggulkan dari yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad –rahimahullah- berkata: “selayaknya ketakutan itu disertai dengan pengharapan, seandainya hanya salah satu diantara keduanya, maka kecelakaanlah yang datang”. dari perkataanya ini, sebagian ulama juga memberikan pendapat lain bahwa : “tatkala seseorang menginginkan ketaatan, hendaklah ia lebih mengutamakan pengharapan kepada-Nya, berharaplah semua amal dan perbuatan diterima oleh Allah, serta mintalah kepada-Nya ditinggikan derajat dengan ketakwaan. Dan apabila suatu ketika ia hendak bermaksiat, segeralah menyadari keberadaan, serta takut akan kebesaran-Nya hingga tidak terjerumus ke lembah maksiat, bahwa penyertaan antara pengharapan-ketakutan sesuai kadar kemampuan dan keadaan yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, Syaikh Utsaimin dalam kitab Syarh Hilyah Tholib’ilm lebih cenderung kepada pendapat yang kedua, bahwa apabila ingin berbuat baik hendaklah cenderung mengutamakan sikap &lt;em&gt;roja’ &lt;/em&gt;(berharap) sebagaimana pendapat diatas, dan sebaliknya tatkala timbul keinginan untuk bermaksiat, bersegeralah menimbulkan rasa takut dalam diri dan ini pendapat yang mendekati kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kronologi yang sering terjadi dengan apa yang kita rasakan sudah menjadi fithrah manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya. Karena memang manusia dituntut agar senantiasa menjaga martabat diri baik itu dalam hubungan horizontal (dengan manusia) maupun vertical (dengan Allah). Oleh karenanya sangat penting untuk menimbulkan rasa selalu diawasi (muraqabah) agar diri senantiasa terjaga. &lt;em&gt;Wallahu A'lam Bihowab&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, tetapkanlah hati kami atas agama dan ketaatan kepada-Mu, Sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang dholim. Dan berkahilah kami ilmu dan ketakutan kepada-Mu, agar rekat qalbu, senantiasa berdzikir dan mengukir goresan dakwah, untuk mencapai ridho-Mu.[El-Ahmady]&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;اللهم ثبت قلوبنا على دينك وعلى طاعتك سبحانك إنا كنا من الظاليمن&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Muhammad Nur&lt;br /&gt;Khartoum, Sudan&lt;br /&gt;25/06/2011&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-3280429486947651764?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/3280429486947651764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/06/menuntut-ilmu-dalam-pengawasan-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/3280429486947651764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/3280429486947651764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/06/menuntut-ilmu-dalam-pengawasan-allah.html' title='MENUNTUT ILMU- &quot;DALAM PENGAWASAN ALLAH&quot;'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-252736202225778067</id><published>2011-06-17T23:16:00.000-07:00</published><updated>2011-06-25T01:25:51.965-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>MENUNTUT ILMU-"MERASA TAKUT KEPADA ALLAH"</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;MERASA TAKUT KEPADA ALLAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Catatan Seorang Tholib’ilm di Negeri Dua Nil&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;By: El-Ahmady&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img alt="" class="img" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/248380_235477386465611_100000100532568_1161525_3529152_a.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;“Senantiasalah takut kepada Allah SWT, dalam kesendirian dan keterbukaanmu. Sesungguhnya sebaik-baik manusia ialah yang takut kepada Tuhannya. Dan tidak dikatakan takut seseorang itu kecuali orang yang ‘alim (mengetahui hakikat Tuhannya, Allah yang Esa). Dan hendaklah kau tahu, bahwa seorang ‘alim tidak dikatakan alim kecuali dengan berbuat (dengan ilmu yang di dapat) &amp;nbsp;serta atas dasar ketakutan kepada Allah.”&lt;/i&gt;[ Syaikh Allamah Bakr Ibn Abdullah Ibn Zaid, Hilyah Thalib’ilm]&lt;/blockquote&gt;Pernah merasa takut kepada Allah? Saya kira jawabannya antara “ya” dan “tidak”. Alasannya pun pasti beragam. Tapi, biarlah “ya’ dan “tidak” kalbu kita yang menjawabnya. Pada refleksi kajian ilmu kali ini, saya ingin mengajak Anda kepada kalam Ilahi, pada Surat Fathir ayat 28:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan demikian (pula) diantara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). &lt;b&gt;Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para Ulama&lt;/b&gt;. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokuskan bacaan Anda pada kalimat yang tertulis tebal pada ayat tersebut!. Maka, “di antara hamba-hamba-Nya &lt;b&gt;yang takut&lt;/b&gt; kepada-Nya&lt;b&gt;, hanyalah para Ulama&lt;/b&gt;”. Saya padakan materi yang saya dapatkan dari buku “Hilyah Tholib’ilm” ini pada kalimat yang saya hitam tebalkan pada ayat atas. &lt;b&gt;Takut dan para Ulama&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Pengertian Takut.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa arab, takut dikenal dengan &lt;i&gt;khasyah&lt;/i&gt; atau&lt;i&gt; khauf&lt;/i&gt;. Namun dua kata ini memiliki perbedaan dalam pemakaiannya. Makna khasyah lebih mendalam dari khauf. Khasyah bersumber dari rasa ta’dhzim kepada Allah, dan berdasarkan ilmu. Oleh karena itu Allah SWT menyebutkan -mereka- orang yang takut kepada-Nya ialah para Ulama (orang memiliki ilmu). Sedangkan khauf bersumber dari kelemahan, kurang sanggup, dan rasa belum memiliki dengan apa yang ditakuti.&amp;nbsp; Contoh khauf, seperti halnya takutnya seorang balita dengan anak remaja, serta takutnya remaja dari orang dewasa. Nah, takut disini merupakan naluri batin yang wajar bagi seseorang, karena posisi dirinya berada dalam kelemahan. Juga takutnya seseorang tatkala datangnya seekor hewan buas, atau musibah yang datang.&lt;br /&gt;Posisinya disini, ialah kekurang sanggupan, atau takut kehilangan, yang juga masih dikategorikan wajar bagi fitrah manusia.&amp;nbsp; “ &lt;i&gt;Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan&lt;/i&gt;” (QS. Al-Baqarah 155). Contoh lain daripada khauf seperti, ketika seseorang tidak tahu dengan siapa ia akan berhadap diri. Apakah lebih kuat, galak, kejam? Atau sebaliknya. Namun apabila ia mengetahui siapa yang akan dihadapinya, sudah kenal terlebih dahulu. Maka itulah yang dikategorikan khasyah. Takut yang berdasarkan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah melanjutkan perkataan-Nya dalam surat At-Taubah, ayat 18; &lt;i&gt;&amp;nbsp;Semoga orang-orang yang khauf itu termasuk dari mereka yang diberikan petunjuk. &lt;/i&gt;Kalimat &lt;b&gt;semoga&lt;/b&gt; yang dalam bahasa arab dikenal dengan kalimat Taraji ( pengharapan), bahwa kita dituntut untuk mengetahui dan berusaha mencari tahu hakikat sesuatu yang kita takuti. Agar kita tidak terjebak dalam ketipu-dayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Perlukah rasa takut kepada Allah?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT bersabda &lt;i&gt;: “Dan janganlah kamu takut kepada mereka, namun takutlah kepadaku” (&lt;/i&gt;QS. Al-Baqarah). Tentu sebagai hamba-Nya yang dha’if, sewajarnya kita menghadirkan rasa takut kepada Tuhan yang telah menciptakan, yang Maha mengetahui segala tingkah-laku yang kita perbuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Merasa takut kepada Allah&lt;/b&gt;. Kita dituntut untuk senantiasa menjaga diri kita dari hal-hal yang menimbulkan murka-Nya. Bagaimana mungkin, seorang hamba takut di tinggal kekasih, namun tidak takut di tinggal Tuhan yang Maha Pengasih. Takut kehilangan barang yang dimiliki, namun tidak takut kehilangan Tuhannya yang Maha Pemberi. Sungguh, tidak relevan. Kita tidak lagi menghiraukan semua himbauan. Berjalan tanpa haluan, berlari tiada tahu arah tujuan. Tidak tahu kepada siapa hendak mengadu dan memohon pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Merasa takut kepada Allah&lt;/b&gt;. Kita dituntut mengetahui hakikat-Nya, sebagaimana dalam kitab Ushul Tsalasah. “&lt;i&gt;Kewajiban kita ialah mempelajari- dan mengetahui- tiga ushul dalam islam, Ma’rifat kepada Allah, kepada Nabi-Nya, serta Agama dengan dalil-dalil yang menyertainya&lt;/i&gt;. Imam Bukhori senada akan hal itu, maka kitabnya yang merupakan kitab tsiqoh-terpecaya- setelah Al-Qur’an. Shahih Bukhari; menyebutkan bahwa bab ilmu, sebelum memasuki bab qaul- berbicara, dan amal-perbuatan. Maka selayaknya orang yang telah mengetahui mengiringi segala tingkah-laku dan amal perbuatannya dalam lingkup kehambaan kepada Tuhan alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulajamah dalam ketakutan kepada Allah Ta’ala, baik secara dhohir maupun bathin dalam menjaga Syi’ar islim. Memunculkan sunnah serta mengamalkannya dalam berdakwah. Menunjukkan ilmu dan amal serta sikap dewasa dan pemberani. Karena ketakutan kepada Allah akan melekatkan ilmu yang ada. Serta menambah keimanan dan takwa.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk pada mereka dan menganugerahi ketakwaan mereka”&lt;/i&gt; (Q.S. Muhammad, 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad rahimahulllah berkata : “ Azas ilmu itu ialah ketakutan kepada Allah” . Dan ini benar adanya, bahwa dasar ilmu ialah rasa takut kepada Allah SWT. Dan ketakutannya itu ialah yang berdasarkan ilmu serta merasakan kebesaran-Nya. Manusia apabila mengenal Allah Ta’ala dengan sebaik-baiknya; ilmu. Hendaklah terpahat dihatinya rasa takut kepada Allah, karena ia telah mengetahui akan kebesaran-Nya, kekuatan, dan bahwa Ia Maha Mengetahui apa yang tersembunyi didalam hati. Yang dengannya ia akan terjaga dari hal-hal yang merusak amal ibadahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Keterkaitan ilmu, rasa takut kepada Allah, dan amalan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah harus menjadi ulama dulu? Bukankah banyak dari ilmuan-ilmuan saintis yang telah lama bergelut di dunia riset, baik ke ruang angkasa maupun keperut bumi telah membuktikan kebesaran-Nya itu. Namun mengapa mereka tidak merasakan ketakutan kepada-Nya? Bahkan, ada dari kalangan ulama Nashara yang mengarang kitab-kitab arab yang banyak memberikan kontribusi dalam dunia keislaman. Mengetahui makna Al-qur’an dan hadis-hadis rasul yang menjadi sumber ilmu umat muslim. Tapi, mengapa hal itu justru membutakannya dari petunjuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu jelasnya Allah memberikan suatu petunjuk bagi kita akan penting dan tingginya derajat orang-orang yang memiliki ilmu. Karena sesungguhnya orang yang berilmu secara tidak langsung telah mengetahui kebesaran penciptaan-Nya. Alam yang terbentang luas; bumi sebagai tiang, langit sebagai hamparan. Bintang-bintang melayang bebas di angkasa. Tiada yang sanggup mengetahui bahkan hal itu kecuali mereka para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seringkali ilmu yang didapat tidak dijadikan I’tibar dalam mencari petunjuk kekuasaan-Nya. Bahkan,-&lt;i&gt;na’udzhubillah&lt;/i&gt;- ilmu tersebut dijadikan peluru yang menembak tubuh umat dari dalam. Mengkritisi agama lewat dialog-dialog kesesatan. Mengambil sepotong ayat-tidak keseluruhan- untuk dijadikan boomerang dalam berdalih sesuka hati. Ghozwul fikr, semboyan yang kini mewabah dan mulai menjangkit tubuh umat yang kian sakit. Jauh daripada kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Mubtadi Tholib’ilm (Pemula dalam menuntut ilmu), disinilah kita dituntut untuk menjadi pencari ilmu yang rabbani. Rabbani dalam artian, mencari ilmu semata-mata untuk mencari hakikat kebenaran dan bukan pembenaran. Mengetahui hakikat ilahi dan bukan khilafi-diskusi penyelewengan, yang terkadang membekukan hati dari kehakikian. Rabbani yang berarti dituntut untuk mengamalkan ilmunya terlebih dahulu sebelum mengajarkannya kepada orang lain. agar menjadi obat kepada umat yang mulai kronis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali ibn Abi Thalib-&lt;i&gt;radiallahu ‘anhu&lt;/i&gt;- berkata: “ Ilmu dijemput dengan amalan. Maka jemputlah, kalau tidak ia akan pergi”.&lt;br /&gt;Hendaklah berbuat dengan apa yang diketahui, sebab amalan tanpa ilmu akan menjerumuskan ahlinya kepada jurang api neraka di hari akhir. Menjauhi taklid buta. Karena tidak ada alasan untuk mengelak. Risalah telah berakhir, kitab suci telah terukir. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan dan mengalamalkan. Agar tidak mewarisi penyesalan dengan ilmunya yang didapatkan. Secara tidak langsung itu akan menghilangkan barakah ilmu yang didapat serta kelupaan.&lt;br /&gt;Allah SWT bersabda; &lt;i&gt;(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. &lt;/i&gt;(Q.S. Al-Maidah, 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelupaan yang dimaksud mencakup lupanya pikiran dan perbuatan, karena &lt;i&gt;nisyan &lt;/i&gt;(lupa) dalam bahasa arab dapat diartikan dengan “meninggalkan”. Akan tetapi apabila seseorang berbuat dengan ilmunya, sesungguhnya Allah SWT akan menambahkan baginya petunjuk serta ketaqwaan. (Q.S. Muhammad, 17). Maka apabila telah sedemikan, Allah tidak sungkan untuk menganugerahkan ilmu kepadanya dari apa&amp;nbsp; yang tidak diketahuinya sebelumnya.&lt;br /&gt;Ya Rabb jadikanlah kami para penuntut ilmu yang rabbani, yang takut akan kebesaran-Mu. Agar kelak dapat mewarisi barakah ilmu. Jauhkanlah kami dari kesesatan, mudahkanlah kami mengamalkan ilmu yang kami dapatkan. Semoga bermanfaat, Amin ya Rabbal ‘Alamin. [El-Ahmady]&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu A’lam bishowab.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_______________________________&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://elahmady1809.blogspot.com/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;f0ec1&amp;quot;, event, bagof({}));" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://elahmady1809.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dakhiliyah Yajid Ibn Habib&lt;br /&gt;Kamis, 09/06/2011&lt;br /&gt;Khartoum, Sudan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-252736202225778067?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/252736202225778067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/06/merasa-takut-kepada-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/252736202225778067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/252736202225778067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/06/merasa-takut-kepada-allah.html' title='MENUNTUT ILMU-&quot;MERASA TAKUT KEPADA ALLAH&quot;'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-4820253037244883524</id><published>2011-06-02T23:36:00.000-07:00</published><updated>2011-06-25T01:17:57.324-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArtikelrenunganRefleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah Kajian'/><title type='text'>MENUNTUT ILMU--" MENGIKUTI MANHAJ SALAFUS SHALEH"</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;b&gt;MENGIKUTI MANHAJ SALAFUS SHALEH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Catatan seorang Thalib’ilm di Negeri Dua Nil&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;By: El-Ahmady&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;Rasullullah Shalallahu 'alaihi wa salam : &lt;i&gt;"Sebaik-baik manusia adalah generasiku (generasi Rasulullah &amp;amp; Shahabat), kemudian orang-orang sesudah mereka (Tabi'in) kemudian orang-orang sesudah mereka (Tabi'ut Tabi'in.)..."&lt;/i&gt; (HR. Bukhari IV/189, Muslim VII/184-185, Ahmad I/424 dll).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/247220_233801529966530_100000100532568_1146908_7242295_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" class="img" height="254" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/247220_233801529966530_100000100532568_1146908_7242295_a.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Ups, jangan berkerut dahi dahulu, Akhi wa ukhtil kariemah! Membaca judul diatas, tentu bagi Antum/Antunna yang kurang hobi membahas bahkan membaca tulisan-tulisan berat seperti ini, akan segera mengelak jauh. Belum sempat membaca, sudah buru-buru pergi, alias &lt;i&gt;cuek bebek&lt;/i&gt;!. Sungguh miris kalau benar hal itulah yang terjadi, karena sebagai generasi penerus islam, kita dituntut untuk mengetahui dasar-dasar Agama yang tentunya tidaklah mudah. Perlu kesungguhan juga keinginan tinggi untuk mengorek kerak hingga kedasarnya. Salah satunya, peduli dengan problematika dalam membaca judul-judul berat seperti tulisan saya kali ini. Saya sendiri awalnya sempat pesimis kalau saja pembaca akan mengacuhkan tulisan seperti ini. Terlebih karena memang tidak terjun secara langsung dibidangnya. Namun, dengan berpikiran positif, saya berusaha untuk mengenyahkan pikiran negatif yang mencoba mengendurkan semangat saya untuk berdakwah. Semoga apa yang sudah tertulis dapat bermanfaat bagi Akhi/ ukhti fillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, tentu bagi Anda yang belum mengenal istilah ini timbul berbagai pertanyaan; Apa itu Manhaj Salafus Shaleh? Mengapa harus mereka yang dijadikan panduan dalam menuntut ilmu? Perlukah mengikuti mereka?, dlsb.&amp;nbsp; Baiklah saudaraku, dalam kesempatan ini saya ingin menjelaskan mengapa Syaikh memilih jalan ini, sebagai pedoman dalam menuntut ilmu. Tentunya saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan &lt;b&gt;Manhaj Salafus Shaleh.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Apa itu Manhaj Salafus Shaleh?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Salaf secara bahasa dapat diartikan sebagai; pendahulu, telah berlalu, sebelumnya. Dapat juga diartikan dengan perbuatan atau amal shaleh yang telah dilakukan. Jika digabungkan dengan Salaful umat, maka diartikan sebagai; umat terdahulu. Dalam Al-Qur’an Allah SWT bersabda: &lt;i&gt;Maka Kami jadikan mereka sebagai (kaum) terdahulu, dan pelajaran bagi orang-orang yang kemudian&lt;/i&gt;.[Q.S. Zukhruf, 56]. Kalimat salaf dinisbahkan kepada para Salafus Shaleh, yaitu 3 generasi pendahulu sebagaimana hadis di awal tulisan. Berkata Ibnu Manzhur dalam Lisanul ‘Arab : “Dan As-Salaf juga adalah orang-orang yang mendahului kamu dari ayah-ayahmu dan kerabatmu yang mereka itu di atas kamu dari sisi umur dan keutamaan karena itulah generasi pertama dikalangan tabi’in mereka dinamakan As- Salaf Ash-Sholeh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun secara Istilah Salaf dikalangan para‘ulama mempunyai dua makna ; secara khusus dan secara umum. Pertama : Makna Salaf secara khusus adalah generasi permulaan ummat Islam dari kalangan para shahabat, Tabi’in (murid-murid para Shahabat), Tabi’ut Tabi’in (murid-murid para Tabi’in)dalam tiga masa yang mendapatkan kemulian dan keutamaan. (Dirasah Manhajiyah Haula Manhaj Ahlusunnah wal Jama'ah, Darul Iman Iskandariyah, Hal 35, Abdullah Ibn Muhammad Al-Yajiri]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah (wafat th. 728 H) mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Bukanlah merupakan aib bagi orang yang menampakkan madzhab Salaf dan menisbatkan dirinya kepadanya, bahkan wajib menerima yang demikian itu darinya berdasarkan kesepakatan (para ulama) karena madzhab Salaf tidak lain kecuali kebenaran.”&lt;/i&gt; (Majmuu’ Fataawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, IV/149)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau rahimahullah juga mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Telah diketahui bahwa karakter ahlul ahwa’ (pengekor hawa nafsu) ialah meninggalkan atau tidak mengikuti generasi Salaf.” &lt;/i&gt;(Majmuu’ Fataawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, IV/155)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Opini Tentang Pengertian Salaf.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian umat islam memiliki anggapan bahwa salafi adalah sebuah faham dan pemikiran yang belakangan menjadi kelompok, firqah atau “manhaj” yang berkembang didalam tubuh islam, yang dikenal memiliki keinginan dan komitmen yang kuat untuk berpegang teguh kepada aqidah &lt;i&gt;ahlussunnah wal jama’ah, &lt;/i&gt;menjaga pengamalan dan pengimplementasian sunnah Rasulullah SAW dan mengamalkan ajaran agama islam sebagaimana generasi umat islam terbaik yaitu &lt;i&gt;&lt;b&gt;salafus shalih &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;mengamalkan ajaran islam , sesuai dengan penisbahan kata“salafi” yang bermakna “faham orang – orang yang terdahulu dari generasi terbaik umat islam ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada juga yang berpandangan berbeda dari apa yang telah disebutkan diatas. Ketika&amp;nbsp; mendengar kata-kata salafi, terdapat sebagian dari kita yang merasa alergi dan mengansumsikannya ( salafi ) sebagai sebuah faham yang mengatasnamakan islam yang berkembang di masyarakat yang dikenal memiliki sikap ekstrem, radikal, suka mengkafir dan membid’ahkan amalan umat islam serta garang terhadap mereka yang berbeda faham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah memang itu kenyataan yang terjadi di masyarakat yang selama ini langsung merasakan pergerakan yang mengatasnamakan “manhaj” ( cara beragama ) islam ini sehingga berasumsi demikian, atau kemungkinan besar terdapat sebagian kaum muslimin yang secara individu tidak memahami inti perjuangan dari kelompok ini sehingga salah mengartikan, atau memang ada sebagaian dari kaum muslimin yang memang bergerak didalam “manhaj” salafi&amp;nbsp; ini yang “tersilap” didalam &amp;nbsp;mengimplementasikan perjuangan islam yang mereka nisbahkan kepada pendahulu kita didalam agama ini yaitu &lt;i&gt;&lt;b&gt;salafus shalih.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Istilah Salaf bukanlah istilah baru.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; Istilah tersebut sudah digunakan sejak zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salaf tidaklah menunjuk kepada satu golongan tetapi menunjuk kepada orang-orang yang berpegang kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman yang benar. Karena umat ini sudah berpecah belah dan yang selamat pemahamannya hanya SATU.&lt;br /&gt;Sebagian orang menyangka, dari apa yang mereka ketahui dan mereka menyelewengkan arti ketika disebutkan istilah Salafiyyah, bahwa Salafiyyah adalah label (istilah) baru dan madzhab baru bagi kelompok Islam yang baru melepaskan diri dari lingkaran Jama’ah Islamiyah yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangkaan ini sama sekali tidak benar karena Salafiyyah maksudnya adalah Islam yang dibersihkan (disaring) dari kegagalan-kegagalan budaya klasik, dan warisan-warisan dari banyak kelompok dan sekte, dengan kesempurnaan dan keumumannya, baik dalam Al-Qur’an maupun as-Sunnah berdasarkan pemahaman Salaf yang terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangkaan ini sesungguhnya hanyalah muncul dari angan-angan kaum yang ingin menghindari kalimat yang baik dan berkah, yang akarnya menancap kuat dalam sejarah umat ini hingga sampai ke generasi pertama (Shahabat). Wallahu, a'lam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Mengapa harus mereka yang dijadikan panduan dalam menuntut ilmu?&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, menjadi suatu keharusan mutlak bagi setiap muslim, yang menginginkan kesuksesan dan merindukan kehidupan yang mulia, serta kemenangan di dunia dan di akhirat, bahwa dalam memahami Al Qur'an dan As Sunnah yang shahih harus dengan pemahaman muslimin yang terbaik yaitu para Sahabat Rasulullah dan Tabi'in (murid Sahabat), serta siapapun yang mengikuti jalan mereka dengan baik hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipilihnya&amp;nbsp; metode ini, karena tidak dapat dibandingkan (dengan siapaun, selain dengan Rasulullah) kelurusan, kebenarannya, dalam fikrah, pemahaman dan manhaj yang lebih benar dan lebih lurus dibanding pemahaman dan manhaj Salafus Shalih (jalannya para Salaf yakni Sahabat Rasulullah, Tabi'in dan Pengikutnya, yang Shalih hingga hari kiamat). Oleh karena itu tidak akan pernah bisa baik kehidupan umat yang akhir ini kecuali dengan apa yang telah menjadikan baik generasi awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita teliti dengan seksama dalil-dalil dari Al Qur'an maupun As Sunnah serta ijma' dan qiyas maka bisa disimpulkan dari dalil-dalil tersebut tentang wajibnya memahami Al Qur'an dan As Sunnah dalam bimbingan manhaj Salafus Sholih, karena itu merupakan pemahaman yang disepakati kebenarannya sepanjang abad perjalanan dakwah ini.&lt;br /&gt;Oleh karena itu tidak dibernarkan bagi siapa saja,&amp;nbsp; setinggi&amp;nbsp; apapun kedudukannya,&amp;nbsp; memahami Islam ini selain pemahaman Salafus Sholih (pemahamannya dapat dilihat di tafsir Al Quran karya para Sahabat, penjelasan hadits dalam kitab-kitab Hadist dan tulisan-tulisan para Sahabat &amp;amp; pengikutnya). Dan siapapun juga yang membenci pemahaman Salaf lalu menggantinya dengan bid'ah-bid'ah orang belakangan (orang-orang sesudah generasi Salaf ) yang diracuni dengan berbagai pemahaman yang membahayakan dan yang tidak selamat dari pemahaman asing, akan mengakibatkan tercerai-berainya kamu muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Salafus Shalih Radiyallahu anhum telah nyata kebaikan mereka baik dalam nash maupun istimbat, Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 100 : &lt;i&gt;"Dan generasi yang terdahulu dan pertama-tama (masuk Islam) diantara kaum Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah telah ridha kepada mereka (Muhajirin &amp;amp; Anshar-Sahabat/Salafus Sholih) dan mereka ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung. &lt;/i&gt;(Q.S. At Taubah : 100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dalil ayat ini- dapat diambil pemahaman bahwa Allah Sang Pencipta telah memuji terhadap mereka yang mengikuti kepada sebaik-baik manusia- telah diketahui bahwa apabila sebaik-baik manusia itu mengatakan suatu perkataan, kemudian ada seseorang yang mengikuti mereka, maka dia wajib untuk mendapatkan pujian dan berhak untuk mendapatkan keridhaan. Kalau seandainnya sikap ittiba' mereka tidak membedakan dengan selain mereka (yang tidak ittiba') maka dia tidaklah berhak mendapatkan pujian dan keridhaan. Siapakah sebaik-baik manusia itu? Mereka adalah para shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an : &lt;i&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih merekalah sebaik-baik manusia".&lt;/i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;(Q.S. Al Bayyinah : 7)&lt;b&gt;.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Perlukah mengikuti mereka?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ya, Sudah pasti!. Allah berfirman dalam surat Ali Imran : &lt;i&gt;"Kalian adalah umat terbaik yang telah ditampilkan untuk manusia, kalian telah beramar makruf dan bernahi munkar dan beriman kepada Allah".&lt;/i&gt; ( Q.S. Ali Imran : 110 ) Dari sini kita mendapatkan petunjuk bahwa Allah telah memuji dan menyatakan keutamaan mereka (Sahabat) atas segala umat, dan apabila ingin dipuji ALLAH juga, maka ummat ini harus istiqamah dalam segala hal mengikuti Salafus Sholih. Disamping itu Salafus Sholih sesungguhnya memang tidak pernah menyimpang dari cahaya (petunjuk Ilmu Al Quran dan Sunnah) yang terang benderang (Al Haq) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika ada yang berkata : “Ini (gelar sebaik-baik umat, pen.) bersifat umum dalam umat ini, tidak hanya terbatas pada generasi Sahabat saja”,saya katakan bahwa mereka (para sahabat) adalah obyek pembicaraan yang pertama, dan orang yang mengikuti mereka dengan baik tidak masuk dalam pembicaraan ayat diatas, kecuali kalau ada penjelasan dengan qiyas atau dalil lain sebagaimana dalam dalil pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum dan ini yang benar, Sahabat adalah yang pertama kali masuk dalam obyek pembicaraan karena merekalah yang pertama kali mengambil ilmu dan amal langsung dari Rasullullah Shalallahu 'alaihi wa salam tanpa perantara, dan merekalah yang mendapat kabar gembira dengan wahyu ini. Oleh karena itu, merekalah yang paling pertama masuk dalam pembicaraan ayat ini dibanding yang lain disebabkan sifat-sifat yang telah diberikan kecuali kepada mereka (para Sahabat). Pun kecocokan sifat dengan pensifatan Allah adalah merupakan bukti bahwa mereka lebih berhak mendapatkan pujian dari pada yang lain.&lt;br /&gt;_________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah Saudaraku, setelah mengetahui alasan-alasan diatas, saya akan mengajak Anda kepada penjelasan Syaikh Utsaimin dalam men-&lt;i&gt;Syarh &lt;/i&gt;kitab ‘Hilyah Thalib’lim’. Beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Ini merupakan satu hal penting yang perlu diperhatikan, bahwa seorang tholib ‘Ilm harus mengikuti manhaj salafus shaleh di segala aspek agama. Baik itu masalah Tauhid, Ibadah, Mua’amalah, dll. hendaklah meninggalkan diskusi yang justru mengakibatkan pertikaian. Karena banyaknya bertikai-dalam permasalahan yang memang sudah jelas- akan mengunci jalan kebenaran itu sendiri. Dan itu akan membawa ahlinya kepada suatu perkataan yang menjurus kepada ‘keegoisan diri’ semata, walaupun perkara yang dibahas telah jelas kebenarannya. &lt;br /&gt;Maka hanya ada dua kemungkinan;&amp;nbsp; yang pertama, bisa jadi ia mengingkari kebenaran itu secara mutlak. Dan yang kedua, ia akan berusaha mentakwil setiap perkataan yang haq dengan argumentasi sesuai hawa nafsunya. Maka, hendaklah seorang thalib’ilm menjauhi diri dari orang-orang semacam ini, Larilah darinya seperti larinya seekor buruan yang dikejar Singa”.&lt;br /&gt;Begitu pula, hendaklah menjauhi diri dari ilmu Kalam. Karena hal itu hanya membuang waktu dengan sia-sia dengan suatu pertanyaan yang telah jelas kebenarannya, namun seringkali dicari celah untuk meragukannya.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjelaskan kitab hilyah ini, Syaikh Utsaimin menceritakan kepada murid-muridnya dalam suatu halaqah ilmu. Suatu ketika ia ditanya tentang defenisi Akal. Apa itu Akal? Sampai manakah batas Akal itu? jelaskan pengertian Akal secara bahasa, istilah, syar’I, dan kebiasaan? Syaikh mengatakan kepada murid-muridnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Untuk apa mencari defenisi Akal? Apakah Akal itu perlu penjelasan lebih? Subhanallah. Yang jelas bahwa apabila seseorang duduk memikirkan defenisi Akal; membuang banyak waktunya hanya untuk mentakwil kalimat yang sudah amat jelas didalam islam, ia akan bingung sendiri dikarenakan hal ini tidak ada jawabannya, juga tidak perlu didefenisikan.&lt;br /&gt;“Akan tetapi mereka- Ahlul kalam- membatasi orang-orang dengan suatu kebenaran dan manhaj salafi yang sederhana dengan suatu syubhat, defenisi, serta batasan-batasan, dll. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah-rahimahullah, dalam kitabnya “Raad ‘Ala Mantiqiyyin” dan “Naqdhil Mantiq” banyak menjelaskan kebatilan mereka. Baik itu dalam bab Sifat dan Asma Allah SWT, maupun yang lainnya. Beliau berkata dalam Kitab Fatwa Hamawiyahnya: “Dan kebanyakan orang yang takut akan kesesatan, ialah mereka yang mutawasith dari ulama-ulama kalam. Dikarenakan mereka yang belum terjun didalamnya merekalah yang selamat dari kesesatan itu, dan bagi mereka-para ulama-ulama- yang telah terjun didalamnya akan menyadari betapa mereka telah terjun kepada suatu kerusakan dan kebatilan, sehingga mereka pun kembali kepada jalan yang benar” Oleh karena itu, hendaklah bagi seorang Thalib’ilm untuk meninggalkan hal-hal sedemikian yang terkadang hanya menghabiskan waktu semata. Jadikanlah ilmu Anda mudah sederhana.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, jadikanlah ilmu Anda mudah dan sederhana!. Jangan memperumit diri demi suatu hal yang justru membuat Anda bingung, harus berbuat apa. Tentunya kita dituntut untuk mengetahui dasar-dasar ilmu agama terlebih dahulu demi membentengi diri dari kesesatan pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jaman sekarang ini, banyak kita dapati orang-orang sedemikian yang rela membuang banyak waktunya untuk memikirkan hal-hal seperti yang Syaikh Utsaimin katakan. Seperti halnya Jaringan Islam Liberal [JIL]- dan masih banyak lagi firqah maupun kelompok sesat lainnya- yang kerap gencar menyuarakan bahkan menggugat hukum qath’I yang sebenarnya tidak perlu dipertanyakan-dikarenakan telah jelas hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah-istilah baru, banyak kita jumpai bahkan mulai mempengaruhi cendikiawan muslim yang bergelut di bidang keislaman. Hermeunetika, Gender, Pluralisme, Sekulerism, dlsb. Pemikiran-pemikiran seperti ini, secara tidak langsung ingin menyebarkan skeptic- keraguan-keraguan- ditubuh umat yang jelas kebenarannya. Maka berusahalah untuk menjauhi, dan memerangi pemikiran-pemikiran seperti ini demi menjaga keorisinalan agama islam. Tentunya kita dituntut untuk memperdalami dan mengikuti manhaj para salafus shaleh sebagaimana pada penjelasan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita terhindar dari segala kesesatan dan kebatilan dalam menuntut ilmu. Agar kelak mendapat barakah dan pujian sebagaimana Para Salafus Shaleh yang telah pesankan Rasulullah SAW diatas. Semoga![El-Ahmady]&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu A’lam Bishowab!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 02/06/2011&lt;br /&gt;Khartoum, Sudan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-4820253037244883524?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/4820253037244883524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/06/part-2-menuntut-ilmu-mengikuti-manhaj.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/4820253037244883524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/4820253037244883524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/06/part-2-menuntut-ilmu-mengikuti-manhaj.html' title='MENUNTUT ILMU--&quot; MENGIKUTI MANHAJ SALAFUS SHALEH&quot;'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-7855108151639706838</id><published>2011-05-20T13:34:00.000-07:00</published><updated>2011-06-25T01:19:04.050-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ArtikelrenunganRefleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>MENUNTUT ILMU- " ILMU ADALAH IBADAH "</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;b&gt;"MENUNTUT ILMU ADALAH IBADAH"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Catatan Seorang Thalib'ilm dari Negeri Dua nil.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;By: El-Ahmady&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/249655_230114767001873_100000100532568_1114610_503107_a.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;“Jadikanlah hari-harimu bermanfaat dengan bertambahnya ilmu, niscaya kau arungi samudera hikmah. Bertafaqquhlah &lt;/i&gt;&lt;i&gt;fid dien sesungguhnya ia sebaik-baik petunjuk kepada ketaatan dan taqwa” &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;( Syaikh Muhammad Ibn-Hasan, Kitab &lt;i&gt;&amp;nbsp;Ta’lim al-Muta’allim Thariqa at-Ta’allum&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Setelah mendengar &lt;i&gt;Muqaddimah &lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang disampaikan Syaikh Abu Zaid minggu lalu. Saya kembali menyelami kata demi kata yang mengalir&amp;nbsp; indah di buku beliau 'Hilyah Thalib ‘Ilm' ini. Pada tahap pertama yang beliau sampaikan, hati saya terhentak dengan kata-kata beliau yang mengibaratkan ilmu sebagai ‘Ibadah’. Ya, ibadah!. Penghambaan. Satu kata yang mengakumulasikan seluruh aktifitas seseorang kepada apa yang ia sembah. Tentunya dalam hal ini, ibadah yang dimaksud ialah kepada Allah SWT (QS.Az-Dzariat, 57 ). Bahkan ia merupakan ibadah yang paling diutamakan. Karena ibadah tanpa ilmu ibarat menimba air dengan gayung berlubang. Tidak mendapatkan segarnya hanya letih yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ilmu adalah ibadah&lt;/b&gt;. sudah barang tentu ibadah hendaklah diniatkan untuk mencari ridho-Nya semata. (QS. Al-Bayyinah 5.)&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lebih tepatnya lagi, kita dituntut untuk IKHLAS berniat. jangan sampai ibadah kita dikelabuhi oleh hal-hal yang merusak bahkan memalingkan kita dari-Nya. &lt;i&gt;Barang siapa hijrah dengan berniat untuk Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya-bernilaikan-untuk Allah dan rasul-Nya&lt;/i&gt; (HR. Bukhari No 1 &amp;amp; Muslim 1907).&amp;nbsp; Niat seseorang akan berpengaruh terhadap apa yang akan dikerjakan setelahnya. Maka niatkanlah menuntut ilmu untuk Allah; berdakwah dijalannya, meneruskan kembali warisan nabi yang terlupa. Agar barakah ilmu dapat diraih, dan tidak sekedar letih belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya ada sebuah pertanyaan, bagaimana caranya ikhlas dalam menuntut ilmu? Maka di sini Syaikh Utsaimin menjawab hal yang sama : “(1) Niatkanlah semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah SWT (Q.S. Muhammad. 19). (2) melestarikan Syari’at-Nya (3) Menjaga Syari’at-Nya dan berusaha untuk melawan semua hal yang merusak bahkan tidak menginginkan Syari’at itu ada.(4) Dan ikutilah sunnah Rasulullah SAW. Dan sebaliknya, kalau menuntut ilmu hanya untuk mencari &lt;i&gt;title &lt;/i&gt;&amp;nbsp;maupun kebanggaan semata; agar dikenal, diakui, dipuji. Maka ketahuilah! jaman akan menenggelamkannya dengan kebanggaan, pujian, dan gelarnya tersebut. Bahkan Rasulullah SAW mengatakan bahwa orang berilmu yang hanya ingin mendapatkan kebanggaan di dunia saja, tidak akan mencium aroma syurga diakhirat kelak [HR. Abu Daud]. &lt;i&gt;Wal ‘Iyadzu billlah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus ada kerinduan dan kecintaan kepada ilmu. Keinginan kita kepada ilmu pun harus "benar-benar, jujur", penuh kesadaran. Apakah itu sudah cukup? Ternyata belum. Menukil perkataan Syeikh Nawawi al-Banteni yang menyatakan bahwa: "&lt;i&gt;Jika Anda menuntut ilmu untuk perlombaan tanpa makna; atau ingin dianggap Alim seorang diri karena ilmu ini begitu berharga; berbangga-bangga; mencari muka di hadapan manusia; mencari glamour duniawi; untuk dekat-dekat dengan penguasa; maka Anda sedang menghancurkan agama Anda dan merusak diri Anda sendiri. Anda pun sedang mengundang murka Allah, karena menjual akhirat Anda dengan agama Anda. Dengan begitu, sejatinya Anda sedang rugi dalam perniagaan Anda. Karena yang Anda perjual-belikan adalah agama Anda. Karena glamour duniawi dibanding akhirat tidak ada apa-apanya&lt;/i&gt;." (Syeikh Muhammad Nawawi al-Jawi, "Maraqi al-`Ubudiyyah", (Semarang: Karya Toha Putra, 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, menuntut ilmu itu harus dengan qalbu, bukan dengan nafsu. Harus ada kerendahan hati di sana. Bukan sembarang menuntut atau mencari ilmu. Karena niat dalam Islam sangat menentukan hasil akhir dari sebuah pencarian dan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ilmu adalah ibadah&lt;/b&gt;. Tidak diragukan lagi, orang berilmu merupakan tonggaknya suatu kaum. Tanpa seorang Alim, apa jadi suatu daerah. Maka kita dituntut untuk rihlah- keluar- daerah untuk menuntut ilmu sebagaimana jelas firman Allah SAW&amp;nbsp; yang berbunyi: “&lt;i&gt;Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk bertafaqquh fid dien -memperdalam pengetahuan agama- mereka dan untuk member peringatan kepada kaumnbya apabila mereka telah kembali agar mereka dapat menjadi dirinya” &lt;/i&gt;(Q.S At-Taubah : 122)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, setiap kita hendaklah menjadi perwakilan atas daerah tempat ia berada untuk menuntut ilmu. Keluar menuntut ilmu demi ‘memberi peringatan’ kepada orang-orang yang &amp;nbsp;dicintai. Tentunya peringatan yang dimaksud ialah demi kemashlahatan umat, dan bukan sebaliknya, membawa mafsadah. Kita yang diberi kesempatan waktu dan materi juga kemampuan untuk menuntut ilmu hendaklah memanfaatkannya sebaik mungkin dan hendaklah mensyukuri apa yang telah didapatkan. Karena disini Allah SWT menginginkan kita suatu kebaikan. “&lt;i&gt;Barang siapa yang diinginkan oleh Allah suatu kebaikan, maka akan ditafaqquhkan fied din- ditetapkan baginya agamanya&lt;/i&gt;.”( HR. Bukhari 17 &amp;amp; Muslim 1038).&lt;br /&gt;Namun yang dimaksud dengan &lt;i&gt;tafaqquh&lt;/i&gt; di sini, ialah dibukakan baginya jalan untuk memperdalami ilmu syar’i, bukan yang lain. Tanpa mendeskritkan ilmu yang lain; ilmu humaniora, social, atau yang lain. Karena memang ilmu syar’i merupakan azas tegaknya ilmu agama. Ilmu yang bersumber Al-Qur’an dan Sunnah. Ilmu Akhirat yang kelak akan kita bawa tatkala maut menyapa. Yang dengannya kita dituntut untuk mengenali &lt;i&gt;Al-Ushul at-Tsalasah &lt;/i&gt;;Allah, Rasul, Agama. Maka sepantasnya kita mengagunggkan ilmu dan memperdalami secara mendetail unsur-unsur yang ada didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ilmu adalah ibadah&lt;/b&gt;. Tiada suatu usaha yang paling indah selain menuntut ilmu. Bahkan ia adalah sebaik-baik perbendaharaan yang paling indah. Ia ringan di bawa, namun besar manfaatnya. Di tengah-tengah orang banyak ia indah, sedangkan dalam kesendirian ia menghibur. Ia hiasan bagi orang kaya dan penolong bagi orang fakir&lt;br /&gt;Sebagian ulama mengatakan Ilmu ibarat shalat &lt;i&gt;sirri-&lt;/i&gt;nya seseorang dan ibadahnya qalbu. Sebagaimana perut yang membutuhkan makanan, Ilmu merupakan makanan qalbu dan pikiran. Hendaklah kita menyeimbangkan diri dalam mengkonsumsi apa yang menjadi kebutuhan pokok. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata bahwa&lt;b&gt; "Kebutuhan manusia kepada ilmu lebih penting- dan hendaklah diprioritaskan- dari pada kebutuhan makan dan minum".&lt;/b&gt; Maka hendaklah kita memperjuangkan sepenuh hati demi memenuhi kebutuhan pokok itu kalau memang diri kita ingin mencapai suatu kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dianjurkan menuntut ilmu sebagai Jihad fi sabillillah. Ini sejalur dengan hadis nabi SAW yang mengatakan : &lt;i&gt;"Barang siapa yang keluar- dari suatu daerah tempat ia berada- untuk menuntut ilmu. Maka ia fi sabilillah- selama masa itu- hingga ia kembali pulang. &lt;/i&gt;(HR. Tarmidzi). Artinya, alasan kita meninggalkan kampung halaman adalah karena kita cinta ilmu. Seorang pencinta ilmu ini lah yang benar-benar rela dan berani meninggalkan keluarga demi ilmu yang mulia dan sangat berharga. Bahkan, sang kekasihpun akan dia tinggalkan demi ilmu. Karena yang kekal menemaninya nanti adalah&lt;b&gt; ilmu&lt;/b&gt;nya, bukan &lt;b&gt;kekasih&lt;/b&gt;nya. Lihat lah apa yang dikatakan oleh Ibn Qayyim al-Jauziyyah dalam bukunya "Raudhat al-Muhibbin" (Taman Para Pecinta). Dia menyatakan, "&lt;i&gt;Sungguh, para pecinta ilmu itu sangat rindu dan sangat mabuk kepayang kepada ilmu. Lebih dari kerinduan dan mabuk kepayangnya kepada kekasihnya sendiri. Dan kebanyakan mereka tidak peduli dengan sosok manusia yang sangat ganteng (cantik) sekalipun.&lt;/i&gt;" Dia pun menambahkan, &lt;b&gt;"Sekiranya ilmu itu digambarkan dalam bentuk manusia. Niscaya dia akan lebih indah dan cantik dari matahari dan bulan." &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sekali lagi, perasaan itu hanya dimiliki oleh para perindu dan pecinta ilmu. Jika dalam qalbu kita tidak ada sedikitpun rasa ini, jangan harap kita akan mengejar ilmu. Tak usah mengejar, rasa ingin tahu akan sesuatu pun tidak akan pernah lahir dari qalbu kita yang gersang dari rasa ini. Karena orang yang cinta kepada sesuatu, dia akan banyak menyebutkan. Selain itu, dia akan cari dimana dan kemanapun dia pergi. Itu semua karena rasa cinta dan rindu yang bersangatan terhadap ilmu. Maka, rasa letih tak terasa, rasa capek tak dihiraukan. Semua demi ilmu, ilmu, dan ilmu. Niatkanlah! bahwa semua usaha itu tidak lain hanya untuk mencari keridhohan-Nya. Berharap kita termasuk hamba-hambanya yang kelak mencium aroma syurga serta menjadi ahli didalamnya. Semoga! [El-Ahmady]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khartoum, Sudan&lt;br /&gt;Jum'at,16/6/1432 H&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-7855108151639706838?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/7855108151639706838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/05/menuntut-ilmu-adalah-ibadah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7855108151639706838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7855108151639706838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/05/menuntut-ilmu-adalah-ibadah.html' title='MENUNTUT ILMU- &quot; ILMU ADALAH IBADAH &quot;'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-3621308566773110250</id><published>2011-05-11T13:11:00.000-07:00</published><updated>2011-05-13T13:47:40.378-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>[MUQODDIMAH] "PERHIASAN BAGI PENUNTUT ILMU"</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;PERHIASAN BAGI PENUNTUT ILMU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Catatan Seorang Thalib'ilm dari Negeri Dua nil.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;By: El-Ahmady&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/225597_227517563928260_100000100532568_1096156_8373723_n.jpg" style="width: 493px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyebut Asma-Mu Ya Allah kuawali jemari kasarku mengetik huruf demi huruf menjadi rangkaian kata. Menuliskannya demi menulusuri kembali hikmah yang terselip dari hati yang mulai buta ibrah. Semoga dapat tercerahkan walau harus kesekian kalinya terjatuh dalam lembah nista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, insan sejati. Lama tidak menerbitkan sebuah tulisan untukmu. Membuat jari-jariku lama tidak merasakan nikmatnya suara tuts keybord yang berdetak. Banyaknya kesibukan serta tiadanya motivasi diri yang kuat membuat diri kerap terkalahkan oleh aktifitas yang berjalan hari demi hari. Langkah terasa hampa. Target tanpa perencanaan menghimpit pikiran untuk segera melakukan sebuah tindakan. Namun kerap kali tidak merasakan bekas dari apa yang diperbuat. Rasa rindu untuk berbincang denganmu lewat karya, serta berdiskusi lewat tulisan, membuat langkahku mencari hikmah di bumi dua nil ini bangkit kembali agar mengenyahkan semua rasa putus asa yang kerap datang. Tentunya dengan mempersembahkan sebuah karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempataan ini, Aku ingin mengajakmu menyelami sebuah karya besar Ulama Mu’ashir jaman ini. Buku yang sedang Aku baca dan ingin rasanya berbagi ilmu atas apa yang Aku dapatkan. Melihat banyaknya manfaat yang terkandung di dalamnya serta merupakan tuntunan wajib bagi kita yang ingin meraih ilmu- yang bukan sekedar lintasan atau gelar semata bagi ahlinya. Ilmu apa saja. Tentunya yang membimbing ahlinya kepada suatu mashalat besar untuk umat. Disamping Aku ingin bermuraja’ah kembali demi mengingat apa yang sudah Aku pahami dari pesan yang disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku berjudul “Hilyatu Tholib-ilm (Perhiasan Bagi Para Penuntut Ilmu)” Karya Syaikh Bakr ibn ‘Abdulllah Abu Zaid yang di &lt;em&gt;syarh &lt;/em&gt;-jelaskan- oleh Syaikh Allamah Muhammad Ibn Sholeh al-Ustaimin ini membuka cakrawala pikiranku untuk mendalami serta mengamalkan tuntunan-tuntunan yang termaktub didalamnya. Serta membimbingku agar senantiasa mematuhi rambu-rambu agar selamat menuju stasiun ilmu. Tentu bukan hanya berlaku pada diriku, tetapi juga kita yang ingin mendapatkan barakah ‘ilmu dari Sang Empunya ilmu; Allah SWT, para nabi, serta ulama yang menjadi warisan setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bukan suatu hal yang mudah bagi kita dalam mengemban amanah ini, karena kini bagaikan mutiara yang sudah kehilangan kilaunya. Satu per satu Sang pewaris ilmu suci ini telah kehilangan ahlinya, dan niscaya suatu hari kelak ia akan tiada. Maka kalau sudah demikian halnya, tinggalah para &lt;em&gt;awwamin &lt;/em&gt;yang meraba serta merangkak mencari kilau petunjuk di gelap dasar samudra. Maka benarlah Sabda Rasululllah SAW yang telah memprediksi kenyataan yang kini dilanda umat saat ini, bahwa sedikit demi sedikit kita telah kehilangan mereka pada Pewaris Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Amr ibn ‘Aash berkata: &lt;em&gt;Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah tidak akan mengambil ilmu- dari seorang hamba- dengan cara paksa, akan tetapi mengambilnya dengan mengangkat para ulama. Sehingga apabila tidak ada lagi seorang Alim, tinggalah para pemimpin yang bodoh, yang apabila ditanya, merekapun berfatwa tanpa ilmu, mereka itulah yang sesat lagi menyesatkan&lt;/em&gt;. (HR: Muslim No 1858)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ucapan Rasulullah SAW ini telah jelas bagi kita. Bahwa tugas utama yang seharusnya diprioritaskan untuk saat ini ialah menjaga serta mewariskan kembali ilmu-ilmu tersebut. Tentunya ilmu yang dimaksud ialah ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah. Ilmu syar’i lebih tepatnya, yang merupakan pondasi umat dalam mempertahankan eksistensi Din al-haq, Islam. Siapa lagi yang akan membentengi agama suci ini kalau bukan kita sebagai generasi penerus. Maka dengan buku yang kini berada ditangan saya, izinkanlah saya berbagi ilmu sebagai wadah dakwah yang mudah-mudahan dengannya bermanfaat bagi para pembaca, terkhusus yang menjadi target utama ialah para generasi muda Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, insan sejati. Dalam muqaddimah Syaikh Utsaimin di dalam buku &lt;em&gt;Syarh Hilyah &lt;/em&gt; ini, beliau menuturkan bahwa selayaknya bagi setiap&lt;em&gt; thalib ‘ilm&lt;/em&gt; apabila telah mengetahui keistimewaan suatu ilmu atau ibadah hendaklah mengamalkannya. Apabila Sang empunya ilmu belum mengamalkan apa yang ia dapatkan sama halnya dengan mereka yang &lt;em&gt;awam&lt;/em&gt;-belum mengetahui hakikat sesuatu. Bahkan orang yang awam itu keadaannya “lebih baik” darinya. Karena meninggalkan suatu keistimewaan yang telah tahu akan hakikatnya, namun dengan sengaja meninggalkan bahkan menyembunyikannya dari orang lain, sama halnya orang yang tahu jurang didepannya namun tetap berjalan bahkan membiarkan orang lain jatuh bersamanya. Bertentangan dengan orang awam yang benar-benar belum mengetahui hakikat kebenaran. Bisa jadi ia lebih baik tatkala mengetahui kebenaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga mencoba menterjemahkan muqaddimah yang disampaikan oleh Syaikh Bakr ibn ‘Abdullah dalam syarh ini, selaku penulis buku ‘Hilyah Tholib ‘ilm’. Semoga apa yang kututurkan ini, tidak mengurangi ‘bobot’ pesan yang beliau sampaikan. Cobalah untuk meresapi kandungan apa yang beliau tuturkan dengan segenap jiwa. Agar dapat masuk dalam ruang hikmahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;em&gt;Bismillahirrahmanirrahim-&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku persembahkan petunjuk dalam kitab ‘Hilyah’ ini tahun 1418 H kepada segenap umat muslim-dan kepunyaan-Nyalah segala pujian- agar senantiasa membangkitkan motivasi umat menuju gerbang ilmu, yang dengannya bersinarlah sunnah Nabi Muhammad SAW. Semoga memotivasi dan memberikan manfaat bagi generasi umat yang senantiasa bersungguh-sungguh, mengalirkan darah ‘pembaharuan’ dalam hidupnya. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Faktanya kini kebanyakan dari generasi muda kita mengeluhkan kurangnya kekonsistenan dalam mengemban ilmu yang mereka dapat serta berat untuk menjaganya. Mereka haus ilmu, serta memiliki hasrat untuk mencari dan mengumpulkan. Mereka memiliki perhatian lebih terhadap ilmu, dan kerap tenggelam dalam suatu permasalahan rumit, demi meraih kemenangan bagi umat muslim. Maha Suci Allah yang menghidup-matikan hati…&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Namun disamping niat yang suci ini hendaklah memberikan maslahat secara kaffah kepada umat, serta berhati-hati agar tidak berlebihan dalam meluapkan hasrat yang dimiliki. Serta tidak tergelincir dalam perang pemikiran, kesepakatan dengan kelompok-kelompok yang notabene keabsahan serta tujuannya selama masa pencarian jati diri.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku padakan dengan tiga paragraf diatas, sebagai wacana yang ingin dibahas dalam tulisan kali ini. Cukup sulit untuk menterjemahkan tiga paragraf diatas, sampai harus mencari rujukan kamus Al-Ashri. Namun Aku berusaha keras untuk tetap menterjemahkannya, berharap dengan itu para pembaca jua dapat memahami pesan yang beliau sampaikan. Yakni dengan apa yang terjadi dan sedang maraknya bergejolak di tubuh umat saat ini. Dengan memahami pesan yang beliau sampaikan di awal tulisannya, Aku memahami kerisauan beliau dengan apa yang terjadi pada Generasi Muda dan Generasi Penerus umat islam. Beliau jadikan kedua target ini di awal kata sebagai tanda kecintaan beliau kepada umat, dengan memohon segenap kekuatan kepada-Nya agar senantiasa memberikan kekuatan dan keistiqomahan berdakwah di jalan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah kembali apa yang beliau sampaikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; Pada paragraf pertama&lt;/em&gt;, didapati bahwa apa yang beliau targetkan bukanlah untuk menciptakan generasi penerus yang intektual dalam hal duniawi. Namun jauh daripada itu, beliau dahulukan perkataanya dengan membangkitkan semangat umat agar kembali kepada dakwah yang hakiki, yakni dengan kembali kepada Sunnah Nabi yang merupakan tolak ukur bersinarnya Islam. Menjadi Sang Mujaddid- &lt;em&gt;Sang Pembaru&lt;/em&gt;- yang menghidupkan kembali sunnah-sunnah Nabi yang mulai terlupakan. Tentunya kita dituntut untuk mengetahui sumber-sumber ilmu dasar agama kalau ingin benar-benar membangun kembali islam yang pernah berjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud mengecilkan usaha kita selama ini, yang mungkin dengan berbagai macam bentuknya berusaha untuk melahirkan kembali dakwah islam. Namun pastinya setiap pekerjaan ada benar-salahnya, nilai positif-negatifnya. Perlu adanya perbaikan disetiap lininya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kerap bertanya kepada diri, tentang apa yang selama ini Aku lakukan. Sudah pantaskah Aku untuk berdakwah? Apakah dakwahku sudah dibarengi dengan ilmu dasar agama yang mumpuni? Sudahkan Aku bersungguh-sungguh mencari sumber-sumber ilmu agama itu? Benarkah apa yang selama ini kulakukan, atau sekedar ‘taklid buta’ sebagai warisan adat istiadat? Sukseskah dakwah yang selama ini kuusahahkan? Mampukan Aku menjaga niat dakwah tanpa harus menjadikannya profesi mencari materi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pertanyaan diatas Kulontarkan dari lubuk hati yang terdalam, dalam ranah muhasabah untuk diri sendiri. Mungkin bisa juga untukmu. Kamu dapat menulis deretan pertanyaan panjang untuk dirimu. Sudah sejauh manakah usaha yang Kamu lakukan untuk agama yang suci ini?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini Aku hanya ingin Kita mengetahui betapa ilmu Syari’at yang selama ini didengungkan amatlah penting demi menjaga warisan Nabi yang mulai luput dari waktu. Betapa diri ini masih harus berbenah dari segala kekurangan dan ketertinggalan dalam usaha membangun kembali ‘Alam Islami’ yang pernah berjaya. Mampukah kita seperti para Khulafa’ur Rasyidin, para Sahabat, tabi’in, tabi’ tabi’in yang amanah dalam melahirkan generasi umat yang telah menggoreskan tinta emas sejarah? Mampukah kita membangun khilafah islam yang pernah berjaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pada paragraph kedua, &lt;/em&gt;Syaikh ingin menyadarkan kita kepada fakta yang sedang dialami umat . yakni dengan kerisauan para Pemuda dalam mengemban amanah. Karena beliau melihat, mayoritas pemuda saat ini lebih cenderung tenggelam dalam hal-hal sepele yang bukan pada konteksnya. Waktu sia-sia dibuang untuk kenikmatan nafsu belaka. Banyaknya ajang-ajang mencari bakat yang hanya mementingkan profesi dan materi semata. Menyamarkan pandangan Generasi umat kepada suatu hal yang bukan memotivasi diri untuk menegakkan syari’at agama. Gejolak kepemimpinan yang terjadi diberbagai Negara islam yang enggan akan pemimpinnya, diakibatkan kurangnya loyalitas dan kredebilitas terhadap warga. Disamping itu berita yang berkembang- &lt;em&gt;media barat&lt;/em&gt;- semakin menyudutkan islam kepada kurang tepatnya Syari’at- Hukum Allah- dalam menegakkan kepemerintahan yang loyal terhadap umat. &lt;em&gt;Wal ‘iyadzhu billah…&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, Aku sendiri menyadari betapa Aku juga demikian risaunya mengemban amanah suci ini. Bingung harus memulai darimana melaksanakan tugas, sebagai warisan Para Nabi untuk umat yang dikasihi. Dalam hal ini, Aku berusaha untuk senantiasa belajar banyak melihat kondisi yang mulai terjadi dan berkembang. Baik itu melalui berita, maupun kenyataan yang Aku hadapi pada kehidupan sehari-hari. Aku mulai resah, melihat rumitnya problematika yang harus Aku hadapi kedepan. Antara mengedepankan dakwah kepada umat, atau perbaikan diri dengan profesi yang memadai. Keduanya sama pentingnya. Yang pastinya keduanya akan lebih baik jikalau dilaksanakan berbarengan, tapi apakah hal itu mungkin terjadi? ya, mungkin saja. Aku masih optimis akan hal itu. Aku berharap Kamu juga demikian halnya, berdakwah lewat jalur yang tepat tanpa mengenyampingkan urusan duniawi. Tentunya tidak asal jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilain sisi realita kehidupan sehari-hari yang dijalani dihadapkan kepada kurangnya kekonsistenan diri terhadap tujuan yang ditargetkan. Munculnya ikhtilaf nafsiyah sering mengganggu pikiran untuk segera bertindak. Sehingga timbulah pembicaraan-pembicaraan kecil dibelakang panggung, yang terkadang membuat diri &lt;em&gt;grogi&lt;/em&gt; . maka kalau sudah begini hanya renungan panjang yang menjadi makanan pikiran sehari-hari, tanpa adanya maklumat ilmu yang didapatkan. Karena hal ini menyebabkan tubuh menjadi letih, pikiran buntu untuk mengeluarkan ide-ide baru. Banyak keinginan menggebu, namun hanya bualan lalu tatkala belum mampu menguasai diri. Begitulah sekilas realita yang Aku hadapi saat ini. Dan dengan menuliskannya, Aku berharap ini dapat menjadi jalan keluar demi menciptakan suasana tenang hari-hari yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berkaca dari diriku, Aku bermaksud agar Kamu juga demikian. Yakni mencari jalan keluar yang menjadi gendala bagi Kamu untuk dihadapi. Tanpa harus tenggelam dalam lamunan panjang yang hanya menguras waktu sia-sia. Bukankah seorang muslim merupakan kaca bagi saudaranya semuslim? Maka renungilah, Saudaraku!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pada paragraf terakhir&lt;/em&gt;, Syaikh seakan mengarahkan kita kepada suatu petunjuk yang hendaknya kita laksanakan segera. Yakni berpegang teguh kepada prinsip, namun mengedepankan maslahat kepada umat secara kaffah. Apa maksudnya? Bukankah ini sama halnya dengan egois? Hmm, sepertinya kurang tepat dikatakan egois. Ketegasan, lebih tepatnya. Tentunya yang telah dilandasi ilmu dalam bermu’amalah. Serta independent dalam berpikir. Tegas dalam memproklamirkan diri dan keputusan yang benar. Jangan sampai &lt;em&gt;ta’ashub &lt;/em&gt;– fanatik- terhadap suatu golongan. Jangan pula terlalu bebas berpikir- &lt;em&gt;liberal,&lt;/em&gt; sehingga terlalu mudah mempersepsikan suatu hal yang sacral untuk dibahas.  Menyandng label moderat untuk hal-hal yang &lt;em&gt;tauqifiyyah&lt;/em&gt;- hukum yang qath’i, yang justru membuka gerbang kemaksiatan bagi mereka yang tidak ingin berjihad di jalan-Nya dan ingin sesuai hawa nafsunya belaka..Kita harus banyak menela’ah, serta mengkaji hal-hal yang belum kita ketahui. Kita pula harus &lt;em&gt;care &lt;/em&gt;tatkala sudah menerima informasi. Jangan sempat termakan omongan. Perlu adanya&lt;em&gt; cek and ricek-&lt;/em&gt;penjelasan-yang benar-benar &lt;em&gt;tsiqah.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peribahasa arab mengatakan: “&lt;em&gt;Janganlah kamu bersikap lemah sehingga mudah diperas-oleh orang lain. Jangan pula bersikap keras sehingga kamu dipatahkan”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya tidak lari dari konteks ‘mencari ilmu’. Aku yakin dengan petunjuk ini, kita akan menjadi Generasi Penerus yang mandiri dan memiliki kredebilas Penuntut ilmu yang membawa panji agama menuju pembaharuan dan semangat kelompok. Kelompok apa? Tentunya kelompok yang selama ini disebut-sebut nabi sebagai &lt;em&gt;Ahlusunnah wal Jama’ah, &lt;/em&gt;bukan yang lain. Jangan sampai kita terjerumus kepada kelompok-kelompok tertentu yang belum jelas keabsahan dan tujuannya. Kita harus teliti, cermat memilah serta tepat memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, begitu pula kita! Kita harus mewaspadai diri dari hal-hal yang merusak pikiran dengan masuknya kepada firqah-firqah tertentu. Sudahkah kita memiliki dasar iman yang kuat atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Dari Abu Amir Abdullah bin Luhai, dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan, Bahwa Rasulullah SAW bersabda&lt;em&gt;:…. dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan. Adapun yang tujuh puluh dua akan masuk neraka dan satu golongan akan masuk surga, yaitu "Al-Jama'ah". (HR: Tarmidzi, no 4597)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda kisah orang-orang khawarij? Merekalah para generasi terbaik dimasanya. Dalam diri mereka tertanam keimanan serta kecintaan tinggi demi kemaslahatan umat yang tidak dimiliki oleh selain mereka. Namun karena kecintaan yang berlebihan, mereka memiliki persepsi sendiri dalam mengkafirkan kaum muslim dan para khalifah dengan sekehendaknya. Mereka secara lantang mengkafirkan para khalifah, serta pemaksiat yang melakukan dosa besar. Sehingga dianggap keluar dari konsep islam dan Ahlusunnah wal Jama’ah yang masih memberikan kesempatan bertaubat bagi para pelaku dosa baik besar-kecilnya, padahal mereka sangat mencintai islam. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Itulah gunanya menela’ah dan mengkaji. Dikarenakan kecintaan yang berlebihan, mereka menggunakan hawa nafsunya menimbang kadar keimanan diri seseorang. Tidak pula dikarenakan hal itu, lantas kita tidak mencintai umat ini. Bahkan kita dianjurkan agar senantiasa saling bernasehat dan berjihad di jalan-Nya demi menegakkan &lt;em&gt;Singa &lt;/em&gt; kini sedang lalai dengan tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, Insan sejati. Harus kita sedari betapa kita telah kehilangan jati diri. Jati diri umat yang mulai terkikis oleh perkembangan jaman yang hedonis. Oleh karenanya dengan artikel singkat ini, semoga dapat mencerahkan. Dan kembali memotivasi diri untuk senantiasa belajar dan mencari hakikat agama suci ini dengan memperdalami Al-Qur’an dan risalah para nabi. Berharap kita dapat disatukan dalam &lt;em&gt;firqah &lt;/em&gt; yang selamat itu.&lt;em&gt; Ahlusunnah wal jam’ah&lt;/em&gt;. Semoga!. [El-Ahmady]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khartoum, Sudan.&lt;br /&gt;Selasa,10/05/11&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-3621308566773110250?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/3621308566773110250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/05/muqoddimah-perhiasan-bagi-penuntut-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/3621308566773110250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/3621308566773110250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/05/muqoddimah-perhiasan-bagi-penuntut-ilmu.html' title='[MUQODDIMAH] &quot;PERHIASAN BAGI PENUNTUT ILMU&quot;'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-7105104161830996252</id><published>2011-04-22T12:26:00.000-07:00</published><updated>2011-04-22T12:26:49.446-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Penguasa Bumi?</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/216280_219691038044246_100000100532568_1027010_6423799_n.jpg" style="width: 493px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Saat pandang menyirat beribu makna&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terselip satu tanya dalam hati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Kapan datangnya kedamaian&lt;/em&gt;?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat orang telah jauh dari nurani&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengaku diri penguasa bumi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tiada makna dari sebuah kata&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tiada arti dari sebuah janji&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidakkah mereka ingat !&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tatkala dilukiskan kepadanya satu perumpamaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang mereka yang dibelenggu pada hari yang dijanjikan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“ &lt;em&gt;Wahai, kiranya kematian itulah yang menyudahi segala sesuatu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kekuasaanku telah hilang dariku&lt;/em&gt;”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Satu pengakuan diri yang sia-sia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat tiada lagi seorang pun yang dapat menolongnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dan Sang Segala berkata;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“ &lt;em&gt;tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya kelehernya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bukankah telah nyata peringatan itu baginya?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kini antara ada dan tiada&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keberadaan diri yang sulit diterka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengabdian umat yang ternoda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Namun kau tetap berdiri, mengaku dirimulah Sang penguasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidakkah kau jerah dengan rakyatmu yang tersiksa?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sudahkah nuranimu meraba?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dunia kini mulai mengecam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keadilan yang lama terbungkam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menanti sosok pemimpin sejati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di akhir masa yang mulai letih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Maka aku senantiasa menyeru jiwa-jiwa batu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agar selalu ingat keringat rakyat yang dengan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tangan-tangan penuh lumpur mengaduk-aduk nasib&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengolah masa depan yang suram&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku senantiasa menyeru kamu yang dengan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kejam memakan insan-insan malang&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku senantiasa menyeru kamu yang tanpa ragu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;memangsa sesama yang begitu menderita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Senantiasa menyeru kamu yang tanpa perasaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;memakan masa depan demi memuaskan nafsu-nafsu menggebu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;_____________________&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Nur&lt;br /&gt;Khartoum, Sudan&lt;br /&gt;13/04/11&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-7105104161830996252?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/7105104161830996252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/04/penguasa-bumi_22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7105104161830996252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7105104161830996252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/04/penguasa-bumi_22.html' title='Penguasa Bumi?'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-591032122300720095</id><published>2011-04-22T12:23:00.000-07:00</published><updated>2011-04-22T12:23:14.089-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Setiap Detik Yang Terlupa</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/198098_214082855271731_100000100532568_983257_6970630_n.jpg" style="width: 493px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Setiap detik berlalu...&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sudahkah terpikirkan olehmu satu perbuatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yang kau persembahkan untuk satu tujuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pada umat yang terbutakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oleh gemerlap cahaya dunia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fana dan kenistaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Setiap detik berlalu...&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pernahkah terpikirkan olehmu satu perjuangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Meniti keabadian cinta dalam genggaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sigap, tegap, curahkan raga dan pikiran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Demi umat yang terlena&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Agar kelak berjalan bersamamu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menuju jihad yang kini terlupa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Setiap detik berlalu...&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akankah kau tetap terlela dan termangu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dalam sesal dan kelemahan diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Buta mata, telinga, dan nurani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Melukai diri dengan belati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cobalah untuk berdiri dan sadari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahwa kehidupanmu akan berarti&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saat kau memberikan makna dan arti&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Setiap detik berlalu...&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tidakkah kau rasakan...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahwa umat semakin tersiksa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oleh penguasa yang dhalim nan durja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memerangi raga sendiri dengan tahta dan dusta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berpuluh, beratus, beribu nyawa dilumat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terkekang keadilan yang tersekat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Setiap detik berlalu...&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Akankah kau hanya mencerca&lt;/i&gt;?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mencerca diri yang tak lagi menghargai dirinya sendiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Melaknat diri&amp;nbsp; yang tak kenal jiwanya sendiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menggunjing diri yang&amp;nbsp; tak mendengar&amp;nbsp;bisik nurani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bilamana itu adalah kebanggaan baginya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Maka hanya 'isap jempol' yang tersisa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Akankah kau hanya bisa menyaksikan&lt;/i&gt;?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bukankah kau mengaku bahwa agamamulah yang memerintahkan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Masihkah kau hanya terdiam?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pikirkan dan rasakan betapa waktumu telah hilang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tertelan kelalaian dan kelemahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keluh dan kepasrahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tanpa satu perbuatan yang berlaku, untuk umat yang satu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Satu tujuan, satu impian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Berjihadlah wahai ikhwan...&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jihad harta, raga, dan pikiran&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ma'allah Musta'aan..&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Muhammad Nur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Khartoum, Sudan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;24/03/2011&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-591032122300720095?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/591032122300720095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/04/setiap-detik-yang-terlupa_22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/591032122300720095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/591032122300720095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/04/setiap-detik-yang-terlupa_22.html' title='Setiap Detik Yang Terlupa'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-847007935752303073</id><published>2011-02-19T01:54:00.001-08:00</published><updated>2011-02-19T01:54:35.478-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Sejauh Kaki Melangkah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/180095_204692242877459_100000100532568_908128_3601649_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejauh kaki melangkah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mencari jejak para mujahid ilmu di padang sahara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kudapati sebuah tanya tentang hati yang kerap rindu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adakah &amp;nbsp;kutitipkan satu harapan pada-Nya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sudahkah &amp;nbsp;kutunaikan amanah yang menjadi tugas utama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku hanya mampu terdiam mencari sebening hikmah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;yang kerap hilang dari beribu makna kehidupan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;yang sulit terjamah oleh hamba yang durjana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejauh kaki melangkah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mendengar desau suara angin gurun bertasbih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memuji ke-Esaan Tuhan semesta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mencoba tuk rasakan perjuangan panjang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;diteriknya mentari, dinginnya petang &amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bebutir keringat tidak sebanding dengan sebutir kasih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kasih seorang junjungan umat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kepadanya kelak berharap syafa’at&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Muhammad, kekasih Ilahi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejauh kaki melangkah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sudahkah kutemukan pelita?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di antara mozaik-mozaik sejarah kehidupan yang kulalui&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku hanya bisa menunggu pada saatnya tiba&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menanti senja di ufuk barat menyelaksa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat itulah ketemukan kedamaian cinta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menggoreskan tinta peradaban di kertas putih nurani&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menekuk kaki dalam sujud kasih tak bertepi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mampukah ketetapan qalbu menjadi saksi?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat mata, telinga, bersaksi dan mulut terkunci&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terlempar berbagai pertanyaan akhir abadi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menjadi satu tanda umatnya yang bertaqwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang apa yang telah terlewat dan dilalui&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Man Rabbuka&lt;/em&gt;…Siapakah Tuhanmu?...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Man Nabiyyuka&lt;/em&gt;…Siapakah Nabimu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Maa Dienuka&lt;/em&gt;…Apa Agamamu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejauh kaki melangkah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Moga ditetapkan qalbu, iman dan ilmu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pada-Nya, tempat kembali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sang pada-Nya ruh berlabuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;16/02/11&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khartoum, Sudan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-847007935752303073?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/847007935752303073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/02/sejauh-kaki-melangkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/847007935752303073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/847007935752303073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/02/sejauh-kaki-melangkah.html' title='Sejauh Kaki Melangkah'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-1328477525954177299</id><published>2011-02-19T01:52:00.000-08:00</published><updated>2011-02-19T01:52:22.137-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Mengukir Cinta Abadi</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/168319_202265613120122_100000100532568_889202_5787409_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam setiap gores pena&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ingin selalu kuukir sebuah nama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang selalu menemani dalam gelisah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memberiku cinta semesta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adakah diri senantiasa mengingat-Nya?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;saat diam, ceria&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;saat duka, suka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;saat lelap, mata terbuka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam setiap hirup nafas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ingin kuingat sebuah nama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang selalu mengingatku dalam diam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang selalu menunjukkanku jalan terang benderang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adakah diri menyanjung nama-Nya?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Subhanallah..&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Walhamdulillah..&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Allahu Akbar..&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Laa ilaaha illallah..&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam setiap genting detik berdetak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ingin kupadukan hati yang retak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Antara aku dan Zat yang Maha Tahu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang telah memberikan aku kekuatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agar ku selalu tabah dan patuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adakah sebuah kenikmatan yang lebih tinggi dari itu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kenikmatan jiwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kenikmatan batin yang pasrah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tatkala berdua dengan Rabb-Nya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam setiap kata terucap&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ingin kusebut sebuah nama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang pada-Nya kupinta cahaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tempat bergantung, dan bersujudnya asa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memohon segala keampunan atas segala yang terlupa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adakah kelalaian yang melampaui diri, khilaf dan dosa?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hanya kepada-Nyalah kupasrah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengukir keabadian cinta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Moga senantiasa dalam limpah kasih-Nya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/167272_202265496453467_100000100532568_889199_443124_a.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mahmoud El-Ahmady&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khartoum, Sudan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;08/02/2011&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-1328477525954177299?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/1328477525954177299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/02/mengukir-cinta-abadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1328477525954177299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1328477525954177299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/02/mengukir-cinta-abadi.html' title='Mengukir Cinta Abadi'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-2906941667239891283</id><published>2011-02-19T01:50:00.000-08:00</published><updated>2011-02-19T01:50:50.144-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;strong&gt;Cahayaku telah hilang saat jiwaku diliputi ketakutan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cahayaku pergi saat hatiku mulai goncang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku bingung tak menentu saat nuraniku pilu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku bingung mencari jalan saat rambu-rambu tak kuhiraukan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Semuanya seakan buram, pikiranku kacau tak karuan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam kesendirian aku hanya mampu menerawang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Semuanya layu sebelum berkembang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat keogahan dan hawa nafsuku kelabui pandangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat kepongahan diri melalaikan tujuan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku hanya mampu terdiam, suram lamunan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kadang aku terjebak,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tergesa-gesa mencari secuil embun disangkar labirin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang ada hanya bilik-bilik kosong pandangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tiada petunjuk mengiringi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tiada jejak dibumi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku melebur dikesunyian panjang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaikan burung aku terbang meniti awan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kerahkan kedua sayap tuk hampiri putihnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Semakin tinggi layangku pasrahkan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Semakin besar cobaan datang tuk hampiri lemahnya iman dan jiwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seperti rasulullah, saat menyendiri di gua Hira&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bersemedi taqwa menautkan hati pada Pencipta Semesta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mencoba membayangkan kembalinya kejayaan islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memahat kerinduan indahnya iman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tancapkan ihsan dalam hati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seperti Rasulullah,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;Tafakkurku menyelami samudera alam, luas tak bertepi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menorehkan tinta emas sejarah kehidupan bersemi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adakah kenikmatan yang lebih indah selain memadu kasih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pada Rabbal ‘Izzati, Ilahi Rabbi..&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seperti Rasulullah,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ingin raga sampaikan dakwah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Walau hanya sepatah kata&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dengan ilmuku yang belumlah seberapa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat kuingat sabda-Nya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Ballighu ‘Anni walau Ayaah”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kucoba menata pikiran, hati, dan jiwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seperti Rasulullah,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku ingin berjihad&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jihad ilmu, jihad harta, jihad raga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menegakkan dinillah yang lama terjajah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang dengannya khilafah islamiyah bertakhta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Walau hanya menggoreskan pena, tuliskan tinta nurani&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Moga kelak kumampu telusuri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bangkitkan semangat diri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menjadi muslim sejati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ya Rabb, tsabbit qolbii….&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Mahmoud El-Ahmady&lt;br /&gt;Khartoum, Sudan&lt;br /&gt;03/01/10&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; ﻿&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-2906941667239891283?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/2906941667239891283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/02/cahayaku-telah-hilang-saat-jiwaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/2906941667239891283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/2906941667239891283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/02/cahayaku-telah-hilang-saat-jiwaku.html' title=''/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-4226764458199593211</id><published>2011-02-19T01:34:00.000-08:00</published><updated>2011-02-19T01:34:37.000-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Kembali Menatap Rekah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/148196_190121044334579_100000100532568_790923_3855687_n.jpg" style="width: 493px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;﻿&lt;strong&gt;Kembali ingin kutatap rekah mentari&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat malam berlari tinggalkan jejak aurora&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menyingkap garis merah kehangatan jiwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat itu, aku hanya mampu melangkah dan meraba&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mencoba mencari jejak kaki petualang dakwah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berjalan dan berlari&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengitari dedebu terik sahara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seperti burung aku terbang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kepakkan sayap&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“aku datang dan melihat-Mu!”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ah, pastilah debu ini sebabnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengabur pandangan, mengusik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penerbangan penuh duka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ku coba menukik pada setangkai dahan rapuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jauh kumencari oase cinta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bilamana kumerasa lelah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menghirup udara peluh yang dahaga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ku rebahkan sayap sejenak &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kembali ingin kutuliskan segenap jiwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat dzauq qalbuku keras membeku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menata kembali kata demi kata&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alif …ba… ta…,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;luputku mengeja rasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat itu, aku hanya mampu mengutip sisa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mencoba menggoreskan apa yang terlupa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;#&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kembali ingin kusapa ceria&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Merangkai serpihan cerita; duka cita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang diri yang haus jiwanya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata demi kata yang terungkap akan menjadi sejarah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat ingin kupahat kisah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di sini walau waktu telah berlalu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa yang terlewat pastilah berlaku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat penyesalan tinggal kenangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mendahului pengorbanan yang tak sia-sia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ku coba melangkah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tuk sekedar merasakan kehangatan kasih-Mu &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tuk merapatkan tubuhku dipangkuan-Mu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;lagi kumencoba tuk merangkai hati yang keluh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;i'timadku sandarkan pada-Mu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;moga kokoh qolbu, &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ya Rabb terangilah hatiku...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mahmoud El-Ahmady&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Khartoum, Sudan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;27/12/10&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-4226764458199593211?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/4226764458199593211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/02/kembali-menatap-rekah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/4226764458199593211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/4226764458199593211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2011/02/kembali-menatap-rekah.html' title='Kembali Menatap Rekah'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-6313788786961461694</id><published>2010-11-22T00:40:00.001-08:00</published><updated>2010-11-22T00:40:17.058-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Selembar Sajadah</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs559.ash2/148163_177753642237986_100000100532568_691372_5159716_n.jpg" style="width: 393px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;﻿&lt;strong&gt;Kepada siapakah satu tujuan hendak kubawa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menanam benih cinta di lubuk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Telusuri jejak-jejak manusia pilihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mencari jiwa-jiwa semesta di terik sahara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sedang hati gelisah, dan ingin berlari&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tinggalkan tumpuk onak berduri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di atas dengus tanah aku terguling&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terus jatuh terus bergulir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terus menuju tempat datar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hingga sadarkan jiwaku yang kusam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang mereka yang tegar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berdiri, berjalan, dan berlari&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mencari negeri impian, negeri para nabi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di sini walau keluh meribu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Walau jantung berdegup gemuruh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Embun sejuk senantiasa bersemi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sirami hati hamba-Nya yang ingin kembali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sang, pada-Nya meraba kasih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Taruhlah aku di padang pasir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agar teruji haus dan laparku.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Layarkanlah aku di lautan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Biar terlihat mabukku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Baringkanlah aku di sisi-Mu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam cahaya dan surga-Mu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bersama mereka yang putih jiwanya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Genggam tangan dalam rangkul hangatnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selembar sajadah tempat bermanja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tempatku meluntur duka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kala ingin kusapa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dhuha, senja, malam sepertiga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bersama luka dan dahaga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selembar sajadah tempat bersimpuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Akankah menjadi saksi tempat mengadu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kala ingin kubasuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peluh, keluh, sedu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di atas sujud telimpuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jangan sembunyi dariku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karena jiwaku ada dalam Engkau&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Betapa langkahku mengejar jiwa-Mu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Betapa aku menunggu-Mu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Betapa jiwaku kehilangan kuasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ampunilah aku…&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khartoum, Sudan&lt;br /&gt;11/11/10&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; ﻿&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-6313788786961461694?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/6313788786961461694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/11/selembar-sajadah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/6313788786961461694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/6313788786961461694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/11/selembar-sajadah.html' title='Selembar Sajadah'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-4398449382759523344</id><published>2010-11-22T00:39:00.002-08:00</published><updated>2010-11-22T00:39:41.074-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Bila Larut Tiba</title><content type='html'>&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm"&gt;&lt;div class="clearfix uiHeaderTop"&gt;&lt;div class="uiHeaderActions rfloat"&gt;&lt;a class="uiButton uiButtonDefault uiButtonMedium" href="http://www.facebook.com/editnote.php?draft&amp;amp;note_id=10150117027303858&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;span class="uiButtonText"&gt;Sunting&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle"&gt;Bila Larut Tiba&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearfix"&gt;&lt;div class="mbs mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg"&gt;oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000100532568"&gt;Muhammad Nur&lt;/a&gt; pada 04 November 2010 jam 18:51&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs911.snc4/72466_175742212439129_100000100532568_675469_2567938_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;﻿Bila larut tiba, raut wajah sejuk terbayang&lt;br /&gt;Kerinduan semakin dalam&lt;br /&gt;Yang hinggap hanya sebuah penantian&lt;br /&gt;Entah sampai kapan, dimana, dan bagaimana&lt;br /&gt;Aku hanya terdiam&amp;nbsp; menghitung hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila larut tiba, coba renung meraba kisah&lt;br /&gt;Terus jalan dan berlari&lt;br /&gt;Mengoleksi segala yang ditemui&lt;br /&gt;Menggurat kenangan, menggores sejarah&lt;br /&gt;Berteriak pada penjuru angkasa&lt;br /&gt;Aku punya nama!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika aku berjalan&lt;br /&gt;Dan bertemu kehidupan.&lt;br /&gt;Lalu, aku bergegas mencari cermin&lt;br /&gt;Dan berkaca pada diri.&lt;br /&gt;Ada kerut di dahi&lt;br /&gt;Ada tanya di hati&lt;br /&gt;Siapa diri ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu setia menggerus peluh&lt;br /&gt;Saat ingin kuhadapkan satu harapan&lt;br /&gt;Biarlah keringat mengering duka&lt;br /&gt;Saat ingin kugapai sebuah impian&lt;br /&gt;Lagu kedamaian akan tiba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri aku kesempatan untuk meminta&lt;br /&gt;Berpuluh, beratus, beribu keinginan tak kunjung usai&lt;br /&gt;Melewati batas kesabaran&lt;br /&gt;Hanyut di air deras pengharapan&lt;br /&gt;Saat kusandang segala kejadian sendirian&lt;br /&gt;Aku tengadah pada langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucoba katakan pada dengus tanah merah&lt;br /&gt;Apa yang seharusnya aku lakukan&lt;br /&gt;Saat cobaan menari di atas puing keluh&lt;br /&gt;Saat bisikkan suara indah godaan bergemuruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila larut tiba, izinkan aku memadu rindu&lt;br /&gt;Pada-Mu, izinkan aku sujud telimpuh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khartoum, Sudan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;04/11/10&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-4398449382759523344?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/4398449382759523344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/11/bila-larut-tiba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/4398449382759523344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/4398449382759523344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/11/bila-larut-tiba.html' title='Bila Larut Tiba'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-3356082099282090700</id><published>2010-11-22T00:39:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T00:39:02.930-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Bidak Pengembaraan</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs008.ash2/33775_168621619817855_100000100532568_628186_7862956_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;﻿&lt;strong&gt;Siang menerik membakar pusaran kepala&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sedetik, lalu hujan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Garis-garis turun menancapi tanah,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memukul lantak butir benih,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memendamnya ke basah tanah merah,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Melarutkan penanam ke dalam mimpi terang bulan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Harum daun ladang keemasan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masih kuraba pelita di kesunyian gempita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hening sapa langkah kuku-kaki telusuri &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejenak kata hangatkan gigil sepi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat kerinduan mulai meranum di padang gersang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Subur, walau peluh mengering perih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masih kuraba terjal di liku jalan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kukatakan pada langit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengembaraanku penuh tanya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mencari napas dan denyut nadi,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bahkan jasadku entah di mana!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku hapus jejakku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di atas pasir gurun lapang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Permainan berjalan sudah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku jadi bidak di papan besar perjalanan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kotak-kotak waktu harus dilalui&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bingkai dan bangkai peristiwa menanti&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terisi kapan, di mana, bagaimana,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sementara, detak jarum berlomba dengan nadi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bismillah...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Izinkan aku melangkah dan menepi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;merangkai sejuta impian dan harapan walau peluh terik menghujan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bismillah...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Izinkan aku mengeja semburat senyum syahdu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;di gersang ilalang panjang dengan ayat keteduhan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ya, Rabb! Ridhoilah langkahku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Muhammad Nur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khourtoum, Sudan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;16.00&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10/10/10&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-3356082099282090700?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/3356082099282090700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/11/bidak-pengembaraan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/3356082099282090700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/3356082099282090700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/11/bidak-pengembaraan.html' title='Bidak Pengembaraan'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-2832593392946982464</id><published>2010-11-22T00:38:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T00:38:09.716-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Denyut Tasbih Di Padang Sujud</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs655.snc4/61521_162413160438701_100000100532568_587113_2983530_n.jpg" style="width: 393px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Di sini sunyi meski genderang bertalu-talu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hening, meski jantungku berdebar keras&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menyuarakan ruh-Mu, tak ada gema,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tak ada suara, aku hanyut di padang luas.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Segalanya melebur di kesunyian ilalang panjang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kapan semua harapan kucapai?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kapan aku tidur dengan damai?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku tundukkan dalam hening sujudku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bersama nafsu hati, ‘tuk segera larut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di dalam kedekatan-Mu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kucium sajadahku dalam malam sunyi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seperti ingin kureguk nikmat cahaya-Mu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang menelusup di relung kalbu.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kini mimpi itu datang, menjemputku di ujung hari&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat harapan yang dulu sempat menawan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat cita itu sempat pergi dan enggan kembali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Engkau tunjukkan kuasa-Mu di terik keculasan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menyapa dari tirai kehampaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lihainya Engkau membolak-balikkan hati!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cinta, cita dan harapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peluang dan kesempatan mengawan di dinding hati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Meraup sejuta impian di tanah kenabian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kini, di laman sejuta arti&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tak kusangka ia datang membawa kabar gembira&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Satu rasa menyelusup rongga jiwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terlampau banyak kenangan yang terkumpul&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Waktu yang ada hanya cukup untuk memperbaiki&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Segala yang disebut salah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sampai nanti detik terakhir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sehingga tak ada pengabdian percuma&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karena setiap waktu adalah pengorbanan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jika aku dapat terbang ke langit,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Akan kurengkuh kuasa-Mu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jika dapat kukejar bayang-Mu di bumi,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Akan kuraih tanah bekas tapak-Mu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tapi, diri-Mu adalah penguasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang kuasanya ada di mana-mana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ingin Aku mengulang, lembar hidup dari awal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ingin membasuh, segala hitam yang nodai imam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ya Allah, izinkan aku meneguk pelita kasih-Mu!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ya Rabbi, lingkupi aku dengan dekapan cinta-Mu!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di setiap rukuk dan sujud&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ilahi, biarkan aku jadi milik-Mu!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ku  dedikasikan kepada saudara/iku di bumi perjuangan, dalam meraih mimpi  dan harapan. Agar senantiasa tawakkal di bawah naungan kasih-Nya. Agar  berpegang teguh dan bersabar meraih cita yang tertunda. Karena peluang  dan kesempatan pastilah ada di setiap denyut tasbih menjalankan  titah-Nya. Ingatlah selalu sapa-Nya, Wa man yataqillah, yaj'allahu  makhraja wa yarzuqu min haitsu laa yahtasib. Dan barang siapa  bertawakkal, Ia akan memberi jalan keluar baginya dan rezeki yang tak  terduga. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallah A'lam Bishowab.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Muhammad Nur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sampali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;18/09/10&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-2832593392946982464?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/2832593392946982464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/11/denyut-tasbih-di-padang-sujud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/2832593392946982464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/2832593392946982464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/11/denyut-tasbih-di-padang-sujud.html' title='Denyut Tasbih Di Padang Sujud'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-1350278840566973238</id><published>2010-08-31T07:32:00.001-07:00</published><updated>2010-08-31T07:32:54.569-07:00</updated><title type='text'>Di Sudut Selakar Kerinduan</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=548999&amp;amp;fbid=156716991008318&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=493139503857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=493139503857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs383.snc4/44574_156716991008318_100000100532568_548999_139209_n.jpg" style="width: 420px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;﻿&lt;strong&gt;Pernahkah kau coba menerka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa yang tersembunyi disudut waktu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Meneguk embun kerinduan dalam dada&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengeja hitam putih dalam hati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sebait ini kulukis sejuta pesona&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang sempat merona dalam jiwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang mereka yang tersudut di ujung senja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang mereka yang terbias dalam pelangi peristiwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang mereka yang mengurung ditempurung selaksa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masihkah enggan kau hiraukan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terbersit bayang-bayang damai disudut matanya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Meledak dalam telaga kerinduan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ia &amp;nbsp;berdiri tegak di atas bukit mimpi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengharapkan awan tersisa sehabis hujan membasahi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menantikan sebuah nama yang melaman cinta-Nya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selama musim belum bergulir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejauh batas pengertian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jaring kebekuan cinta tersekat di dinding kepongahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Acuh di atas kebimbangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kulihat tetapak seberkas ladang kehidupan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memopoh tubuh kecil dan membungkuk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menggenggam ilalang menyeruak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ah, kau pasti terhenyuk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Melihat senyumnya yang meliuk &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Indah…, sejuk….&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidakkah kau mendapati ia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bersenandung bersuling bambu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sorot mata dalam menyimpan rindu &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pernahkah kau mencoba membaca?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Genderang pepadi yang ia tabuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masih ada waktu saling membuka diri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lihatlah sejenak ranum pesona&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di syurga selakar ini&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bersinggahlah, saat kau gundah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menghirup sejuk embun pagi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Merasakan hangat mentari &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menjejaki tanah di kaki bukit ini.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb:Terinspirasi setelah mendengar Lagu Ebit G Ade "Cinta Sebening Embun"&lt;br /&gt;mengobati kerinduan pada hijau suasana di Simpang Selakar.&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=549000&amp;amp;fbid=156717434341607&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=493139503857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=493139503857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs400.snc4/46349_156717434341607_100000100532568_549000_279092_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mahmoud Al-Amir&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabtu, 28/08/10&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-1350278840566973238?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/1350278840566973238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/08/di-sudut-selakar-kerinduan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1350278840566973238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1350278840566973238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/08/di-sudut-selakar-kerinduan.html' title='Di Sudut Selakar Kerinduan'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-8006317699546950704</id><published>2010-08-31T07:31:00.001-07:00</published><updated>2010-08-31T07:31:36.902-07:00</updated><title type='text'>Muhasabah Ramadhan 06: Perjalanan Senja</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=541643&amp;amp;fbid=155636024449748&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=491368443857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=491368443857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs391.snc4/45391_155636024449748_100000100532568_541643_5348819_n.jpg" style="width: 420px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Perjalanan ini membawaku pergi jauh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hilangkan sejenak keluh yang mengusik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di dinding hati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ilalang menyeruak di tepian jalan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gembala kecil bersenandung riang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat kupandang lamat sejuk mentari di penghujunghari&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ah, bayang-bayang kerinduan itu!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terlukis senyum yang kau goreskan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kasih pun mulai deras mengalir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cemerlang sebening embun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sungguh indah...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku mencari jawaban dilangit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adakah disana?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat menyusuri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat ingin kuterjemahkan waktu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ingin ku melumat rasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang arti senyum indahmu diselakar ini&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang arti hitam putih yang terpancardipelangi mata&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adakah sorot mata menyimpan rindu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejuta kenangan yang sempat terlupakan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejuta impian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejuta harapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Waktu telah lama memisahkan kita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat ku tak mengenal kisah tentang dirimu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat ku sadari tersirat makna yang tak mampu terucap&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat lalu yang telah terlewat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat inilah ingin kuungkap segala hasrat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sketsa kehidupan yang telah terlukis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memberikan isyarat padamu tentang manis dan masam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat angin mendengus peluh, kau hilangkan sejenak keluh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bila masih mungkin&amp;nbsp; kutorehkan bakti&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Atas nama jiwa tulus dan ikhlas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hanya dengan ukiran jiwa diatas kertas ini kumampu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Untuk tuliskan semua kisah tentangmu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Senja....&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mampukah ku bertanya?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pada angin yang berhembus&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang arti keikhlasan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pada liuk rerumpun yang bergoyang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang arti kerendahan hati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pada hitam jejalan yang menyusur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang arti pengorbanan diri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pada hijau gegunung yang terbentang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang arti perjuangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Benang-benang merah merajut kerinduan pada suatu masa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ah, hanyalah waktu yang dapat menjawab&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gejolak hati yang terjerat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Disemak kerinduan yang membuncah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di perjalanan senja ini&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mampukah terjawab semua pertanyaan itu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=541644&amp;amp;fbid=155636201116397&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=491368443857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=491368443857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs375.snc4/45807_155636201116397_100000100532568_541644_7262015_n.jpg" style="width: 420px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;Gunung Sinabung&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Simpang Selakar: Nama desa di Kaban Jahe&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: &lt;em&gt;Saat dalam perjalanan menuju Kaban Jahe&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;menikmati pesona alam di senja hari Gunung Sinabung&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmoud Al-Amir&lt;br /&gt;24/08/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-8006317699546950704?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/8006317699546950704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/08/muhasabah-ramadhan-06-perjalanan-senja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/8006317699546950704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/8006317699546950704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/08/muhasabah-ramadhan-06-perjalanan-senja.html' title='Muhasabah Ramadhan 06: Perjalanan Senja'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-4052188695057972347</id><published>2010-08-31T07:30:00.000-07:00</published><updated>2010-08-31T07:30:21.607-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Muhasabah Ramadhan 05: 'Amma?</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=528383&amp;amp;fbid=153909451289072&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=488381278857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=488381278857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs143.ash2/40510_153909451289072_100000100532568_528383_1564725_n.jpg" style="width: 420px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;﻿&lt;strong&gt;&lt;em&gt;'Amma? '&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang apakah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kita bertanya-tanya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat tanda-tanda kekuasaan membungkam kedustaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat risalah menjadi penerang jalan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat petunjuk telah bersemi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat karunia telah diraih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat kasih telah berbagi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Lantas, untuk apa kita berselisih?!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidak!, sekali-kali tidak!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelak kita akan mengetahui&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kehidupan itu hanya tempat bersinggah diri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ah, adakah mereka menyadari fana itu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kala busur-busur syaithan membidik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Suara-suara berbisik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Melumat sesisip pelita dihati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Membuai dengan mimpi sepi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hampa dengan makna dan arti&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidakkah hening suara adzan berkumandang,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;menjadi tanda!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bahwa,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kemenangan nian datang dihati hamba-Nya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;yang membersihkan diri dari sgala yang usang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;;hasad, dengki, iri, batu penghalang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jelas sudah, keberuntungan itu datang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Afalaa...tatafakkaruun?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidakkah alam telah menjadi saksi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kebiadaban makhluk yang terpuruk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;di jurang kenistaan, yang telah abadi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;;Fir'aun, Tsa'laba, wal Qorun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ibrah untuk kita hayati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Afalaa...tatadabbarun....?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;'Amma?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Maka, tentang apakah lagi yang kita pertanyakan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kini, keampunan telah datang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Barakah telah terbentang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Untuk kita yang menyadari hakikat ramadhan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Fabiayyi 'aalaa i Robbikumaa tukaddzibaan?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Vocabularies:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;'Amma: Tentang Apakah?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Afalaa tatafakkarun: Tidakkah kau berpikir?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Afalaa tatadabbarun: Tidakkah kau mengambil pelajaran?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Fabiayyi 'aalaa i Rabbikuma tukaddzibaan: Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Annaba', Ayat 1-5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mahmoud Al-Amir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;18/08/10&lt;br /&gt;[8 Ramadhan 1431 H]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-4052188695057972347?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/4052188695057972347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/08/muhasabah-ramadhan-05-amma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/4052188695057972347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/4052188695057972347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/08/muhasabah-ramadhan-05-amma.html' title='Muhasabah Ramadhan 05: &apos;Amma?'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-1073872030249786334</id><published>2010-08-16T23:36:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T23:36:06.596-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Muhasabah Ramadhan 04: Melepas Resah</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=526632&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=487901393857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=487901393857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs260.snc4/40325_153633481316669_100000100532568_526632_2643773_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;﻿&lt;strong&gt;Demi malam apabila menutupi; cahaya siang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adakah kedamaian itu datang, kala hati ini gersang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kembali kumerangkai berbata asa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;membangun keabadian jiwa merangkai cinta-Nya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ah, keresahan ini membidik qalbu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;enyahlah, ditelimpuhku memaut rindu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bukankah Kami telah melapangkan dadamu?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lantas, mengapa kini kumenjauh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jarak dan waktu telah memisahkanku dari keheningan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;hati yang lalai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;jiwa yang terkulai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;malam-malam terbuai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;menepi kehampaan diteluk sepi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ah, keresahan ini merentas lini&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;penyangga, menopang diri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan Kami pun telah menurunkan bebanmu, darimu, &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;yang memberatkan punggungmu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat tersadari jamah-Nya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sesisip embun melumat ubun-ubun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dan rasakanlah, Ia sedang bersamamu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menuntun leliku manhaj&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memupuk benih-benih hasrat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Membimbingmu dengan ayat-ayat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menabuh kasih dipenghujung malammu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ah, kesusahan itu bukanlah resah&lt;/em&gt;!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dan tidakkah kau tahu tentangnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang hati yang semesta jiwanya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang arti yang menyamudera maknanya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang diri yang tersandang cinta-Nya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Himada, Sang penggenggam hujan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sesungguhnya bersama kalutmu ada kemudahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dan hanya kepada Tuhanmulah engkau merajut harapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Maka, enyahlah resah!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ramadhan telah tiba, penuh keampunan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al- Insyirah 1-8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mahmoud Al-Amir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;17/08/10&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[7 Ramadhan 1431 H]&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-1073872030249786334?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/1073872030249786334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/08/muhasabah-ramadhan-04-melepas-resah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1073872030249786334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1073872030249786334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/08/muhasabah-ramadhan-04-melepas-resah.html' title='Muhasabah Ramadhan 04: Melepas Resah'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-2579877113141718787</id><published>2010-08-16T23:34:00.001-07:00</published><updated>2010-08-16T23:34:49.837-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah Kajian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Halaqah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Muhasabah Ramadhan 03: [Halaqah dipagi hari] Fungsi Hidup Muslim Sebagai Khalifah</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Dan (Ingatlah)ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifahdi bumi". Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusakdan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu danmenyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidakkamu ketahui."&lt;/em&gt;(Al-Baqarah, ayat-30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=525462&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=487701138857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=487701138857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs126.ash2/39646_153482074665143_100000100532568_525462_1207510_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;﻿Saudaraku!. Ada banyak pertanyaan selepas halaqah pagi ini yang berkeliaran di pikiran.Tentunya, tidak lari dari mempermasalahkan eksistensi diri kita sebagai khalifah. Dewasa kini, konflik internal dalam kepemimpinan sering kali menghiasi ranah pemikiran kita. Bahkan, terjadi perdebatan disana-sini yang sampai sekarang belum ditemukan titik temunya. Sistem demokrasi yang berjalan, tidak seperti yang diharapkan, dan cenderung didasari kepentingan politik semata, tanpa adanya maslahat umat didalamnya. Nah, dari sini telah tampak, bahwa, demokrasi yang kita usung masihlah lemah untuk dijadikan panggung&amp;nbsp; kepimpinan negara yang bermayoritas muslimin ini. Kegelisahan yang menggunung, seakan siap-siap meletus kapan saja, melihatkondisi yang tak karuan ini. Maka tak salah jikalau diawal penciptaan kita, malaikat bertanya sebagai pelajaran awal demokrasi yang diajarkan Allah melalui dialog-Nya dengan malaikat ketika akan menciptakan Adam. Malaikat bertanya sebagaimana ayat diatas "&lt;em&gt;Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak danmenumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikannama-Mu?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam kajian yangsaya ikuti pagi ini, pertanyaan kritis malaikat tersebut banyak yang menanggapidengan pandangan yang berbeda-beda, yang pada kesimpulannya terangkum dalam 3 poin berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di awal penciptaan manusia-Adam. Dialog yang tertera diatas bukanlah disebabkan lemahnya kekuasaan Allah dalam bertindak. Pastinya kita bertanya, dengan kekuasaan-Nya, apa yang tidak dapat ia lakukan dan kehendaki. Lantas, mengapa diadakannya dialog tersebut. Ternyata itu adalah Isti'lam-pemberitahuan-kepada malaikat dan iblis ciptaan-Nya, bahwa akan diciptakan-Nya makhluk termulia yang belum pernah ada sebelumnya. Sebuah pengakuan, dan eksistensi sebagai makhluk yang mendapat amanat sebagai 'khalifah' di muka bumi. Dari sini, ada pelajaran penting bagi kita yang ingin menjadi pemimpin, bahwa, sebagai pemimpin hendaklah transparan dalam mengambil keputusan. Memberikan pengakuan, pengukuhan terhadap keputusan yang telah ditetapkan, siap menjadi benteng dan tulang punggung apabila terjadi kekhilafan sewaktu-waktu. Itu jelas dengan adanya pernyataan Allah "&lt;em&gt;Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak     kamu ketahui&lt;/em&gt;."&amp;nbsp; Nah, pastinya Allah telah menjamin apa yang akan terjadi setelahnya. Walaupun realitanya kita banyak mengingkari apa yang telah diamanatkan sebagai khalifah untuk sekarang ini. Dengan banyaknya kerusakan yang kita lakukan, Ia masih saja memberikan banyak peluang, rezeki, dan karunia lain yang masih dapat kita rasakan untuk saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari pertanyaan Malaikat di ayat ini. Tampak bahwa, Allah ingin mengajarkan bagaimana sistem demokrasi yang baik itu. Mengajarkan kita untuk berpikir kritis menyikapi segala hal, pastinya sesuai dengan rambu-rambu yang jelas. Yakni, dengan adap dan kesopanan. Tidak dengan kekerasan dan prilaku anarkis seperti yang terjadi dewasa kini. Mengawali dengan menjalankan kewajiban sebelum menyuarakan hak. Lihatlah! malaikat bertanya dengan mengutarakan kepatuhan yang selama ini telah dilakukannya. Rasa penasarannya terhadap makhluk yang bernama khalifah yang akan diciptakan Allah, menimbulkan pertanyaan kritis dengan adanya makhluk-makhluk lain sebelum penciptaan Adam, yang lebih dulu yang sempat memberikan gambaran bagi malaikat untuk meragukan makhluk berwujud manusia ini. Dengan kerusakan-kerusakan yang telah diciptakan Allah sebelumnya. Makhluk seperti apakah itu? Wallahu a'lam. Kekhawatiran malaikat lantas disambut dengan baik oleh Allah. Dan jikalau dilanjutkan ayat diatas dengan ayat selanjutnya. Jelaslah, bahwa malaikat menerima dan mengakui kelebihan yang diberikan Allah terhadap manusia, yang tidak dimiliki oleh makhluk Allah lainnya. Yakni, akal. Sebagai pembanding dan penuntun jalan hidup yang kerap kita pergunakan. Nah, kalau saja kita mengawali kewajiban-kewajiban kita terlebih dahulu sebagai bangsawan sejati, dan menyuarakan hak-hak yang memang sepantasnya dimiliki. Dan sebagai pemimpin pula, hendaklah menerima masukan dan suara tersebut. Maka, besar kemungkinan agama, bangsa, ini akan senantiasa diliputi kedamaian. Perselisihan pun dapat diminimalisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dari kekhawatiran malaikat yang timbul di atas. Bahwa manusia akan melakukan perusakan dimuka bumi. Kalaulah ditinjau dari bahasa arab yang tertera di ayat, tampak bahwa kekhawatiran dan pengrusakan tersebut diawali dengan fi'il Mudhari', yang berarti akan dilakukan. Nah, dilihat hingga akhir kekhawatiran itu, setidaknya malaikat mengharapkan adanya pembenahan dan pensucian. Coba kita simak urutan fi'il mudhari yang tertera di ayat tersebut (kalau bisa dengan Qur'an tarjamah). Kata &lt;em&gt;Yufsidu &lt;/em&gt;(merusak), &lt;em&gt;Yasfikuddima&lt;/em&gt;'(menumpahkan darah), &lt;em&gt;nusabbihu &lt;/em&gt;(memuji),&lt;em&gt; nuqaddisu&lt;/em&gt; (mensucikan). Keempat kata mudhari' di atas seakan urutan yang menunjukan adanya keseimbangan hidup. Diawali dengan merusak, menumpahkan darah, memuji, dan mensucikan, kita diajarkan tentang keseimbangan. Bahwa, setelah melakukan suatu keburukan hendaklah diakhiri dengan kebajikan. Kerusakan diakhiri dengan perbaikan, dan bukan untuk formalitas saja. Subhanallah, sungguh tersirat makna mendalam yang sangat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadipermasalahan sekarang adalah, Sudahkah kita menyadari derajat kita sebagaikhalifah? Sudahkah kita tahu apa makna khalifah itu? Siapa-siapa sajakah yangmengemban amanah sebagai khalifah? Apa visi dan misi khalifah itu? Nah,pertanyaan-pertanyaan di atas hendaklah kita tanggapi bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;I. Menyadari eksistensi sebagai khalifah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah, berasal dari kata &lt;em&gt;khalafa-yakhlufu-khilafatan&lt;/em&gt;, yang berarti menggantikan. Di masa kenabian istilah ini sering dijadikan sebagai derajat kepemimpinan, yakni, sepeninggalan Nabi Muhammad SAW. Kalau kita ingin mendalam lagi, dari kalimat ini dapat di ubah ke berbagai macam bentuk fi'il (kata kerja) dan ism (nama), yang pada akhirnya akan kita temukan makna berikut, &lt;em&gt;Khaalafa &lt;/em&gt;(menyalahi),&lt;em&gt;Mukhaalafah&lt;/em&gt; (tak setuju), &lt;em&gt;takhallafa &lt;/em&gt;(tertinggal), &lt;em&gt;Ikhtalafa&lt;/em&gt; (berselisih), &lt;em&gt;Khilaaf&lt;/em&gt; ( perselisihan, kesalahan)-Kamus Prof. Dr. H.Mahmud Yunus dll. Nah, dari sini terlihat beragam makna yang tercipta dan kalau kita hayati bersama,ternyata khalifah itu sendiri adalah makhluk ciptaan-Nya yang penuh dengan perselisihan, saling menyalahkan, dan persaingan. Jelas terlihat kalau tidak berselisih dan bersaing, maka akan tertinggal-takhallafa, dan pastinya kalau saja &amp;nbsp;hal tersebut tidak secara baik ditanggapi akan mengakibatkan perselisihan-khilaaf-antar sesama. Tak salah Allah mengatakan: &lt;em&gt;Fastabiqul Khoirat&lt;/em&gt;, saling berlomba-lombalah. Lomba yang bagaimana? Maka, berlomba-lombalah dalam kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lainAllah menuturkan (maaf lupa ayat dan suratnya) bahwa, "Hendaklah manusia memakmurkan bumi dan apa yang di dalamnya (Wasta'marakum fiiha)". Memakmurkan dalam artian membenahi bumi dengan utuh, tidak setengah-setengah. Tidak untuk memanfaatkan bumi dengan ambisi individualnya. Khalifah yang dalam pengartiannya hampir sama dengan Ra'in (pembimbing) sebagai mana dalam hadisrasul mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;كلكم راع و كلكم مسؤول عن رعيته&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Setiap kamu adalah pemimpin, dan sepantasnya bagi seorang pemimpin bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II. Siapa saja yang menjadi khalifah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja. Namun, dalam konteks ini lebih dikhususkan kepada kita-muslim. Karena perankhalifah itu adalah semata-mata untuk mengemban amanah dari-Nya. Mengapa tidakkepada Non-muslim? Jawabannya karena mereka telah lari dari konteks keislaman.Kalau kita kembali kepada hadis rasulullah yang mengatakan bahwa "Sesungguhnya bani Adam itu dilahirkan (adalah) dalam keadaan fitrah". Namun karena telah teridentifikasi oleh ayah dan ibunya, yang mungkin bukanlah kaum muslim, maka, tidak lagi terimbas kepada mereka. Bahkan orang atheis (tidak mengakui adanya tuhan) sekalipun. Jikalau kita lihat, secara spontan, tatkala mereka terkena musibah atau terkejut, mungkin dari kalangan dari non-muslim sekalipun, akan sesekali mengatakan "Oh My God, Oh, God."dll. itu menandakan bahwa fithrah manusia tidak dapat terbohongi, dan mengakui adanya Tuhan-Allah- yang telahmenciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik laki-lakiataupun perempuan, akan mendapatkan jatah yang sama, dengan syarat: Mukmin/ahTak diberatkan bahwa kaum lelaki saja yang selayaknya menjadi pemimpin. Perempuan juga dapat menjadi pemimpin apabila kadar keilmuan mumpuni dan dalam konteks yang telah ditentukan. Seperti kalau dalam kenegaraan, wanita dicukupkan kepada menjadi pemimpin daerah atau kelompok yang komunitasnya tidakharus melebihi suatu negara. Bukan maksud untuk mendeskritkan kaum hawa, namunbegitulah ketentuan yang telah Allah atur kian hari. Karena disatu sisi, adahal yang lain-dari wanita- yang tidak dapat saya ungkapkan untuk sekarang ini(karena minimnya pengatahun, dan insyaAllah akan didalami lagi) yang selayaknyalebih difokuskan kepada keluarga. Dari keluarga inilah yang selebihnya akanberdampak kepada kinerja bangsa dan negara. Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III. Visi&amp;amp; Misi Khalifah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam garisbesar, visi khalifah ialah mengemban amanah Allah untuk menjalankan segala tuntunan dan syari'at-Nya. Untuk beribadah kepada-Nya semata. Dengan mengajarkannya kembali kepada antar sesama tentang keseimbangan hidup yang pastinya tidak terlepas dari pada kepemimpinan yang telah tertera di surat Al-Baqarah, ayat 30 diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misinya adalah untuk memakmurkan bumi dan apa yang ada didalamnya. Memakmurkan dalam artian, tidak sesekali merusak, dan membuat kerusuhan-kerusuhan. Walaupun menilik defenisi awal khalifah itu sendiri yang tak terlepas dari pada perselisihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk mendalami apa, siapa, bagaimana, khalifah itu. Mohon koreksian saudara &amp;amp; sahabat pembaca, untuk melengkapi pemaparan yang saya dapat hasil halaqah pagi ini. Semoga menambah keimanan Ramadhan yang cerah ini. Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam Bishowab&lt;br /&gt;Wassalam.wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=525646&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=487701138857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=487701138857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs138.ash2/40223_153485394664811_100000100532568_525646_1517097_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;﻿&lt;strong&gt;By. Muhammad Nur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;16/08/2010&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(6 Ramadhan 1431H&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-2579877113141718787?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/2579877113141718787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/08/muhasabah-ramadhan-03-halaqah-dipagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/2579877113141718787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/2579877113141718787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/08/muhasabah-ramadhan-03-halaqah-dipagi.html' title='Muhasabah Ramadhan 03: [Halaqah dipagi hari] Fungsi Hidup Muslim Sebagai Khalifah'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-2808562831009927782</id><published>2010-08-16T23:33:00.003-07:00</published><updated>2010-08-16T23:33:28.191-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Muhasabah Ramadhan 01: Kalla!</title><content type='html'>&lt;div class="uiHeader uiHeaderBottomBorder mbm"&gt;&lt;div class="clearfix uiHeaderTop"&gt;&lt;div class="uiHeaderActions rfloat"&gt;&lt;a class="uiButton uiButtonDefault uiButtonMedium" href="http://www.facebook.com/editnote.php?draft&amp;amp;note_id=486350993857"&gt;&lt;span class="uiButtonText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=519259&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=486350993857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=486350993857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs316.snc4/41163_152641234749227_100000100532568_519259_3624609_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;﻿&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kalla!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ingatkah kau!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Luka bersama mana yang kita cari,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hidup jauh sudah mengemudi sepi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita lamat bersemedi di kukung ambisi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sudahkah kau merasa cukup?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ataukah enggan melirik nuranimu yang telungkup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kalla!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sungguh, hanya kepada Rabbmulah tempat kembali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mampukah kau!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Telah tersemat dipundakmu amanat..&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khalifah, itulah setinggi-tinggi derajat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita lamat berkutat di dinding berlumut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mencari jalan panjang yang masih berkabut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sudahkah kau merasa cukup?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ataukah buta; mata, telinga, mulut terkatup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bismillah...&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kulangkahkan kaki menuju ridho-Mu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kala mata tak mampu meraba, di bulan penuh barakah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menyisir hikmah yang terselip dipintu Maghfirah-Mu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adapun keampunan itu, akankah bersinggah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pada  kesekian kalinya ku menumpuk dosa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pada  kesekian kali pula hasrat taubat bergelora&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Walhamdulillah...&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dan kini semakin ku meraba&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Merasakan titik nadir alfa dan beta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di Ramadhan, ruang muhasabah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menyenandung rindu kasih-Mu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Moga, dalam telimpuh mendapat ridho-Mu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;﻿&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Surat Al-Alaq, Ayat: 6-8&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mahmoud Al-Amir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;13/08/10&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-2808562831009927782?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/2808562831009927782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/08/muhasabah-ramadhan-01-kalla.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/2808562831009927782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/2808562831009927782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/08/muhasabah-ramadhan-01-kalla.html' title='Muhasabah Ramadhan 01: Kalla!'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-4485464523484467779</id><published>2010-08-16T23:32:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T23:32:10.120-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Muhasabah Ramadhan 02: Munajat Subuh</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=522937&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=487122223857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=487122223857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs279.snc4/40279_153172298029454_100000100532568_522937_1813288_n.jpg" style="width: 520px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;﻿&lt;strong&gt;Segala puji bagi-Mu, Allah, Rabbal izzati..&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Iyyaaka&lt;/em&gt;..., telimpuh ku menghamba diri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Iyyaaka&lt;/em&gt;..., kukutip malu lewati onak deduri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di ambang subuh, kusebut nama-Mu yang tersepuh kabut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;memadu benang-benang kerinduan di padang sujud&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hanya bukti sepi; kokok ayam pun seakan menganyam sisa luka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tertegun, ketika embun yang merayap ubun lebih membakar dari api&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ah, masihkah gelap ini berdiwana dalam sepiku yang membeku melintasi batu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Demi fajar, demi malam apabila berlalu...&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kutitipkan hati yang selalu bergemuruh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di pancuran, aku basuh tubuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;;menabuh kembali riuh yang mendengkur jauh..&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;mengingat-Mu dalam kuyup rindu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tetapi seribu ranjau menjebak jejakku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;begitu langkahku bergerak,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;nama-Mu menggelegak,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;meledak!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Katakanlah, "Aku berlindung pada Rabb yang menguasai subuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Itu sapa-Mu di penghujung gelisah kumeraba bisu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dari gulita malam,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dari hasud membungkam,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dari buhul-buhul yang menghujam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku pun mulai mengeja dan merangkak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;menanam benih-benih munajat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;obati hati yang liat, lamat, dan tersekat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dengan ambisi membengkak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ya Allah, anugrahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepada-Mu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;dan anugrahkanlah kami keberkahan di bulan keampunan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Moga kami senantiasa menjalankanperintah dan amanat-Mu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sebagai Ummatan Wasathan, menegakkan syariat-Mu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al-Fajr 1-4, Al-Falaq 1-5&lt;br /&gt;﻿&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mahmoud Al-Amir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;15/08/10&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-4485464523484467779?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/4485464523484467779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/08/muhasabah-ramadhan-02-munajat-subuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/4485464523484467779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/4485464523484467779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/08/muhasabah-ramadhan-02-munajat-subuh.html' title='Muhasabah Ramadhan 02: Munajat Subuh'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-8016848870045164885</id><published>2010-08-05T07:48:00.000-07:00</published><updated>2010-08-05T07:48:02.176-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Ber-iqra' di Hira'</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=493499&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=480153953857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=480153953857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs212.snc4/38916_149059065107444_100000100532568_493499_4371399_n.jpg" style="width: 460px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Iqra’!, Bacalah… &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Suara itu menghentak keheningan&lt;br /&gt;Angin menderu, membentur bebatuan beku&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya ia bergumam&lt;br /&gt;pekik ketakutan menghujam&lt;br /&gt;Diam&lt;br /&gt;Bungkam&lt;br /&gt;Sunyi&lt;br /&gt;Hanya desau angin yang menemani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Iqra!, Bacalah…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Kembali ia mengeja malam&lt;br /&gt;Cinta? itukah harapnya?&lt;br /&gt;I’tikaf hening batu sunyi di Goa Hira&lt;br /&gt;Cahaya memintal jaring laba-laba&lt;br /&gt;Suara itu kembali, pekak...&lt;br /&gt;Galau jiwanya pada dinding-dinding&lt;br /&gt;Semakin tenggelam diterkam hening&lt;br /&gt;Siapakah gerangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung..&lt;br /&gt;Dalam kemurnian jiwanya ia papah&lt;br /&gt;Tak tahu harus berbuat, maupun berkata&lt;br /&gt;Buta?&lt;br /&gt;Ah, bukankah ia utusan-Nya?&lt;br /&gt;Mengapa harus bertanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Iqra’! Bacalah…!&lt;br /&gt;Dengan menyebut nama Rabbmu yang menciptakan&lt;br /&gt;Manusia, dari segumpal darah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas? mengapa sekarang kau dustakan?&lt;br /&gt;Bangga dengan keegoisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Iqra’! Bacalah…!&lt;br /&gt;Dan Rabbmu lah yang Maha Mulia&lt;br /&gt;Mengajari manusia dengan pena, dan tidak diketahuinya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas? Mengapa sekarang kau nistakan?&lt;br /&gt;Berkubang dilembah kejahiliahan&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah...&lt;br /&gt;Malam itu semesta berdzikir&lt;br /&gt;Sejarah terukir&lt;br /&gt;Daripadanya risalah dibawa&lt;br /&gt;Daripadanya wahyu terjaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh gigil pun meringkuk&lt;br /&gt;di keheningan hiruk pikuk,&lt;br /&gt;Jiwanya &lt;br /&gt;Sang lelaki semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah kau senandung iqra'&lt;br /&gt;dimalamnya hira' bersamanya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_center"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=493552&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=480153953857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=480153953857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs216.snc4/39115_149061795107171_100000100532568_493552_5651828_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-8016848870045164885?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/8016848870045164885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/08/ber-iqra-di-hira.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/8016848870045164885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/8016848870045164885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/08/ber-iqra-di-hira.html' title='Ber-iqra&apos; di Hira&apos;'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-1993539375269931804</id><published>2010-07-26T22:38:00.001-07:00</published><updated>2010-07-26T22:38:54.111-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>SEBUAH SANDIWARA TENTANG KITA</title><content type='html'>"&lt;i&gt;Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpahnya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjaan”&lt;/i&gt; (Yunus [10] : 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, betapa hati ini meradang membaca ayat diatas. Begitu jelasnya sindiran yang terlukis dalam ayat tersebut kepada kita yang selalu saja melalaikan karunia-Nya yang tak terhitung banyaknya. Betapa malunya diri ini yang kerap mendustakan ayat-ayat-Nya. Saat diri kita lebih sering meminta daripada menjalankan perintah yang telah diamanahkan. Ketika musibah-musibah datang, bahkan terlalu kecil untuk seukuran cobaan yang diberikan Allah kepada para rasul-Nya. Kita begitu lihainya menjadikan diri bagaikan kapas yang dihembus angin pagi. Lemah, tanpa daya. Mengharapkan adanya ruang yang mampu menutupi dari sepoinya angin tersebut. Saya ibaratkan angin dipagi hari, karena sejatinya, angin itu berhembus sejuk, menentramkan, bahkan menyehatkan tubuh. Namun karena memang dasarnya kita kerap bersandiwara, maka bukan hal aneh lagi kita juga lebih sering bersandiwara menyikapi cobaan dan musibah yang menimpa. Yang pada hakikatnya justru melemahkan potensi jiwa agar tegar dalam menyikapi apa yang terjadi. Malah sebaliknya, tatkala kita telah dijauhkan dari bahaya, juga musibah yang datang. Seakan kita tidak menyadari sikap yang dulunya mengiba. Kita menjadi budak nafsu dan ambisi. Serta menjauhi bimbingan-Nya yang dulu kita harapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=487265&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=478707383857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=478707383857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs088.ash2/37762_148023571877660_100000100532568_487265_2572997_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Saudaraku, saat merenungi ayat ini, tidakkah kita menyadari betapa peringatan-Nya itu menjadi suatu bukti kelalaian kita?. Lalai akan perjanjian yang setiap shalat kita ucapkan. &lt;i&gt;"Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanyalah kepunyaan Allah semata"&lt;/i&gt;. Ya, seluruh aktifitas yang kita lakukan adalah sebuah karunia yang terbesar agar kita melaksanakan titah-Nya dibumi ini. Sebagai khalifah tentunya. Tidakkah kita ingat hadist rasulullah yang mengatakan bahwa salah satu ciri orang munafik itu adalah orang yang mengingkari janji-Nya. Kita lebih sering mengingkari nikmat-Nya dari pada harus mensyukuri. Bahkan yang lebih hina lagi, kita kerap menghardik Sang Rajjaq atas kurangnya rezeki yang telah diberikan. Nau’dzu billahi min dzallik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, bukan niatan ingin menggurui ataupun melangkahi amal yang tidak seberapa ini. Bahwa yang tertulis ini belumlah sesuai perbuatan yang diamalkan. Sekedar menjalankan keharmonisan kita sebagai hambanya, sebagai makhluk sosial. Saling mengingatkan antar sesama, dalam kebaikan dan kesabaran. Bukankah itu perintah Allah juga? Tapi itulah, walaupun dalam ranah saling mengingatkan. Setidaknya diri ini haruslah berbenah diri pula. Takut akan ucapan Allah yang mengatakan bahwa, "Ia sangat membenci hamba-hambanya yang bermulut besar". Kabura Maqtan; berbicara tanpa dilandasi perbuatan. Maka tulisan ini pula setidaknya menjadi motivasi diri ini agar terus berbenah dari setiap perbuatan yang berlalu. Agar lebih baik dan lebih baik lagi. Seperti Hadis Rasulullah mengatakan, &lt;i&gt;“Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, ialah orang yang beruntung.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, insan sejati yang diliputi damai dihatinya. Ada satu kisah, dua orang yang berjalan menuju taman. Keduanya menyaksikan sekuntum mawar indah di tangkai. Salah seorang dari mereka ingin memetik mawar tersebut, dan ia terkena tusukan durinya. Ia pun berkata pada dirinya, “Betapa keras dan sudahnya kehidupan, bahkan mawar pun dikelilingi oleh duri sehingga kita tidak dapat menikmatinya”. Sementara orang yang kedua berkata, “Bagi Allah lah segala kehidupan, betapa elok dan manisnya kehidupan, bahkan duri pun diletakkan di antara mawar nan anggun memesona.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula ketika kita dihadapkan kepada sebuah cangkir yang diisi air hanya setengahnya saja. Seseorang yang berbagia akan mengatakan, “Sesungguhnya cangkir itu penuh hingga sampai setengahnya.” Seorang yang lain yang tidak berbahagia akan mengatakan, “Sesungguhnya cangkir itu kosong sampai setengahnya.” Demikian perbedaan manusia dalam mempersepsikan kehidupan. Segala sesuatu pastinya memiliki sisi indah dan buruk. Nah, sekarang tergantung bagaimana kita mengambil sikap? Hendak yang berbahagia, atau sebaliknya, yang mengeluh akan kehidupannya. Kebahagiaan merupakan seni menikmati apa yang kita miliki, berpikir tentang keindahan hidup dan menjauhkan aspek yang buruk. Bukanlah kebahagiaan itu hanya dengan kepemilikian, akan tetapi ia terletak pada bagaimana menggunakan apa yang kita miliki dengan cara yang baik dan benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kehidupan kita jauh dari kesengsaraan dan penyebab-penyebabnya, maka jangan katakana, “Saya tidak susah”, tapi katakanlah, “ Saya berbahagia.” Janganlah sampai kita mengatakan, “Sesungguhnya sebagian hidup saya kosong (seperti cangkir di atas)”, tapi katakana, “Sesungguhnya sebagian kehidupan saya penuh”. (Dr. Muhammad Fathi, Falsafah As-Sa’adah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=487264&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=478707383857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=478707383857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs175.snc4/38103_148023558544328_100000100532568_487264_1208427_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Maka janganlah kita jadikan sandiwara kehidupan kita menyikapi segala musibah, bagaikan mengangkut beratnya bumi. Pastikan bahwa semua ada hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil. Begitu pun kita haruslah tetap menjaga integritas kita terhadap janji kita kepada Allah. Bahwa kita akan tetap menjalankan amanahnya walau bagaimana pun itu. Jadikanlah ayat diatas sebagai peringatan bagi kita agar selalu konsisten menunaikan perintah-Nya. Sebagai motivasi diri agar menjauhi sikap otodidak memainkan peran sebagai muslim/ah dan mukmin/ah. Agar tidak termasuk hamba-hamba-Nya yang melampaui batas. Serta menyadari segala keburukan yang kita perbuat, agar tidak menjadi sebuah kebiasaan yang menyatu dalam jiwa kita. Karena amal yang buruk yang dikerjakan berulang-ulang akan menjadi baik (menurut dirinya). Tanpa menyadari bahwa itu justru memperburuk hubungan horizontal dan vertikalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, teguhkanlah iman kami. Sejukkanlah hati kami dengan embun kasih-Mu. Tetapkanlah hati kami pada agama-Mu, wahai zat yang membolak balikkan hati. Amin Ya Rabb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallah A'lam Bishowab!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=478707383857&amp;amp;h=2ce71ade0ec91240ddeed7cd45fec6ac&amp;amp;url=http%3A%2F%2Felahmady1809.blogspot.com" target="_blank" title="http://elahmady1809.blogspot.com"&gt;CATATAN SANTRI PEMIKIR&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mahmoud Al-Amir&lt;br /&gt;26/07/10&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-1993539375269931804?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/1993539375269931804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/07/sebuah-sandiwara-tentang-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1993539375269931804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1993539375269931804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/07/sebuah-sandiwara-tentang-kita.html' title='SEBUAH SANDIWARA TENTANG KITA'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-7397403553384484961</id><published>2010-07-26T22:37:00.000-07:00</published><updated>2010-07-26T22:40:57.117-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Jiwa Semesta</title><content type='html'>&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=487047&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=478698513857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=478698513857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs086.ash2/37623_148016655211685_100000100532568_487047_3845552_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=486982&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=478698513857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=478698513857&amp;amp;id=100000100532568" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=486981&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=478698513857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=478698513857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs229.snc4/38784_148015658545118_100000100532568_486981_4215840_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=486982&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=478698513857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=478698513857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs163.snc4/37494_148015685211782_100000100532568_486982_1682910_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Ia berdiri memandang langit&lt;br /&gt;Saat Kau titahkan ayat-Mu&lt;br /&gt;Tentang nafas kehidupan dan cakram warna&lt;br /&gt;‘&lt;i&gt;Dan bahwa ini adalah jalan-Ku yang lurus; maka ikutilah dia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kata-Mu pada sebilik hati yang jenuh&lt;br /&gt;Pada setangkai jiwa yang keluh&lt;br /&gt;Padaku, pada diri yang lalai angin syurga-Mu&lt;br /&gt;Adakah aku bersamanya di jalan-Mu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia, berdiri memandang laut&lt;br /&gt;Saat Kau titipkan padanya satu isyarat&lt;br /&gt;Tentang semu dunia dan fatamorgana&lt;br /&gt;Harta, istri, dan anak, sebagai amanah&lt;br /&gt;‘&lt;i&gt;Dan bahwa, itu adalah perhiasan kehidupan dunia..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kata-Mu padanya yang selalu merendah&lt;br /&gt;Pada hati semesta, seluas samudera&lt;br /&gt;Adakah aku bersamanya dalam cinta-Mu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; Kau mengingatkanku tentang sebuah makna&lt;br /&gt;Tentang sebuah hati dengan warna tak sama&lt;br /&gt;Untuk teladani mereka yang semesta jiwanya&lt;br /&gt;Agar ikhlasku,laksanakan perintah-Mu&lt;br /&gt;‘ &lt;i&gt;Dan ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu,&lt;br /&gt;dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau janjikan pelita-Mu menyertai&lt;br /&gt;Terangi hati walau perih&lt;br /&gt;Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah&lt;br /&gt;Kau yang menciptakanku, dan hanya kepada-Mulah ku pasrah&lt;br /&gt;‘&lt;i&gt;Dan ingatlah juga, tatkala rabbmu memaklumkan;&lt;br /&gt;Jikalau kau bersyukur, pasti Ia menambahkan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ajarkanlah aku ikhlasnya&lt;br /&gt;Keikhlasan seorang hamba yang merindu Rabbnya&lt;br /&gt;Di setiap telimpuhku menghamba, agar tenang jiwaku bersama&lt;br /&gt;Jiwa-jiwa semesta &lt;br /&gt;Yang padanya ku mengingat-Mu &lt;br /&gt;Yang padanya ku merindu-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Maka tunjukanlah aku jalan-Mu yang lurus&lt;br /&gt;Jalan yang tidak ada keraguan padanya&lt;br /&gt;Jalan orang-orang yang telah Engkau ridhoi karunianya&lt;br /&gt;Petunjuk bagi mereka yang bertakwa&lt;br /&gt;Dan bukan jalan mereka yang termurka&lt;br /&gt;Bukan pula jalan mereka yang menghamba durja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmoud Al-Amir&lt;br /&gt;26/07/10&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-7397403553384484961?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/7397403553384484961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/07/jiwa-semesta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7397403553384484961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7397403553384484961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/07/jiwa-semesta.html' title='Jiwa Semesta'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-1190688395396050359</id><published>2010-07-21T23:24:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T23:24:09.198-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Merindu-Mu di ufuk senja</title><content type='html'>&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=471614&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=474819723857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=474819723857&amp;amp;id=100000100532568" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=471610&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=474819723857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=474819723857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs078.snc4/35285_145707348775949_100000100532568_471610_2143767_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Telah  lama ku memendam rasa rindu ini&lt;br /&gt;Mencari sebuah makna yang terselip disetiap pandangan&lt;br /&gt;Menyisir onak duri yang terselip meradang&lt;br /&gt;Pada-Mu, pada hati yang rindu kasih-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bening tetes embun ini&lt;br /&gt;Sejuk hati mengandai indahnya mentari di pagi hari&lt;br /&gt;Dalam renung mencari sebuah arti&lt;br /&gt;Dalam renung melambai kasih Ilahi&lt;br /&gt;Ku temukan lantunan sepoi angin yang berbisik&lt;br /&gt;Untuk mencapai ridho-Mu, ridho Sang Khaliq&lt;br /&gt;Untuk merindu-Mu selalu dalam hela nafasku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, awan hitam menjamah senja&lt;br /&gt;Semakin rindu itu kurasakan&lt;br /&gt;Dalam telimpuh malu, ku rajut sejuta rindu bergemuruh&lt;br /&gt;Ingatkan diri dari sesalnya dosa &lt;br /&gt;yang selalu kembali, hingga ku tak tahu&lt;br /&gt;&lt;b&gt;" bagaimanakah?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Indah  ayat senandung senja&lt;br /&gt;Berlari dari bayangan hitam laluku&lt;br /&gt;Tuk iringi langkah dengan dalat kuasa-Mu&lt;br /&gt;agar mantab jiwaku, lewati perjuangan panjang&lt;br /&gt;Dalam naungan kasih-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku merindukan-Mu&lt;br /&gt;Menanti sebuah jawaban&lt;br /&gt;Di ayat-ayat dalat kuasa-Mu&lt;br /&gt;Kudapati satu arti yang padu&lt;br /&gt;Bahwa Kaulah, Arti itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hanya kesendirian yang mampu menjawab&lt;br /&gt;bimbangku, dalam tafakkur menengadah &lt;br /&gt;Mengharap petunjuk disetiap langkah&lt;br /&gt;Kepada-Mu, Sang Kuasa&lt;br /&gt;Sang, pada-Mu aku berjalan&lt;br /&gt;meraba kehendak di dinding takwa&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=471603&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=474819723857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=474819723857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs194.snc4/38032_145700545443296_100000100532568_471603_1679013_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Ya  Rabb, hadirkanlah cahaya itu&lt;br /&gt;dikelamnya &lt;i&gt;malam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Menjamah jiwaku yang legam&lt;br /&gt;atas noda-noda buram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, hadirkanlah sejuk itu&lt;br /&gt;digersangnya &lt;i&gt;padang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sirami hatiku yang meradang&lt;br /&gt;atas haus peluh yang bertandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, izinkanlah&lt;br /&gt;Ketika aku merindukan-Mu…&lt;br /&gt;Kutuliskan semua rasa yang ada&lt;br /&gt;Kucoba rangkai menjadi bait-bait puisi indah&lt;br /&gt;Seadanya rasa ini, sedalamnya hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkanlah aku jikalau salah&lt;br /&gt;Memaknai rindu di jiwa&lt;br /&gt;dalam untaian kata, yang tak tahu&lt;br /&gt;"Apakah mampu obati hatiku?&lt;br /&gt;Jikalau aku tetap sama&lt;br /&gt;dari dulunya tingkah yang tetap sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAHMOUD AL-AMIR&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-1190688395396050359?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/1190688395396050359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/07/merindu-mu-di-ufuk-senja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1190688395396050359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1190688395396050359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/07/merindu-mu-di-ufuk-senja.html' title='Merindu-Mu di ufuk senja'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-3602978573277010623</id><published>2010-07-21T23:20:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T23:20:50.892-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Apa Arti Persahabatan Bagimu, Sobat?</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=446858&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=468607903857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=468607903857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs153.snc4/37003_142059225807428_100000100532568_446858_2291725_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apa  arti persahabatan bagimu, sobat&lt;/i&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Linglung ku telusuri liku&lt;br /&gt;Tanpa arah, tanpa sua, tanpa canda &lt;br /&gt;Tanpamu, yang selalu menyemai jiwa&lt;br /&gt;Saat kau tak lagi hadir di malamnya siang,&lt;br /&gt;Dan siangnya malamku&lt;br /&gt;Kau pergi tanpa meninggalkan sepucuk pesan&lt;br /&gt;Saat ku sadar arti sebuah persahabatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apa arti persahabatan bagimu, sobat&lt;/i&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rerumpun pun ingin bertanya, pada embun&lt;br /&gt;"Mengapa ia menyejukkan lemahnya?&lt;br /&gt;Awan pun ingin bertanya, pada air&lt;br /&gt;"Mengapa ia mengorbankan beningnya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=446856&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=468607903857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=468607903857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs109.snc4/35803_142058915807459_100000100532568_446856_674099_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun aku ingin bertanya, padamu&lt;br /&gt;Pada  dinding hati semestamu&lt;br /&gt;Pada rekahnya senyum menghiasi wajahmu&lt;br /&gt;Pada damainya pandangan matamu&lt;br /&gt;Saat kau tak lagi iringi langkahku&lt;br /&gt;Kalutku telimpuh dalam sesal meraga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebait ini ku rangkai doa persembahan&lt;br /&gt;kenangan indah lalu agar tak terlupakan&lt;br /&gt;Bersamamu, menapaki jalanan pantai&lt;br /&gt;agar angin pun ikut berdendang sepoi&lt;br /&gt;menghantarkan jiwamu&lt;br /&gt;bersama-Nya&lt;br /&gt;Dibawah pohonan kamboja, kini..&lt;br /&gt;kembang tujuh rupa&lt;br /&gt;saksi akhir kisah kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kaukah arti itu&lt;/i&gt;?&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=446855&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=468607903857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=468607903857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs016.ash2/34150_142058792474138_100000100532568_446855_5322115_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Mulai kusadari, jauh pandanganmu tentang hidup&lt;br /&gt;bahwa ia hanya sekali dan takkan kembali&lt;br /&gt;bahwa ia berarti, maka berilah arti&lt;br /&gt;Memberikan warna sebanyak-banyaknya&lt;br /&gt;bagai pelangi, indah sesaat hujan tak lagi membasahi&lt;br /&gt;Begitu pun kau, bak pelita&lt;br /&gt;sekejap tampak, menghiasi gemuruh yang telah meredam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah ku sadari tiada arti penyesalan ini&lt;br /&gt;Karena kaulah arti bagiku dihati, &lt;br /&gt;sahabatku...&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-3602978573277010623?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/3602978573277010623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/07/apa-arti-persahabatan-bagimu-sobat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/3602978573277010623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/3602978573277010623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/07/apa-arti-persahabatan-bagimu-sobat.html' title='Apa Arti Persahabatan Bagimu, Sobat?'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-7477289309497116052</id><published>2010-07-21T23:19:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T23:19:23.973-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Genangan Bisu</title><content type='html'>&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=439106&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=466557288857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=466557288857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs107.snc4/35702_140702969276387_100000100532568_439106_4754949_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=438891&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=466557288857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=466557288857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs033.snc4/34001_140670669279617_100000100532568_438891_3432540_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Ada  hal-hal yang semestinya terungkap&lt;br /&gt;di ujung selaksa memandang kesunyian&lt;br /&gt;dalam benak terselip sebuah pertanyaan&lt;br /&gt;"Adakah satu jawaban tentang kehidupan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku hadapkan kerinduan pada mentari jingga&lt;br /&gt;ku lemparkan galau penat, pada genangan bisu nestapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diam, tampak buram pun terkatup&lt;br /&gt;meninggalkan sisa tanya...&lt;br /&gt;Aku tampak menggidik kala bulu roma itu menjadi selimut detik&lt;br /&gt;'tiba-tiba tanya itu menjadi bumerang, siap melantakkan degup pelik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga diriku&lt;br /&gt;yang terpagut dalam lamunan panjang mencari tepi&lt;br /&gt;menyelami sebuah makna semi yang menghijau diujung pandang&lt;br /&gt;setiap 'ayat-ayat' ciptaan dalat kuasa&lt;br /&gt;hatta jiwaku berkabung dalam genangan bisu menyapa&lt;br /&gt;mengarti baris-baris alif ba ta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, telah keserahkan pada-Nya&lt;br /&gt;satu kepastian yang mengakar&lt;br /&gt;tanpa kelakar&lt;br /&gt;tanpa berujar&lt;br /&gt;tanpa sukar&lt;br /&gt;karena Ialah Kepastian itu, siap menuntun jalan hidupku&lt;br /&gt;hanyalah kembali pada satu jalan&lt;br /&gt;yang dihiasi cakram penuh cobaan&lt;br /&gt;'Siap hadapi!, atau mati dilumat jaman&lt;br /&gt;tanpa satu pengorbanan&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mahmoud el-Ahmady&lt;br /&gt;Pengembara Jati Diri&lt;br /&gt;Mengeja Hikmah kisah&lt;br /&gt;30/6/1&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-7477289309497116052?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/7477289309497116052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/07/genangan-bisu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7477289309497116052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7477289309497116052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/07/genangan-bisu.html' title='Genangan Bisu'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-795315590185445597</id><published>2010-06-27T05:38:00.000-07:00</published><updated>2010-06-27T05:38:49.603-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah-Q'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reportase'/><title type='text'>"Man Jadda Wajada", Jargon ala santri yang menginspirasi.</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=434948&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=465462238857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=465462238857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs037.snc4/34234_140009206012430_100000100532568_434948_6285420_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;"MAN  JADDA WAJADA"&lt;/b&gt;, itulah judul buku yang kini telah saya miliki dan  alhamdulillah telah saya ikutin pelatihannya. Bersama  penulisnya,Hyperlink ke &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=465462238857&amp;amp;h=5845110279e4b2fc8e1b553fa0bfeb35&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Falbum.php%3Faid%3D231219%26id%3D811083064%26ref%3Dmf%23%21%2Fprofile.php%3Fid%3D811083064" target="_blank" title="http://www.facebook.com/album.php?aid=231219&amp;amp;id=811083064&amp;amp;ref=mf#!/profile.php?id=811083064"&gt;  Ust. Akbar Zainuddin&lt;/a&gt;, saya mendapatkan banyak hal dan motivasi baru  dalam menyelami sela kehidupan yang akan saya hadapi kedepannya. Selama  dua hari menjadi panitia dan asisten beliau, sekaligus mengikuti  pelatihan yang ia berikan, merupakan kesyukuran yang teramat besar dapat  secara langsung bertatap muka dan bersenda gurau dengannya. Melihat  selama ini saya hanya mengikuti catatan yang beliau tuliskan di facebook  dan perjalanan pelatihan lewat foto yang di upload, menjadikan saya  berkeinginan kuat untuk bertemu dan mendapatkan ilmu lebih banyak dari  sekedar catatan yang pernah saya baca.  Inisiatif mendatangkan penulis  buku “MAN JADDA WAJADA” sudah lama terngiang, setelah berdiskusi panjang  bersama kabid Pengasuhan santri Ust. Junaidi dalam hal mengisi  kekosongan santri/I kelas V menjelang acara yudisium yang sebentar lagi  akan berlangsung. Hal ini baru pertama kali dilakukan, dalam upaya  peningkatan mutu dan pendidikan, khususnya dalam hal mengasuh dan  mendidik jiwa kepemimpinan dalam benak santri/i. tentunya ide ini  disambut meriah oleh santri/I juga guru-guru pondok yang mendapatkan  kesempatan itu. Setelah sebelumnya juga telah dihadirkan penulis yang  tak kalah populernya untuk saat ini, Ahmad Fuadi dengan novelnya Negeri 5  Menara yang sempat memberikan motivasinya kepada adik-adik  3 bulan  yang lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=435129&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=465462238857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=465462238857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs182.snc4/37432_140018232678194_100000100532568_435129_3105500_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=435124&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=465462238857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=465462238857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs035.snc4/34098_140017749344909_100000100532568_435124_7386338_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Tidak  jauh berbeda dengan  Kang Abik dan Akh. Ahmad Fuadi. Ust. Akbar  Zainuddin juga menjadikan mantra “MAN JADDA WAJADA” sebagai jargon yang  memotivasi beliau dalam hal meraih mimpi dan kesuksesan.  Kalimat  pertama dalam pelajaran Mahfudzat yang dipelajari oleh santri/I kelas I  pondok ini, telah menjadi sihir tersendiri bagi mereka yang kini  menggenggam kesuksesan lewat karyanya. Terbukti Kang Abik dengan  Ayat-Ayat Cintanya (baca-biografi “&lt;i&gt;The Inspiring Life Of  Habiburrahman el Shirazy&lt;/i&gt;), dengan lantangnya menjadikan sihir MAN  JADDA WAJADA sebagai bekalnya memunculkan karyanya yang fenomenal itu.  Juga Ahmad Fuadi dengan Negeri 5 Menaranya, yang berani mengungkapkan  sisi dibalik kehidupan santri pondok yang penuh misteri dalam mencapai  cita-citanya, juga dikarenakan mantra MAN JADDA WAJADA. Kini, dengan  adanya buku MAN JADDA WAJADA-nya Ust. Akbar Zainuddin, seakan menjadi  pelengkap juga perangkum makna spesifik dari kalimat yang konon telah  menjadi jargon santri dimanapun itu. Pastinya dengan  penjelasan-penjelasan lain dalam mengungkapkan petuah juga syair dalam  pelajaran Mahfudhzat. Buku ini secara mendalam menjabarkan juga menuntun  mereka yang ingin meraih kesuksesan ala santri pondok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=434971&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=465462238857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=465462238857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs162.snc4/37448_140009632679054_100000100532568_434971_7374424_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Lagi-lagi  saya mendapatkan pengalaman luar biasa selang dua hari ini. Mendapatkan  kepercayaan mendampingi Ust. Akbar sekaligus menyerap energy poisitif  yang ada didalam dirinya. Seperti halnya Ahmad Mujib ketika mendampingi  abangnya, Kang Abik, setiap kali mengikuti kajian, juga  kunjungan-kunjungan kepelbagai tempat untuk mengisi undangan. Begitu  bangganya ia, terlebih menyadari bahwa abangnya adalah penulis tersohor.  Bukan karena pamor abangnya itu yang ingin ia manfaatkan, namun  keinginannya untuk menyerap sebanyak-banyaknya ilmu dari abangnya   itulah yang kini ingin saya teladani. Mengingat waktu dua hari adalah  waktu yang amat singkat, segera saya menyadari bahwa saya hendaknya  bergegas dan sigap menyikapi waktu. Terlebih bukan hal mudah untuk  bertatap muka secara langsung dengan Ust. Akbar, mengingat ia telah  menjadi orang penting dan pastinya waktu yang ia gunakan haruslah  dipergunakan sebaik mungkin untuk menyaingi kepentingannya. Ya, saya  harus segera memanfaatkan waktu ini untuk kembali menjadi hamba ilmu  kepada empunya ilmu. Maka, ingin rasanya saya menceritakan kembali  perjalanan dua hari ini kepada para pembaca dan sahabat tercinta untuk  sekedar berbagi wejangan yang telah saya dapatkan khususnya selama  mengikuti pelatihan yang Ust. Akbar tebarkan dibumi waqaf tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas membaca curriculum vitae yang ada di bagian belakang buku MAN  JADDA WAJADA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=435112&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=465462238857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=465462238857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs159.snc4/37274_140017326011618_100000100532568_435112_5178764_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;  Akbar Zainuddin lahir di Banyumas Jawa Tengah. Selepas Sekolah Dasar  dia melanjutkan pendidikannya di Pondok Modern Gontor, Ponorogo.  Pendidikan Sarjana ditempuh di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN  Syarif Hidayatullah (dulu, masih bernama IAIN), kemudian melanjutkan di  Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya, mengambil konsentrasi  Manajemen Pemasaran. &lt;br /&gt;Sejak di Pondok Modern Gontor dia suka menulis, menjadi redaktur di  penerbitan Pondok, kemudian sebagai redaktur di penerbitan kampus.  Bidang kepenulisan yang ditekuninya adalah manajemen, pendidikan dan  motivasi. Tulisannya tersebar di beberapa majalah mulai dari SWA hingga  Majalah Gontor.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, selain mengelola perusahaan di bidang konsultasi manajemen, ia  juga memberikan berbagai pelatihan di bidang manajemen, motivasi,  kepemimpinan, dan pengembangan diri. Klien yang pernah mengikuti  pelatihannya tersebar, mulai dari perusahaana swasta hingga kalangan  pemerintahan di berbagai kota di Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik, itulah sekilas perjalanan hidup beliau. Dan kini saatnya saya  ingin berbagi wejangan yang telah saya dapatkan dari sosok beliau yang  humoris dan cerdas. Materi yang beliau sampaikan adalah tentang &lt;b&gt;“Memanfaatkan  Potensi Diri”&lt;/b&gt;. Berikut pelajaran yang saya dapat dari beliau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Membuka Potensi Diri&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=435154&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=465462238857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=465462238857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs047.ash2/35717_140019096011441_100000100532568_435154_826174_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Jarrib  Walaahidz Takun ‘Aarifan&lt;br /&gt;(&lt;i&gt;Coba dan Perhatikan, Niscaya Engkau Akan Mengerti&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;gt; Yakni, mengamati dan merasakan secara langsung hal-hal apa yang  membuat kita senang untuk melakukannya. Menyadari potensi diri dan  jangan sampai kita merasa puas dengan potensi yang kita miliki untuk  saat ini, namun tetap mencari hal-hal baru dan mengembangkannya lebih  kreatif. Pastinya dibarengi dengan meluaskan network (jaringan kerja)  kepada orang yang lebih ahli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kenali Kelebihan dan Kekurangan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La tahtaqir man duunaka falikulli syain maziyyat &lt;br /&gt;(&lt;i&gt;Janganlah Engkau menghina orang lain, karena setiap orang mempunyai  kemampuan masing-masing&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;gt;Setiap orang mempunyai kemampuan dan kelebihan  yang berbeda-beda.  Maka hendaklah kita fokus pada bagaimana meningkatkan kelebihan yang  dimiliki. Jadikan kelebihan itu sebagai SUMBER KEUNGGULAN BERSAING. Ada  kelemahan yang bisa ditutupi, ada juga yang sulit untuk dibenahi,  ataupun tidak bisa karena sudah “pemberian Tuhan”. Kelemahan, jika tidak  terlalu prinsipil, akan tertutup oleh kelebihan yang dimiliki.  Tuliskan, nikmat TUHAN apa yang telah kita dapatkan hingga HARI INI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cobalah untuk berpikir Positif!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa ‘ainur-ridha ‘an kulli ‘aibin kaliilatun,&lt;br /&gt;Kamaa anna ‘aina-ssukhti tubdi-l-masawiya&lt;br /&gt;(&lt;i&gt;Jika kita melihat sesuatu dengan positif, maka semuanya akan  terlihat baik. Sebaliknya, jika kita melihat sesuatu dengan negatif,  maka semua yang tampak adalah kejelekan&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;gt;Memandang hidup sebagai sebuah keindahan yang luar biasa. Setiap  sesuatu, baik peristiwa atau orang mempunyai sisi positif dan negatif,  pandanglah dari sisi positifnya. Jangan berprasangka negatif terlebih  dahulu terhadap suatu hal, jangan sampai pikiran negatif menutupi mata  hati kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=434956&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=465462238857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=465462238857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs017.snc4/34234_140009232679094_100000100532568_434956_7557822_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;The Miracle is YOU!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Al jaddu bil jiddi wal hirmaanu bil kasali, fanshab tushib ‘an qariibin  ghayatal amali&lt;br /&gt;(&lt;i&gt;Kesuksesan akan didapatkan dengan kerja keras dan kegagalan terjadi  karena kemalasan, bersungguh-sungguhlah maka Engkau akan dapatkan dengan  segera apa yang dicita-citakan&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;gt;Jangan menunggu keajaiban. Keajaiban itu ada pada diri kita, The  Miracle is You!. Mulailah bekerja memanfaatkan keajaiban kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lupakan Masa Lalu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lan tarji’al ayyamul-latii madhat &lt;br /&gt;(&lt;i&gt;Hari-hari yang sudah berlalu itu tidak akan kembali&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;gt;Masa lalu biarlah menjadi catatan dalam hidup kita. Jika kita  pernah melakukan suatu kesalahan, biarlah itu menjadi pelajaran agar  kita tidak melakukan kesalahan yang sama. Semua orang pernah melakukan  kesalahan dan kebodohan. Hilangkan dendam, maafkanlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Membangun Impian &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=435156&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=465462238857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=465462238857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs142.snc4/36467_140019499344734_100000100532568_435156_4366998_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Idza  shadaqal ‘azmu, wadhahassabiilu &lt;br /&gt;(&lt;i&gt;Jika keinginan sudah terbentang, akan terbuka jalan untuk  mencapainya&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;gt;Punya cita-cita juga  tujuan hidup yang lebih jelas akan membantu  menunjukkan arah hidup kita.Menunjukkan jalan kalau kita sedang bingung  mau mengerjakan apa. Agar kita mempunyai fokus terhadap satu tujuan yang  jelas, tidak berbelok-belok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Percaya dengan kemampuan diri sendiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innal Fataa man Yaquulu Ha anadza, &lt;br /&gt;walaisal fata man yaqulu kaana abiii&lt;br /&gt;(&lt;i&gt;Sesungguhnya seorang pemuda sejati adalah pemuda yang menyeru:  “INILAH SAYA”, bukan yang sekedar membangga-banggakan orang tuanya&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;gt;Semua orang mempunyai kekurangan, nikmatilah!. Fokus pada  meningkatkan kelebihan, bukan menutupi kekurangan. Yakin dengan  kemampuan yang kita miliki dan jangan ragu untuk melangkah.&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=434968&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=465462238857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=465462238857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs162.snc4/37448_140009622679055_100000100532568_434968_493503_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi yang beliau sampaikan, namun kiranya tak  memungkinkan saya untuk menuliskannya dinote ini. Sungguh pelajaran  hidup yang patut di refleksikan dalam keseharian diri. Maka pengalaman  ini senantiasa akan tetap saya cari dalam menggali potensi yang saya  miliki, pastinya dengan mantra ala santri "MAN JADDA WAJADA".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menjalani...!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-795315590185445597?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/795315590185445597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/man-jadda-wajada-jargon-ala-santri-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/795315590185445597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/795315590185445597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/man-jadda-wajada-jargon-ala-santri-yang.html' title='&quot;Man Jadda Wajada&quot;, Jargon ala santri yang menginspirasi.'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-9155698600832826702</id><published>2010-06-24T11:53:00.000-07:00</published><updated>2010-06-24T11:53:49.723-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah-Q'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>[Renungan-Q] Suara hati untukmu, Saudaraku!</title><content type='html'>&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=428141&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=463997288857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=463997288857&amp;amp;id=100000100532568" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=428036&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=463997288857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=463997288857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs106.snc4/35663_138981329448551_100000100532568_428036_8206093_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=428039&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=463997288857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=463997288857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Saudaraku!&lt;/i&gt;.  Saat ini ada banyak pertanyaan yang sedang menggandrungi pikiran dan  jiwaku. Pertanyaan yang bersumber dari refleksi objektifitas dalam  memaknai pentas kehidupan ini. Apa yang kini mengganjal dan ingin  rasanya mengungkapkan gejolak dihati. Saat dimana hening menjadi  kerinduan dikala hiruk pikuk menjalani aktifitas hidup bertambah rumit  dan sukar untuk dielakkan. Keberanianlah yang kerap dituntut menapaki  terjalnya jalan. Realita hidup telah menampakkan posisi diri yang hanya  mampu meratapi nasib. Bagaikan perlombaan yang tiada henti, hidup seakan  menjadi panorama menyesakkan dikala bekal yang dibawa tak mencukupi.  Maka tiada lagi waktu untuk mengulangi kesemuanya dan pastinya  hanya  kenangan semata.  Penyesalan tiada habisnya menghiasi bibir yang tak  mampu berzikir mengingat-Nya. Ya, hanya keluh kesah yang terlontar,  namun tidak tahu kemana dan kepada siapakah harus diadukan. Itulah  realita sekarang, dan kini terjadi! Lari dari jalur, mencari jalan yang  tidak pada tempat dan koridornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Saudaraku&lt;/i&gt;!.  ingatkah engkau sebuah ayat yang mengatakan &lt;b&gt;“Barang siapa bertaqwa  kepada Allah, maka Allah akan menunjukkan jalan keluar dan memberikan  kepadanya rizki yang tak disangka-sangka”&lt;/b&gt;. Ingatkah kita kemaha  besaran-Nya juga kuasanya yang tiada terduga itu? Sudah sangat jelas  disini Ia ingin memberikan sebuah jawaban dan jalan keluar dari suatu  kesulitan. Yakni, dengan syarat Taqwa sebagai landasan utamanya. Tidak  diragukan lagi, bahwa dalam tuntunan-Nya kita akan dibawa kepada sikap  bersyukur dan ridho menjalani likuk jalan ini. Maka, apabila keridhohan  serta syukur telah memegang peran dalam hidup, bukan hal mustahil lagi  kita akan menemukan cahaya setiap lembar buram cobaan yang datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saudaraku&lt;/i&gt;!. disini aku bukanlah bermaksud ingin melangkahi ilmumu  juga pengalamanmu. Tiada salahnya kita saling menasehati juga  memotivasi. Bahkan inilah yang aku, kamu dan seluruh umat muslim  butuhkan untuk saat ini. Dalam renung panjang yang sesekali menyeringai  hati dan pikiran. Aku seakan terbawa dalam lamunan panjang mencari  sebuah makna dan arti. Tuntutan hidup mewajibkan diri untuk segera  mengambil tindakan kalau memang ingin meraih prestasi. Perjuangan tanpa  henti, tawakkal, serta do’a menjadi tolak ukur keberhasilan. Entah  mengapa aku ingin sekali mengungkapan kesemuanya? Rasa sensitif  menanggapi fenomena yang telah terjadi, menjadi factor utamaku mencari  kebenaran dari kebenaran yang ada. Perlu adanya tafakkur dalam memaknai  setiap sela cobaan yang silih berganti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=428142&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=463997288857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=463997288857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs081.ash2/37383_138985036114847_100000100532568_428142_5527104_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Saudaraku&lt;/i&gt;! Terkadang aku berpikir. Bagaimanakah Ia mengajariku  juga dirimu? Sejenak aku hanya ingin mengungkapkan apa yang kini masih  mengganjal dalam pikiranku. Tentang hidup dan masa depanku nantinya.  Sempat terlintas sebuah pertanyaan dalam renungku. Apa yang akan  kulakukan dimasa mudaku yang mungkin dapat dikatakan belumlah dewasa  dalam mengatasi dan bijaksana dalam menanggapi segala permasalahan?. Aku  seakan linglung, tidak tahu kemana harus kukemudikan langkah kakiku.  Cita-cita yang terbayang hanyalah semu, kala realita yang kualami jauh  berbanding dengan tingkah laku. Aku terasa jauh dari apa yang selama ini  aku inginkan. Padahal, kalau saja aku mau untuk mengulangi dan  memperbaikinya. Maka tidak mustahil aku akan mampu menjadi diriku yang  sebenarnya. Aku pastinya akan mudah untuk mengendalikan pola pikir,  kemanakah harus ku tempuh perjalanan jauh. Dengan banyaknya prestasi  yang dulu pernah kuraih, aku seakan tenggelam dengan kenangan semata.  Hanya terhanyut dalam alunan kisah yang takkan kembali. Pastinya  masing-masing haruslah meyakini, bahwa sesuatu yang paling jauh dari  diri nantinya, dan takkan bisa ditempuh adalah masa lalu. Masa lalu yang  jauh dari apa saja yang pernah kita miliki. Maka masa depanlah yang  kini menjadi bahan perbandingan dari masa lalu, apakah tetap sama, atau  sebaliknya, akan lebih baik dari pada sebelumnya. Hal ini sangat sesuai  dengan apa yang dikatakan rasulullah Saw, bahwa,&lt;b&gt;" barang siapa yang  hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia adalah orang yang merugi.  Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari pada hari kemarin, maka ia  mal’un."&lt;/b&gt;  Mengingat hadis ini, rasa menyesal meraba jiwaku yang kini  bingung. Lama ku dalam lamunan, memikirkan apa yang dulu terlewati.  Namun, lagi-lagi ku mendapat anjuran agar tidak mengingat kembali masa  lalu karena itu akan membuang waktu begitu saja.  Ingin rasanya ku  bersamamu, menjalin ukhuwah, merapatkan barisan menuju izzah. Menjadi  mujahid pena, merangkai hati yang kerap terurai, akhlaq yang kian  lumpuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=428141&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=463997288857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=463997288857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs158.snc4/37258_138984882781529_100000100532568_428141_4201681_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Ya,  dengan menulis. Media ini seakan menjadi pengerat tali silaturrahim  antara kita. Karena didalamnya, ku menemukan jiwaku yang dulu sempat  linglung tak tahu arah tujuan. Menulis juga menawariku semacam kesabaran  yang tidak kumiliki dalam kehidupan sehari-hariku. Menulis membuatku  berhenti. Menulis membuatku mencatat. Menulis memberiku semacam  perlindungan yang tidak bisa kuperoleh dalam kehidupanku yang  tergesa-gesa dan penuh dengan kegiatan.  Menulis membantuku menjadi  matang selama aku tidak membohongi diriku sendiri. Hal ini memaksaku  untuk menghadapi dan memahami kekurangan, kelemahan, dan kekuatanku.  Tindakan ini pula yang lamban laun mengajariku untuk tidak bersikap  menghakimi. Dan pada akhirnya, menulis satu-satunya tempat aku bisa  menjadi diriku sendiri dan tidak merasa dihakimi. Bagaimana pula  perasaanmu tentang itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=428039&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=463997288857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=463997288857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs182.snc4/37442_138983542781663_100000100532568_428039_7222161_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Saudaraku&lt;/i&gt;!. Kini, bersamamu, Aku kembali tercerahkan. Bahwa hidup  bukanlah kenangan semata. Hidup bukanlah iming-imingan realita. Hidup  bukanlah sekedar berkeluh kesah. Karena kesungguhan serta ketegasan  hendaklah menyertai kebimbangan. Karena tujuan hidup telah jelas,  mencari ridho-Nya semata, Inna Khalaqtu Al-Jinna Wal ins illa  liya'budun. Hidup dalam naungan hidaya-Nya. Semoga kita selalu  mendapatkannya. Amin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Renungan-Q untukmu Saudara/i-Q, Mujahid Pena Peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmoud el-Ahmady&lt;br /&gt;23/06/10&lt;br /&gt;Pengembara Jati Diri &lt;br /&gt;mengukir hikmah kisah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-9155698600832826702?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/9155698600832826702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/renungan-q-suara-hati-untukmu-saudaraku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/9155698600832826702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/9155698600832826702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/renungan-q-suara-hati-untukmu-saudaraku.html' title='[Renungan-Q] Suara hati untukmu, Saudaraku!'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-7567189167581740838</id><published>2010-06-24T11:50:00.000-07:00</published><updated>2010-06-24T11:50:10.058-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Melukis Sepetak Hati di Padang Senja</title><content type='html'>&lt;i&gt;Dalam telimpuh sujud&lt;br /&gt;ku sisipkan sebuah harapan pada-Mu&lt;br /&gt;Ku titip hati yang selalu cemburu &lt;br /&gt;Pada nurani diujung senja&lt;br /&gt;lamatku memandang sepotong jiwa yang bertandang&lt;br /&gt;ketika mata dan telinga tak sanggup meraba &lt;br /&gt;hanya keluh kesah meranum dibibir nista&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, senja..&lt;br /&gt;Mengapa ku terpaut cintamu?&lt;br /&gt;Aku linglung mencari sebuah makna yang terselip disana&lt;br /&gt;menanti sebuah jawaban dalam rengkuhan doa&lt;br /&gt;sembari ku resapi setiap langkah &lt;br /&gt;di tepian pantai, ku mengadu resah&lt;br /&gt;mendayung hati yang terombang ambing &lt;br /&gt;tuk menepi di semenanjung cinta-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kesekiannya ku merangkai kata&lt;br /&gt;melukis sepetak hati yang terkotak ambisi dan nafsu&lt;br /&gt;sedarkan kembali pikiranku yang rancu &lt;br /&gt;Pada-Nya ku rajut sejuta rindu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kusesali duri yang sempat menusuk &lt;br /&gt;untuk kesekian kali pula ku selalu terpuruk&lt;br /&gt;dengan kelemahan yang kerap mengusik dinding semesta nurani&lt;br /&gt;dengan lelucon hati, kadang patuh dan kadang lumpuh&lt;br /&gt;Sungguh, kuingin mengakhiri pentas drama ini&lt;br /&gt;Memohon pada-Nya pelita hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma...&lt;br /&gt;Engkaulah Tuhan&lt;br /&gt;Sang Khaliq Alam Semesta&lt;br /&gt;'Bagiku itu sudah cukup&lt;br /&gt;untuk sujud dan menyembah pada-Mu&lt;br /&gt;di Padang Senja memahat cinta-Mu'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=423717&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=463100958857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=463100958857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs087.snc4/35720_138346422845375_100000100532568_423717_6735832_n.jpg" style="width: 460px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmoud el-Ahmady&lt;br /&gt;21/06/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-7567189167581740838?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/7567189167581740838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/melukis-sepetak-hati-di-padang-senja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7567189167581740838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7567189167581740838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/melukis-sepetak-hati-di-padang-senja.html' title='Melukis Sepetak Hati di Padang Senja'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-7715699867290551572</id><published>2010-06-16T01:25:00.000-07:00</published><updated>2010-06-16T01:25:12.029-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Sang Murabbi</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Allah, Ya Rabbi...&lt;br /&gt;Dengan segala kuasa dan kemaha besaran-Mu&lt;br /&gt;Ku tengadahkan tangan bertumpu malu&lt;br /&gt;Kala hati hanya berdusta&lt;br /&gt;Terombang ambing dengan nafsu sia&lt;br /&gt;Di keheningan malam &lt;br /&gt;Waktu yang sepantasnya kupergunakan&lt;br /&gt;Merajut cinta-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, Ya Rabbi...&lt;br /&gt;Adakah hati dan lidah ini selalu berujar&lt;br /&gt;Berkilah dan mengumbar ayat-ayat-Mu yang berpijar&lt;br /&gt;Terangi hati mereka yang sadar&lt;br /&gt;Obati jiwa mereka yang pudar&lt;br /&gt;Namun, hanya akulah yang kurang ajar&lt;br /&gt;Memaknai setiap dalil yang erat mengakar&lt;br /&gt;Dengan potongan-potongan ayat samar&lt;br /&gt;Lantas ku jadikan alasan untuk menutupi hidayah-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, Ya Rabbi...&lt;br /&gt;Kegundahan hati ini lama berlumut&lt;br /&gt;Terkatup dibalik dinding-dinding usia yang larut&lt;br /&gt;Dalam jurang nista &lt;br /&gt;Adakah pertolongan yang siap menghampiri&lt;br /&gt;Sedangkan aku hanya berdiam diri&lt;br /&gt;Dan enggan berlari menjemput kasih-Mu&lt;br /&gt;Pantaskah aku menerima &lt;br /&gt;Dengan kealpaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini hanya diamlah yang menjadi saksi bisu&lt;br /&gt;Hanya jejaring malam yang setia menunggu&lt;br /&gt;Kala simpuhku dihadapan-Mu&lt;br /&gt;Menjadi bukti kelemahanku tentang diriku&lt;br /&gt;Menjadi bukti kehampaanku tentang jiwaku&lt;br /&gt;Menjadi bukti kelalaianku tentang usiaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa, Engkaulah yang Maha Tahu dan akan mengatahui&lt;br /&gt;99 lapis isi hati ini, yang karat dan berduri&lt;br /&gt;Dan ingin ku benahi dalam sujud kasihku pada-Mu&lt;br /&gt;Bahwa, Engkaulah Sang Murabbi&lt;br /&gt;Penuntun hidup dan terjalnya jalan&lt;br /&gt;Melangkahkan kaki lewati aral rintangan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Mahmoud el Ahmady&lt;br /&gt;Selasa,03.15&lt;br /&gt;15/06/10&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-7715699867290551572?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/7715699867290551572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/sang-murabbi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7715699867290551572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7715699867290551572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/sang-murabbi.html' title='Sang Murabbi'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-8019214312879211284</id><published>2010-06-16T01:23:00.000-07:00</published><updated>2010-06-16T01:23:55.602-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reportase'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>Mengenal Sang Fenomenal, Habiburrahman el Shirazy</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=408501&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=459895833857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=459895833857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs507.ash1/29945_136108946402456_100000100532568_408501_4025751_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Itulah sepenggal kata yang saya kutip dari sebuah buku biografi&lt;i&gt; “The Inspiring Life Of Habiburrahman El-Shirazy”&lt;/i&gt; karya Ahmad Mujib El-Shirazy. Buku ini memberikan kesempatan kepada pembaca untuk mengetahui sisi lain keseharian Habiburrahman el-Shirazy. Mengenai masa-masa terberatnya, kebiasaan-kebiasaannya dari sejak kecil, juga pola asuh orang tuanya. &lt;br /&gt;Pertama kali saya berniat untuk membeli Novel terbaru karya Kang Abik, “Bumi Cinta” yang konon sama halnya dengan novel-novel sebelumnya sebagai Novel Penggugah Jiwa. Namun, entah mengapa saya secara tak sengaja menemukan buku biografi tentang Kang Abik ketika itu. Padahal sebelumnya saya sudah menenteng Novel yang hendak saya beli, novel terbarunya “Bumi Cinta”. Betapa keinginan untuk membeli kedua buku ini merasuki hati saya seketika. Namun, setelah mengecek kondisi dompet yang ternyata tidak mencukupi, sejenak saya membanding-bandingkan mana yang terlebih dahulu saya utamakan. Novel atau biografi Kang Abik? Benar-benar membingungkan. Keduanya sama-sama berkualitas. Pada akhirnya, saya memilih untuk membeli buku Biografinya terlebih dahulu. Mengingat perkataan seorang teman,"&lt;i&gt; bahwa jikalau kita ingin meniru seorang tokoh, kenalilah ia lebih dekat bukan karena karyanya, namun karena perjalanan hidupnya yang merupakan jiwa dari sebuah karya itu sendiri. "&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbesit dalam benak saya. Saya ingin menjadi penulis. Maka penulis pulalah yang harus saya tiru. &lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=408606&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=459895833857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=459895833857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs547.snc3/29945_136114239735260_100000100532568_408606_2762539_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Tetapi yang perlu saya tiru bukanlah karya-karya penulis, karena itu akan membatasi ide untuk berkreasi. Namun ialah sebagai pembanding tatkala karya itu telah tercipta. Karena saya pastinya memiliki ciri dan karakter dalam berbuat, pastinya saya harus menyajikan karya baru yang lebih berkualitas khususnya dalam menulis. Saya harus meniru cara hidupnya yang penuh inspirasi. Bukanlah karya yang harus ditiru karena ia merupakan luapan dari pada jiwa si empunya karya. Maka jalan hidup serta masa-masa menghasilkan karya itulah yang semestinya saya tiru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca buku ini, Saya mulai mengetahui betapa faktor keluarga atau keturunan bukanlah satu-satunya penyebab seseorang menjadi apa yang diharapkan sebagai mana mestinya. Seperti orang-tua yang merupakan seorang penulis, pastinya melahirkan anak-anak yang penulis. Kakek-nenek pengusaha, belum tentu cucu-cucunya akan memiliki jiwa pengusaha sebagaimana dirinya,dll. Begitu juga Kang Abik dalam biografinya, bahwa ia tidak dilahirkan dari keluarga yang memiliki garis keturunan seorang penulis atau sastrawan. Namun, jauh dari pada itu, bahwa kedua orang tuanya adalah petani yang kesehariannya hanya dihabiskan di sawah juga ladang milik mereka. Masa kecil Kang Abik bukanlah masa kecil yang dilingkupi oleh kekayaan dan kemudahan. Bahkan kondisi lingkungan masyarakatnya pun miskin harapan. Mengingat itu saya pun seakan dinasehati agar tidak berkecil hati dalam berbuat. Karena factor keluarga terkadang menjadi sandaran bagi mereka yang hanya mengandalkan kedua-orang tua saja. &lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=408499&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=459895833857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=459895833857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs527.snc3/29945_136108519735832_100000100532568_408499_5881815_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam biografinya ini, Ahmad Mujib telah memberikan pandangan sekaligus pengalaman panjangnya bersama tokoh yang diceritakannya yang tak lain adalah abang kandungnya sendiri. Sudah barang tentu apa yang diceritakannya bukanlah omong kosong belaka, karena ia secara langsung merasakan juga mengalami hal yang sama apa yang telah dialami oleh kakak kandung juga dirasakannya semasa kecil. Sejak kecil Kang Abik sudah tampak memiliki jiwa keingintahuan yang tinggi. Itu dijelaskan dalam kisahnya bahwa suatu ketika dengan kepolosannya ia bertanya kepada paman nya, tetangga belakang rumah. “Mengapa rel kereta api itu panjang sekali, keras lagi. Pohonnya tumbuh dimana? Tanyanya lugu. Tentu saja pamannya itu tertawa, tapi tidak ingin mengecewakan Kang Abik dan tak mau ambil pusing. Pamannya menjawab sekenanya bahwa “ besinya rel kereta api tumbuhnya di Arab, jauh”. Seketika ia berniat untuk pergi jauh ke negeri peradaban sejak itu. Begitu pula dengan kesehariannya yang sudah ia rancang dalam buku diary juga dengan jadwal kegiatan harian yang ditempel di lemari dalam kamar. Sudah menunjukkan bahwa ia adalah anak yang tertib dan teratur walaupun lingkungan amatlah jauh daripada itu, seakan ia mampu memilah energi positif dan negatif dalam dirinya. &lt;br /&gt;Perpindahan dari pesantren, ke Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) menjadi titik perpindahan yang teramat fundamental dalam hidup Kang Abik. Ia seperti memiliki lompatan berpikir yang teramat jauh dari sebelum-sebelumnya. Hasrat untuk ikut andil menyalakan kembali cahaya peradaban islam berkobar dalam hatinya. Pada saat itu pula, begitu bulat tekadnya mencicipi ilmu pengetahuan di Universitas Islam paling terkemuka di dunia, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi saya mendapati bahwa proses amatlah dibutuhkan dalam segala hal. Kesungguhan juga kekonsistenan dalam berbuat amatlah diperlukan. Terlebih dalam meraih apa yang telah dicitakan. Begitu pula Ahmad Fuadi dengan Novel “Negeri 5 Menara”nya, juga Akbar Zainuddin dengan buku motivasi“Man Jadda Wajada”Nya, Kang Abik menjadikan jargon “Man Jadda Wajada” sebagai motivasi dalam hidup. Semenjak ia kecil hingga kuliah ia selalu menanamkan `mantra’ ini dalam lubuk hatinya agar semangat tetap terjaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=408500&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=459895833857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=459895833857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs547.snc3/29945_136108576402493_100000100532568_408500_5941490_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Bukanlah Ayat-Ayat Cinta sebagai karyanya yang pertama, sebagai mana komentar banyak sastrawan yang sebelumnya yang menyatakan bahwa Kang Abik adalah penulis kawakan yang “ujug-ujug” fenomenal tanpa melalui proses. Justru ia telah melahirkan karya-karya yang cukup membuat jatuh hati para penggemarnya sebelum lahirnya AAC, yakni dengan “Pudarnya Pesona Cleopatra”, Di Atas Sajadah Cinta. Dan kisah-kisah pendek lainnya. Hanya saja yang lebih banyak laris dipasaran terlebih dahulu adalah AAC. Dikisahkan bahwa proses penulisannya ialah tatkala ia sedang mengalami kecelakaan dan mengakibatkan kakinya patah,lantas tidak mampu berbuat apa-apa, begitu banyaknya cibiran tetangga yang meremehkan kemampuannya sebagai Mahasiswa Kairo, itulah yangmenguatkannya untuk berkarya dan akhirnya menciptakan karya fenomenal AAC dalam kondisi terpuruk ketika itu. Ia meyakini ayat Allah yang mengatakan &lt;i&gt;“Barang siapa bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan menunjukkan jalan keluar dan memberikan kepadanya rizki yang tak disangka-sangka” &lt;/i&gt;ayat ini besar-besar dipajangkan diruang kamarnya ketika ia sakit, sebagai motivasinya untuk berbuat lebih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku biografi karya Ahmad Mujib tersebut juga dilengkapi jejak-jejak kenangan bersama Habiburrahman el Shirazy dalam foto seperti masa kanak-kanak Kang Abik bersama ibu dan adiknya, ketika menjadi santri di MAPK Solo, menjelang keberangkatan ke Mesir, bertemu BJ Habibie di Jerman, di tanah suci, pergelaran seni di Kairo (Mesir) maupun ketika bermain peran di film Ketika Cinta Bertasbih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin inilah yang patut saya, dan Anda teladani, dari sosok Habiburrahman El-Shirazy Sang Fenomenal. Bahwa dalam keadaan sesulit apapun, sebenarnya itulah pembuktian bahwa kecintaan Allah amatlah dekat. Terlebih pada masa-masa sulit yang hendaknya kita manfaatkan sebaik mungkin untuk lebih dekat kepada-Nya. Dan bukan sebaliknya malah menyalahi Tuhan dengan sumpah serapah yang justru memperburuk citra diri dihadapan-Nya. Bukan Ayat-Ayat Cinta atau Ketika Cinta Bertasbih-nya yang menarik, namun jalan panjang menuju karya-karya itu yang patut diteladani. Ketenangan dan kontemplasi menjaga dirinya dari sikap implusif. Daya tahannya atas" kegagalan-kegagalan" membuatnya semakin matang dalam menyikapi kesuksesan. Hambatan dan beban hidup sejak masih kecil hingga dewasa terbukti memberikan buah yang manis.&lt;br /&gt;Sungguh, buku yang menginspirasi. Cocok bagi para penulis pemula yang ingin merasakan lebih dekat "atmosfer cinta" yang diciptakan Kang Abik dalam setiap karyanya.&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=408502&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=459895833857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=459895833857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="img_loading img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs527.snc3/29945_136109016402449_100000100532568_408502_4133181_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;Judul: The Inspiring Life of Habiburrahman el Shirazy, Biografi&lt;br /&gt;Penulis: Ahmad Mujib el Shirazy&lt;br /&gt;Penerbit: PT. Balai Pustaka (Persero)&lt;br /&gt;Tahun: September 2009&lt;br /&gt;Tebal: 270 hal&lt;br /&gt;Harga: Rp.51.000&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-8019214312879211284?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/8019214312879211284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/mengenal-sang-fenomenal-habiburrahman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/8019214312879211284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/8019214312879211284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/mengenal-sang-fenomenal-habiburrahman.html' title='Mengenal Sang Fenomenal, Habiburrahman el Shirazy'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-5494221760666394476</id><published>2010-06-07T02:26:00.001-07:00</published><updated>2010-06-07T02:26:31.393-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Perjuangan Panjang</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;u&gt;Perjuangan Panjang&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=398228&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=457098373857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=457098373857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs331.snc3/29155_134201006593250_100000100532568_398228_5971987_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sulit aku melupakan beribu pasang mata birumu&lt;br /&gt;Bingungku, lantas berkabung…&lt;br /&gt;Kala senja ingin pergi tinggalkan hari&lt;br /&gt;Kau masih saja berdiri&lt;br /&gt;Menanti aroma syurgawi &lt;br /&gt;Menghampirimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sua tiada habis diselaksa pandang&lt;br /&gt;Menatap tingkah laku iblis dunia yang menghadang&lt;br /&gt;Intifadhoh akan tetap meradang&lt;br /&gt;Kala jiwamu terus di hujam&lt;br /&gt;Bingungku,lantas bertandang…&lt;br /&gt;Aku hanya mampu berkumandang&lt;br /&gt;Serukan keadilanmu yang dikekang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad menjadi besi sendi &lt;br /&gt;Sabar menjadi pilar tegar&lt;br /&gt;Tawakkal menjadi dinding hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau adalah jiwa haus &lt;br /&gt;Yang tidak dapat istirahat &lt;br /&gt;Kecuali dalam pangkuan keterjagaan&lt;br /&gt;Kehidupanmu di atas bumi &lt;br /&gt;Merupakan satu rangkaian panjang&lt;br /&gt;Dari perbuatan perbuatan besar&lt;br /&gt;Yang ingin kuraih, namun hanya mimpi&lt;br /&gt;kala rayuan syaitan kerap menghampiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Predikat syahid jelas tersandang&lt;br /&gt;Hakikat mati tak mematikan hati&lt;br /&gt;Jiwamu kan selalu bertandang&lt;br /&gt;Dalam sanubari yang merindu makna dan arti &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mampu menitip salam kasih&lt;br /&gt;Pada angin kasturi bumimu…&lt;br /&gt;Pada awan syurgawi dihatimu&lt;br /&gt;Pada bebatuan, saksi hidupmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala tangan tak mampu menyapa dan hampiri&lt;br /&gt;Perjuangan panjang membentang&lt;br /&gt;Do'aku kan selalu membasahi&lt;br /&gt;Untukmu…&lt;br /&gt;Wahai mujahid sejati…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=398226&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=457098373857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=457098373857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs351.snc3/29155_134200043260013_100000100532568_398226_1546005_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibuat untuk seleksi naskah Tribute to Plestine&lt;br /&gt;(&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;amp;&amp;amp;suggest&amp;amp;note_id=411106508880" rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;http://www.facebook.com/no&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;te.php?saved&amp;amp;&amp;amp;suggest&amp;amp;note&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;_id=411106508880&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Donasi untuk Palestina dapat di kirimkan pada&lt;br /&gt;Rekening Mer-C untuk Palestina :&lt;br /&gt;BCA cab. Kwitang No. Rek. 686.0153678&lt;br /&gt;BSM cab. Kramat No. Rek. 009.0121.773&lt;br /&gt;a.n. Medical Emergency Rescue Committee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekening KISPA untuk Palestina :&lt;br /&gt;Bank Muamalat Indonesia cab.Slipi&lt;br /&gt;No. 311.01856.22 an.Nurdin QQ Kispa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Muhammad Nur&lt;br /&gt;Ahad, 06/06/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-5494221760666394476?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/5494221760666394476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/perjuangan-panjang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/5494221760666394476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/5494221760666394476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/perjuangan-panjang.html' title='Perjuangan Panjang'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-5172638069313382422</id><published>2010-06-07T02:25:00.002-07:00</published><updated>2010-06-07T02:25:50.999-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Nurani Di ujung Samudra</title><content type='html'>&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt;&lt;b&gt;Nurani Di ujung Samudra&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=394259&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=456397838857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=456397838857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs340.ash1/29155_133585953321422_100000100532568_394259_865655_n.jpg" style="width: 460px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mungkin hanya laut yang mengerti&lt;br /&gt;Kapan langit akan menangis...&lt;br /&gt;Atau mungkin hanya buih yang tahu&lt;br /&gt;Kapan mendung berganti warna..&lt;br /&gt;Saat ombak melahirkan darah di bibir karang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selarut ini aku tuliskan sebait pesan buatmu&lt;br /&gt;Aku lampirkan penggalan mimpi untuk menyapamu&lt;br /&gt;Dalam diam...dalam dendam...dalam ketiadaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpagut mata memandang perih&lt;br /&gt;Diujung samudera, panggilan hati membawamu pergi&lt;br /&gt;Kala hatimu tersayat belati&lt;br /&gt;Aku hanya mampu merintih&lt;br /&gt;Adakah mereka miliki segumpal nurani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setetes darah dengan sebuah kerinduan&lt;br /&gt;Yang mampu mengeja gambar keangkuhan tanpa makna&lt;br /&gt;Semacam doa tanpa harapan&lt;br /&gt;Dan sebuah kerinduan yang kering terbakar&lt;br /&gt;Kau masih menanti diujung samudera&lt;br /&gt;Bertanya pada ombak…&lt;br /&gt;Adakah nurani bersinggah menepi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh…Palestina…&lt;br /&gt;Tragedi tanpa kesudahanmu&lt;br /&gt;Meluluh lantakkan qolbu&lt;br /&gt;Ingin kurajut perihmu dengan jamahku&lt;br /&gt;Obati lukamu dengan jiwa…&lt;br /&gt;Agar kalut tak dapat meraja kembali dalam sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh…Palestina&lt;br /&gt;Bumi Isa yang ternoda&lt;br /&gt;Kala serdadu zionis gagah diujung samudera&lt;br /&gt;Hendak halangi nurani yang ingin menepi&lt;br /&gt;Ditanah syurgawi, taman mujahid sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, aku hanya mampu membias&lt;br /&gt;Di balik cermin, malu tanpa arti&lt;br /&gt;Kala sendimu kokoh menghadang buas&lt;br /&gt;Penar matamu denguskan dedebu&lt;br /&gt;Bebatuan siap menjadi saksi juangmu&lt;br /&gt;Aku hanya mampu mengutuk&lt;br /&gt;kala suamu kian mengetuk &lt;br /&gt;dinding semesta nurani&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibuat untuk seleksi naskah Tribute to Plestine&lt;br /&gt;(&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;amp;&amp;amp;suggest&amp;amp;note_id=411106508880" rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;http://www.facebook.com/no&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;te.php?saved&amp;amp;&amp;amp;suggest&amp;amp;note&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;_id=411106508880&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Donasi untuk Palestina dapat di kirimkan pada&lt;br /&gt;Rekening Mer-C untuk Palestina :&lt;br /&gt;BCA cab. Kwitang No. Rek. 686.0153678&lt;br /&gt;BSM cab. Kramat No. Rek. 009.0121.773&lt;br /&gt;a.n. Medical Emergency Rescue Committee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekening KISPA untuk Palestina :&lt;br /&gt;Bank Muamalat Indonesia cab.Slipi&lt;br /&gt;No. 311.01856.22 an.Nurdin QQ Kispa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Muhammad Nur&lt;br /&gt;Jum’at, 04/05/10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=394256&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=456397838857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=456397838857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs351.snc3/29155_133585029988181_100000100532568_394256_5023784_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-5172638069313382422?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/5172638069313382422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/nurani-di-ujung-samudra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/5172638069313382422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/5172638069313382422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/nurani-di-ujung-samudra.html' title='Nurani Di ujung Samudra'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-3778587793899505717</id><published>2010-06-07T02:25:00.000-07:00</published><updated>2010-06-07T02:25:07.249-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Jingga Di Palestina</title><content type='html'>&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=389271&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=455146193857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=455146193857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs332.snc3/29205_132699783410039_100000100532568_389271_2902106_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Takkan  kubiarkan tangan terhenti&lt;br /&gt;Walau pahit menghadang diri&lt;br /&gt;Lambaian aroma syurgawi, elokkan semerbak mewangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takkanku elak diri, menghadap halang melintang&lt;br /&gt;Secerca asa masih tersimpan&lt;br /&gt;Mari sama kita berjuang&lt;br /&gt;Wahai mujahid islam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izzuddin Al-Qossam..!!!, dimana janjimu pada rakyat palestina..!  teriakku dengan pilu menyaksikan tubuh ayahku yang terkapar tak berdaya  dengan lumuran darah. “Ayah, jangan tinggalkan aku. Aku tak sanggup  hidup tanpamu ayah..” tangisku bercucuran tanpa henti menggenang dan  membasahi pipiku. Marah, sedih, dan pilu bercampur satu didalam hati. Ku  ingin mengutuk kekejaman Israel yang selalu berdalih demi perdamaian  dunia itu. &lt;br /&gt;Keluargaku tewas dibantai badan intelligent Israel yang terselubung dan  menuduh keluargaku sebagai keluarga teroris dan aktivitas HAM. Kini otot  kakkiku kurasakan lemah, seketika menyaksikan anggota keluargaku yang  turut syahid dalam insiden mengenaskan ini. Luka yang menganga  dilenganku tidak kuhiraukan, disebabkan kesedihan yang mendalam. Luka  yang ditorehkan serpihan bom yang meledak di perbatasan perkampungan  kumuh An-Nashr, di saat ku pulang dari pengajian di perkampungan yang  sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saat itu kuhanyut dalam kenangan masa lalu. Kurasakan ada  seseorang yang memegang lembut pundakku. Dengan ragu-ragu kubalikkan  tubuhku dan kuarahkan pandanganku untuk mengetahui siapakah yang berani  mengganggu kesedihanku ini. Kuperhatikan dengan seksama seorang lelaki  yang berdiri dihadapanku ini. Seorang lelaki yang berjubah hitam dan  disertai serban yang melilit di wajahnya, membuat dahiku mengernyit, tak  mampu mengenali lelaki berbadan tegap itu. Namun, sinar mata elangnya  mampu meneduhkanku serta menentramkan hatiku yang sedang kalut, “man  eintah yaa akh..? tanyaku dengan terbata-bata. Tidak sanggup ku  menyembunyikan keingintahuanku yang mendalam dan menggilik hati kepada  lelaki itu. Ku kepalkan tangan kecilku dan ku eratkan genggamanku  bersiap-siap untuk menjaga diri andai kata lelaki yang dihadapanku ini  ternyata ingin menghancurkan hidupku. Aku tak gentar menghadapi siapapun  yang bermaksud menghina dan menghancurakan agamaku. &lt;br /&gt;“lebih baik syahid memegang bara api agama dari pada hidup berkalung  noda”, pesan itulah yang selalu kuterapkan di dalam relung hatiku.  Namun, ternyata lelaki yang berwibawa itu seakan tahu akan paranoid yang  tumbuh di diriku. Dengan perlahan-lahan, lelaki itu berlutut di  hadapanku dan melepaskan lilitan serban yang menutupi wajahnya. Dan baru  kusedari, air matanya telah menggenang di kedua kelopak matanya,  sembari membentuk aliran sungai kecil. Dengan sigap lelaki itu mendekap  tubuh kecilku, serta kedua tangannya erat memeluk diriku. “Nak.., akulah  lelaki yang engkau panggil dalam teriakkanmu. Akulah Izzuddin Al-Qossam  yang akan bertanggung jawab akan kelangsungan hidupmu. Ikhlaskan ayahmu  yang telah syahid menuju surga. Aku akan berkorban apa saja demi demi  kehidupanmu, dan demi senyuman anak-anak palestina” serunya  perlahan-lahan. Seruan yang mampu membangkitkan semangatku yang telah  terkubur dalam kubangan hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak, maukah engkau menjadi malaikat Allah yang rela berkorban baik  dengan jiwa dan raga demi kejayaan agama-Nya?” bisiknya ke telingaku.  Aku hanya mengangguk memantapkan diri sembari memabalas dekapannya.  Tidak terasa bulir air mata meleleh di ujung pelupuk mataku, membuat  aliran sungai kecil yang mengalir, bercucuran membasahi pakaian yang  membaluti tubuhku, dan membuaikanku dalam sejenak mimpi masa depanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;“ Komandan Aslam..!! bertahanlah”, ujar salah seorang pasukkanku sembari  membetulkan letak pembaringanku. Ucapan itu telah menyadarkanku dari  pingsan yang merenggut pikiranku. Dengan bersudah payah aku berusaha  untuk bangkit dari pembaringanku. Namun, aku tak berdaya. Kurasakan  tulangku telah remuk seketika. Untunglah usahaku langsung dicegah oleh  salah seorang pasukanku yang setia menjagaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan komandan, lukamu cukup parah. Engkau harus banyak beristirahat  guna memulihakan tenagamu” terang pasukan itu dengan sedikit cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahmad.., siapakah yang memimpin gerilya saat ini?” tanyaku tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah komandan, yang memimpin gerilya malam ini adalah Al-Baz  Al-Sahab karena di sebabkan kelihaian dan kecerdasan strategi perangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, sampaikan salamku buatnya. Kuamanatkan baginya untuk  memimpin pasukan setelahku. Nyawaku sebentar lagi akan pergi untuk  menghadap-Nya” pesanku dengan perlahan. Kini aku terlarut dalam anganku.  Tangisan Ahmad yang mendengarkan pesanku tak ku hiraukan. Biarlah ia  dalam kesedihannya. Aku bersyukur di saat ketakutanku akan kehilangan  araya dan ibuku. Izzuddin Al-Qossan hadir di hadapanku sebagai mana  janjinya padaku. Akhirnya aku terdidik dengan penuh perhatian. Berkat  didikan pimpinan jihad Al-Qossam itu, aku mampu memimpin pasukan dalam  umurku yang relatif muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjadi komandan perang di saat aku berumur 21 tahun. Dan berkat  kemahiranku dalam menyusun strategi perang, membuat badan Inteligent  Israel kalang kabut menghadapi kobaran semangat jihadku yang telah  berkorban bagaikan kobaran api yang membara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Assadullah At-Tsani”. Demikian Izzuddin Al-Qossam menjuluki  kegesitanku dalam berperang. Sering kali aku membuat jengkela pasukan  Israel karena kepiawaianku dalam memimpin pasukan. Namun, takdir  tetaplah di tangan Allah. Walau bagaimanapun aku berusaha dalam  menegakkan panji kibaran keagungan Allah, maut tetap selalu berada di  tangan-Nya. Sore tadi di saat aku dan pasukanku berjihad dalam merebut  pusat penjagaan senjata Israel di perkampungan Er-Rukad dan di saat ku  menolong salah seorang mujahidin, tiba-tiba sebuah timah panas dengan  ganas bersarang di pundakku. Aku tak peduli walaupun tubuhku berlumuran  darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, teriakan asama Allah tetap meluncur di lisanku untuk menyemangati  pasukan yang sedang bertarung mempertaruhkan jiwa dan raga. Hiruk pikuk  peperangan, debu-debu yang berterbangan, serta bantuan musuh yang  berdatangan, tidak mampu menyurutkan semangat jihad pasukanku. Desingan  mewarnai senja keagungan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allahu Akbar.., Allahu Akbar..”. teriakku bersamaan melesatnya granat  yang bertepatan jatuh tak jauh dari tempatku berdiri, dan tak mampu  menerbangkan jiwa ragaku. Sesaat ku pingsan tak sadarkan diri bersamaan  dengan menggemanya adzan maghrib. Dan akupun terbangun diatas kain tipis  dalam keadaan tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahmad, tolong sampaikan salam maafku buat kaum muslimin seluruhnya”  pesanku kepada Ahmad yang tak henti-hentinya mengalirkan bulir air dari  pelupuk matanya. Ia hanya mengangguk dan bersedih sembari menggenggam  erat tanganku yang mulai dingin, lemah dan terkulai tak berdaya. &lt;br /&gt;“Mengapa kau menangis wahai mujahid islam?, mengapa kau lemahkan dirimu  yang perkasa? Tanyaku dengan suara seduh dan tertahan ditenggorokan.  Tidakkah sadarkah engkau masih memiliki kesempatan banyak untuk  menegakkan syariat islam, saudaraku..?”. Kulihat air matanya semakin  membanjiri wajahnya yang tertunduk sembari menghindari pandanganku  kepadanya. &lt;br /&gt;“ Aku menangis bukan karena lemah komandan. Aku menangis bukan karena  aku tak ingin menegakkan syariat islam. Tapi aku menangis karena aku  sedih melihat diriku yang tak mampu untuk berbuat banyak demi mengobati  seorang pejuang islam. Aku tidak butuh sebuah kekayaan, aku tak butuh  seonggok sanjungan. Aku hanya berharap aku dapat bersama orang-orang  yang cinta-Nya kepada Sang Maha Kasih melebihi cintanya kepada makhluk  lain. Aku menginginkan agarku dapat senantiasa membantu dan berjuang  dijalan-Nya bersama orang-orang yang keluasan hatinya bermuara di satu  titik yaitu, Li I’laa’i kalimatillah., berjuang dijalan Allah. Aku tidak  ingin ditinggalkan oleh jiwa orang yang selalu berdzikir kepada-Nya.  Seperti engkau komandan.&lt;br /&gt;“Saudaraku, jangan kau tinggikan derajatku diatas yang lain. Karena  hanya Allahlah yang patut untuk ditinggikan. Bolehlah engkau  menginginkanku lebih lama bersamamu juga bersama mujahid lainnya. Namun,  perlu kau ketahui. Bahwa rasul sendiri pernah menganjurkan kita agar  tidak menuhankannya sebagai rasul. Karena itu akan  menyebabkan kepada  kemusrikan. &lt;i&gt;“Dan ingatlah wahai kaum muslimin, sesungguhnya Muhammad  adalah suatu zat yang tidak kekal, dan sesungguhnya Tuhan Allahlah suatu  zat yang abadi dan kekal”,&lt;/i&gt; ingatkah engkau perkataan Abu Bakar  Shiddiq ini. Jangan kau lemahkan dirimu sebagai mujahid islam.  Pecamkanlah dalam dirimu agar kau dapat berbuat lebih melebihiku, juga  para saudara-saudara mujahid lainnya. Pastikan dirimu agar selalu  membarakan api perjuangan melawan mereka yang telah merenggut tanah  kelahiran kita. Aku pun selalu menjadikan pesan ayahku sebagai bara yang  menyulut kobaran semangat dalam diriku. Pastinya ku mau engkau dan juga  sahabat lainnya berbuat seperti apa yang aku lakukan sebelumnya”  Pesanku kepada ahmad yang mulai menegakkan kepalanya.&lt;br /&gt;“Baiklah komandan, saya akan pecamkan pesan komandan itu. Semoga ini  adalah bara yang mampu menyulutkan semangat perjuangan diranah yerusalem  ini. Dan satu permintaanku kepadamu komandan, bolehkah aku memintanya?&lt;br /&gt;“apa itu ahmad, mudah-mudahan aku dapat menyanggupinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku hanya ingin menitipkan salam kasih kepada baginda rasul,komandan!  Aku ingin setemunya kau dengannya, kau dapat membawa salam cintaku  kepada kekasih Allah itu. Agar kiranya ku dapat bertemu juga dengannya  di surga.” Tampak wajah Ahmad mulai merekah, semburat harapan itu  dilontarkannya penuh dengan ketulusan.&lt;br /&gt;“Baiklah saudaraku, insyaAllah akan kusampaikan salammu itu. Namun,  perlu kau tahu, aku belum mengetahui kemanakah aku akan ditempatkan  nanti. Tapi ku yakin Allah pasti memberikan balasan yang setimpal kepada  hamba-hamba-Nya yang syahid. Doakanlah saya agar menutup mata dalam  kesyahidan. Semoga kiranya dapat berjumpa dengan kekasih Allah itu  sebagaimana yang engkau pesankan. Jagalah masyrakat kita, warga kita  palestina dari cengkraman iblis Yahudi itu.” Suaraku semakin lemah dan  sejenak mataku mulai terpejam.&lt;br /&gt;Ahmad pun merundukkan kepala. Semakin tak kuasa menahan buncahan  sedihnya. Aku merasakan bau harum bau harum surgawi menghinggapi  tubuhku. Dan kulihat para bidadari cantik nan jelita siap menyambut  ruhku. Sesosok cahaya terang dengan wajah tampan dan harum siap membawa  ruhku menuju ke hadirat-Nya.&lt;br /&gt;“Asyhadu an laa ilaaha illa Allah, Wa asyhadu anna Muhammadan  rasulullah” kata itu kian menghiasi bibirku. Hanya kata itulah yang  terucap dari lisan untuk terakhir kali. Kini kurasakan jiwaku melayang  terbang bersama sambutan para bidadari. Ku padangang jasadku dibawah  sana. Tersenyum bahagia, bersama semburat jingga Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=389274&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=455146193857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=455146193857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs341.ash1/29205_132700303409987_100000100532568_389274_4928331_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-3778587793899505717?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/3778587793899505717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/jingga-di-palestina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/3778587793899505717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/3778587793899505717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/jingga-di-palestina.html' title='Jingga Di Palestina'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-4714504912280651713</id><published>2010-06-07T02:23:00.001-07:00</published><updated>2010-06-07T02:23:44.864-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Bumi Sengketa</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=382737&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=453872243857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=453872243857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs329.snc3/29055_131824600164224_100000100532568_382737_7173716_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kerikil tajam turut berontak, kala bumi husein dipijak&lt;br /&gt;Batu-batuan turut bicara, kala bumi Isa luluh lantak&lt;br /&gt;Pelepah kurma turut berdetak, kala bumi Omar Mukhtar digasak.....&lt;br /&gt;Maka......&lt;br /&gt;Biarlah hamparan pasir Afghanistan jadi saksi&lt;br /&gt;Lesatan mujahid anak panah kebenaran&lt;br /&gt;Koyak-moyakkan tabir kejahatan kafir&lt;br /&gt;“ Allahu Akbar “&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 kilometer lagi, Abi tak pantang menyerah. Dengan sigap ia lewati  jilatan api. Aku berlari seakan dibelakangku ada singa yang siap untuk  menancapkan kuku-kuku runcingnya, bagaikan bilah-bilah pisau tajam yang  digantungkan di dinding-dinding rumah. Aku terus berlari tak menginjak  bumi. Debu-debu berterbangan seiring hangus kakiku yang menginjak pasir  panas, bagaikan biji timah cair yang menggelakkan timbulkan buih-buih  api. Pergelangan tanganku tergenggam erat dalam kekarnya jari-jari Abi.  Napasku habis terengah-engah. Menyesak dalam dada, ingin rasanya  meledak. Staminaku kian habis. Aku yang masih berusia 11 tahun tak mampu  mengimbangi langkah panjang Abi. Tak sanggup bertahan, kuhentikan  langkahku yang menimbulkan sorot tanda tanya Abi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa Shir...?” tanya Abi dalam bahasa Pusthu* yang kental.&lt;br /&gt;Pertanyaan menguap bersama udara panas Afghanistan. Aku tak bisa  langsung menjawab karena harus mengatur napas terlebih dahulu. Tanpa  menunggu jawaban, Abi langsung mengangkat serta mendekapku dalam dadanya  yang bidang.&lt;br /&gt;Meski bebannya kian bertambah karena harus menopang berat badanku, Abi  terus berlari menuju bukit Akhdar, kubu perlindungan rahasia militan  taliban. Meski harus menempuh api yang berkobar dari salah satu rumah  kubus penduduk yang baru diserang pasukan Intelegent Amerika yang  mendapat bocoran berita tentang kampung militan rahasia Taliban.  Dimana-mana sijago merah terus melahap tiap senti rumah penduduk. 30  meter dibelakang Abi, mobil pick-up berlambangkan elang paruh putih  terus menambah kecepatan. Deru mesinnya menciptakan badai debu ke  angkasa. Menambah aura kebiadaban Amerika dibumi Osama bin Laden ini.  Moncong AK-47 telah berisia mengoyak moyak jalaba* Abi, para pasukan  terlatih Amerika tengah bersiap menarik pelatuk senjata bu buatan Rusia  itu. Namun Abi tak goyah, langkah tegapnya terus menapaki  lautan pasir  tanpa kesudahan. Lilitan serbannya yang bertangger dikepalanya  berkibar-kibar bersama tarian angin. Abi bagaikan Cheetah yang  menyelamatkan diri dari tangkapan pemburu. Desingan  peluru mulai  terdengar berlanjutan dengan muntahan timah panas yang siap menyerang  siapa saja yang mencoba menghalau kecepatannya. Sesekali Abi merunduk  untuk menghindari amukan timah panas syetan itu. Aku yang menjadi beban,  sedikit menyulitkannya. Namun pelatihan yang dijalankannya di Khandar,  kubu perlindungan militan taliban, serta pengalaman jihadnya dalam  perang begejolak di Kabul sangat membantu Abi dalam mengelak. Aku  didekap erat dalam pelukannya. Dengan sekuat tenaga ia jauhkan aku dari  serbuan peluru. Namun, Abi tetaplah manusia  yang takdirnya di tangan  Allah yang Maha Perkasa. Meski sekuat dan selincah apapun Abi, Abi  tetaplah manusia biasa yang kadang kalanya kehabisan tenaga serta lalai,  entah telah berapa jauh aku dan Abi berlari, namun itu seakan tanpa ada  habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Duarrrrr.....!!” sebuah bom yang ditembakkan meledak tak jauh dari  kami. Abi yang berusaha menghindari muntahan timah panas tak menyadari  adanya strategi ganda. Sebelum tersadar aku dan Abi telah terlempar ke  angkasa. Bias dari ledakan bom yang meledak beberapa meter dari kami.  Frekuensi kekuatannya mempu menghancurkan sebuah desa  menggetarkan bumi  Afghanistan. Kupejamkan erat-erat  kelopak mataku. Berharap, ini semua  hanyalah impian belaka. Berharap waktu bergulir kembali ke belakang.  Saat aku asyik bermain perang-perangan bersama Abi. Berharap canda tawa  Abi menghiasi hari-hariku. Berharap kasih sayang Abi yang tak pernah  habis-habisnya kembali menenangkan jiwa batinku. Namun, semuanya telah  berakhir....&lt;br /&gt;Ya....Rabbi....Ya Aziz......Ya Rahman......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; “Ah....ah....ah...Allah...&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;.”,  kubuka mataku perlahan-lahan, kurasa ada beban menindih tubuhku. Beban  yang akan menguras air mataku hingga habis, tanpa sadar kristal air mata  menganak dikedua sudut mataku. Kristal-kristal itu tumpah bermuara  sungai kecil di pipiku.&lt;br /&gt;“ Ah...ah...ah...Ya Allah...”, erangan tertahan kembali bergetar dari  pita suaraku, erangan kala air mataku tumpah bercampur darah yang  mengalir dari luka-luka menganga disekujur tubuhku. Kucoba bangkit meski  perih rasanya, para pasukan Amerika yang puas menampakkan kebiadapannya  telah lama pergi. Ternyata aku pingsan beberapa waktu lamanya.  Bangunan-bangunan yang hangus terbakar kini tinggal puing-puing abu, dan  matahari telah kembali keperaduannya ke ufuk barat. Dengan sisa tenaga  yang kumiliki kuambil balok kayu yangterletak diantara puing-puing untuk  menggali liang kubur bagi syahidnya anggota keluargaku yang terakhir.  Dengan berlinang air mata kucium serta kupeluk Abi untuk terakhir  kalinya. Tak kutemukan amis darah, hanya wangi penghuni surga yang  tersisa ; SELAMAT TINGGAL ABI...!!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali berkelebat dalam benakku. “Ya Rabbi betapa besar pengorbanan  serta tanggung jawab Abiku akan agama dan keluarganya. Demi kibaran  bendera keagungan agama dan asma-Mu. Ia mengorbankan dengan ikhlas  keluarga yang ia cintai melebihi dirinya sendiri”, batinku merintih.  Namun, walaupun Abi merupakan seorang militan Taliban yang senantiasa  aktif dalam setiap perang pergolakan, ia tidak pernah mengabaikan kami  keluarganya. Ia senantiasa menyempatkanwaktu untuk mengunjungi kami  meski sekali dalam sebulan atau 2 bulan, dan ia tak pernah lalai akan  tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga serta pengayongan kami.&lt;br /&gt;Saat ummi serta Raihan adikku mendapat giliran panggilan Allah sebagai  syahidah dan syahid. Mereka terkena serpihan geranat yang diluncurkan  pesawat tempur USA, di pasar en-Nashr. Abi mengambil alih seluruh tugas  ummi. Sejak itu, bila perang tengah bergejolak, Abi senantiasa  menitipkanku di kamp-kamp pelatihan militer taliban, karena Abi harus  bergerilya siang dan malam. Tanpa takut dan kalut karena yakin karena  Allah senantiasa mendampingi serta menjaga anaknya yang tinggal sendiri ;  Muhammad Nashir Nashrullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, semuanya berubah kala ratusan pasukan terlatih badan intelegent  Amerika merangsek masuk menghancurkan kamp. Pelatihan militer Taliban di  desa Abdigad, kala itu kamp pelatihan selagi sunyi. Hingga hanya  sedikit  perlawanan yang terjadi yang dapat dipatahkan dengan mudah, dan  semuanya terjadi dalam satu petikan jari.&lt;br /&gt;Dan kini, Abi adalah pahlawanku serta pahlawan bagi seluruh umat Islam  yang peduli akan tangis pergolakan dari bumi sengketa  Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupacu langkahku setelah memanjatkan doa diatas pusaran peristirahatan  terakhir Abi. Aku berlari berurai air mata. Berlari dan berlari, tanpa  tujuan. Aku berlari mengikuti langkah kakiku. Aku sebatang kara dibumi  sengketa ini. Namun, aku yakin Allah tak kan pernah meninggalkanku walau  sedetik saja. Malam telah menunjukkan kekuasaannya, malam telah  bentangkan jubah kegelapannya. Namun, aku masih terus berlari walau  kepekatan malam mencoba menghalau langkahku.  Aku terus berlari diatas  hamparan pasir, terus berlari....hingga seluruh tenagaku habis dan  sirna. Dunia seakan berputar dimataku, perlahan....makin cepat dan  berputar bagai putaran kincir air didesa bibi Mellijah, dekat Peshawar ;  Pakistan.&lt;br /&gt;Dan.....semuanya gelap seperti gelapnya jubah malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;  “Agh......Allah.....a..ku.&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;..di..ma...na...?”  tanyaku terbata, berharap satu jawaban. Namun pertanyaanku hanya  menggaung kesudut-sudut dinding ruangan berukuran 3x4 meter tersebut.  Pertanyaanku seakan kembali pada diriku yang tergeletak tak berdaya,  terbaring berselimutkan sulaman kain wol kasar yang entah siapa yang  punya. Dengan perlahan kutatap sekeliling ruangan. Mataku menyipit  terhalau kilauan cahaya matahari yang menerobos masuk melalui sekat  sekat petak disetiap sudut ruangan. &lt;br /&gt;“ Agh......agh.....” sakit menyayat kurasakan kala aku berusaha  menggerakkan tubuhku. Otot-ototku seakan dilolosi satu persatu. Aku  seakan seonggok daging dengan jiwa yang terperangkap didalamnya. Hidup  namun tak mempu bergerak. Sekujur tubuhku tarasa perih, hampir sekujur  tubuhku ditempeli daun-daunan yang setahuku sering dipakai dalam  pengobatan tradisional. &lt;br /&gt;“ Ya Allah.....kuatkan hamba yang lemah ini.....”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba daun pintu diseberang dipan berderit, bersamaan masuknya  seorang nenek tua yang menurut perkiraanku umurnya berkisar 76 tahunan.  Dengan tertatih-tatih ia letakkan kendi tembikar yang dibawanya diatas  meja, samping tempatku tergeletak tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;  “ Nek...a...ku...di...ma...n&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;a...?”  kataku dengan penasaran. “Kamu berada didesa Zabgabadek, distrik  Punjwayi, 35 Km dari Kandahar”, jawabnya dengan suara datar.&lt;br /&gt;“Nek...apa yang terjadi hingga aku sampai disini...?” Tanyaku lagi. &lt;br /&gt;“ Saya menemukanmu ketika aku menuju pasar pagi di desa Gebrad, tak jauh  dari sini. Aku menemukanmu tak berdaya dengan penuh goresan luka. Kamu  hampir kehabisan darah saat aku tiba. Alhamdulillah, semuanya belum  terlambat. Dengan sigap ku membalut luka-lukamu dengan racikan  rempah-rempah serta resep-resep obat tradisional yang kubeli dipasar  sana”. Ujar nenek. &lt;br /&gt;“Alhamdulillah....Ya Allah, engkau masih menganugrahkanku nafas diakhir  hidupku. Alhamdulillah Ya Rahman....” batinku berucap syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Siapa namamu nak?” Tanya nenek.&lt;br /&gt;“ Nama saya Muhammad Nashir Nasrullah nek....” jawabku.&lt;br /&gt;“ Apa yang terjadi denganmu ? Dan dimana orang tuamu?” tanyanya lebih  lanjut.&lt;br /&gt;Maka mengalirlah kata demi kata dari lisankku, betapa perih rasanya. Aku  terus berusaha menguatkan mentalku. Dengan berurai air mata kuceritakan  apa yang terjadi pada diriku dan kedua orangtuaku selengkap-lengkapnya.  &lt;br /&gt;“Nak...maukah kau seperti Abimu, sebagai penggenggam bara api agama.  Menjaga agar ia tak redup dan padam, menjaganya walaupun harus  menumpahkan darah hingga penghabisan. Siapkah kau menjadi malaikat Allah  selamanya ?” tanya nenek itu setelah aku menghabiskan kisahku.&lt;br /&gt;“Siap” jawabku dengan mantap. Jawaban yang akan merubah hidupku menuju  ridha Allah, menjadi penggenggam sang bara api agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rembulan tampak bagaikan sebuah bola perak yang bercahaya, sementara  dikaki langit venus berpijar seperti lahar, meteor jatuh kebumi bagaikan  lembing menyala-nyala yang dilemparkan oleh sesosok tangan dari langit.  Sementara bintang berkelap-kelip seakan ribuan manik-manik yang  berkilauan telah dijahitkan diatas jubah lembayung langit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nashir berdiri memandang kearah langit itu, matanya mengembara dari  satu planet ke planet yang lain, dari satu bintang kebintang yang lain.  Mana diantara mereka yang akan ia mintai bantuan ? Yang mana dari mereka  yang dapat menolong mereka ? Namun ia sadari, tak satupun yang mampu  menolongnya dalam mengobarkan gejolak jihad yang membara di jiwanya.  Selain Dzat yang telah menciptakan segala sesuatu yang bahkan tak  terjangkau akal. Dalam satu petika jari, dapat memusnahkan serta  meruntuhkan segala biduk maksiat yang menampung tetesan-tetesan  kejahatan tak lebih dari sekedip mata. &lt;br /&gt;Nashir berdiri tegap disebuah anjungan lembah Zenit, berdiri diantara  daratan yang mencuat dari perut bumi. Dadanya yang bidang dibalut jalaba  tradisional Afghanistan berayun mengikuti hembusan angin malam, laksana  mujahid padang karbala. Ia menatap lurus kedepan, menembus garis  lengkungan langit penghubung bumi. Lengannya sedikit terangkat menopang   klashnicov  yang bergelanyut dibahunya, senjata laras panjang buatan  Rusia itu akan mendampingi jihad gerilyanya dini hari nanti. &lt;br /&gt;“ Komandan Nashir..., pasukan telah siap tuk menunaikan shalat sunnah  berjamaah”, tegur Ahmadi dengan lembut. &lt;br /&gt;Ahmadi baginya adalah tangan kanan yang senantiasa mendukungnya.  Setelah kedua orangtuanya syahid, ia mewakafkan hidupnya demi jihad  dalam agama Allah. &lt;br /&gt;“Ya .....aku segera tiba”, jawabku lugas seraya mengikuti langkahnya  menuju tenda pasukan.&lt;br /&gt;“ Aku ingin syahid.....”, ungkap Ahmadi suatu ketika dengan berurai air  mata kerinduan.&lt;br /&gt;“ semoga Allah mengabulkan doamu”, jawabku kala itu.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, hening mencekam menyelubungi lembah Zenit. Seluruh  makhluk berkhusuk dalam munajat pada Sang pemilik alam semesta.&lt;br /&gt;“ Ya Allah....Ya Rabbi.....izinkan aku berbuka puasa esok hari, bersama  kekasihmu Nabi Muhammad, beserta para syuhada lainnya”, cetus doa  seorang hamba dalam kehusyukan dalam munajatnya pada Rabbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaikan badai ombak yang terdiri dari manusia, para gerilyawan  mujahidin berjalan melintas padang gurun. Tapal-tapal kuda berderap  menjejaki butiran pasir. Gelegak darah para mujahidin menyusup  keubun-ubun. Beri sensasi surgawi dalam benakknya. Betapa rindunya  mereka akan panggilan Allah untuk didekap disisi-Nya. Bara api  perjuangan tersulut cepat bersama pekikan komando Nashir. &lt;br /&gt;“Allahu Akbar...Allahu Akbar....Allahu Akbar....”.&lt;br /&gt;Pedang dan belati berkilat kilat menakutkan dibawah siluwet fajar  merah, moncong Kloshnikov telah haus akan darah para pembangkang serta  penentang syari`at Islam. Dalam sekejap bumi Afghanistan telah  terselubung badai, debu berterbangan. Pertempuran berlangsung dahsyat,  terperangkap dalam peperangan yang menyesakkan. Namun, menjanjikan surga  bagi para mujahidin dan neraka pada setiap bayangan kematian para kafir  Amerika. Setiap hunjaman belati serta muntahan peluru, menyemburkan  darah seperti anggur merah yang tumpah dari ribuan cawan. Tanah berubah  menjadi begitu merahnya, hingga seolah-olah ribuan mawar berguguran  menutupi pasir Afghanistan.&lt;br /&gt;Nashir terus memekikkan takbir untuk menyemangati para mujahidin. Yang  dimakmumi seluruh mujaidin. Pekik takbir peperangan para mujahidin itu  mampu membuat jantung para orang yang telah meninggal berdegup kembali.  Nasher terus menerjang ke garis depan musuh, memuntahkan bola api  kehancuran dalam setiap muntahan timah panasnya. Ia menerjang kedalam  kubu perlindungan badan intelegent Amerika, seraya terus memuntahkan  timah panas. Ia bagaikan arit kematian yang besar, menebas habis siapa  saja musuh Tuhan Yang Maha esa. Bising peluru serta sabetan belati tak  sedikitpun menggoyahkan semangat jihad para mujahidin. Meraka berperang  bagaikan singa yang terluka. Membuat pasukan Amerika kalang kabut.“Ish  kariman au mut syahidan”  terpatri erat dalam urat nadi mereka. Para  pasukan terlatih Amerika yang tak menyadari adanya serangan dini hari  tak mampu untuk menarik nafas dan menyelamatkan diri. Bayang-bayang  kematian melintas dalam benak mereka. &lt;br /&gt;Akan tetapi, entah dapat berita dari mana bantuan musuh mulai mengalir  berdatangan. Tank-tank Amerika mulai berdatangan memuntahkan bola api  menuju bilik mujahidin. Pesawat tempur IDF milik Amerika menari-nari  dibayangi fajar merah. Melesatkan granat hunjam perut bumi. Para  mujahidin terus bertahan menggolakkan semangat yang membara pada  jiwanya. Harum syurga fidaus membayangi setiap muntahan timah panas dan  sabetan belati mereka.&lt;br /&gt;“Ahmadi....awas.....”, pekikku membahana. Dengan sedikit bersalto  kulemparkan tubuhku yang berada diantara karung-karung pasir yang  bertumpuk didekat pos pemeriksaan. Dengan sekuat tenaga, kurangkul ia  menjauh dari sana.&lt;br /&gt;“Duarrrrrr.....”, aku dan Ahmadi jatuh berdebam bersamaan meledaknya  karung-karung pasir yang terkena lontaran granat Amerika.&lt;br /&gt;“ Madi.....bangkit dan rebutlah markas penyimpanan senjata disebelah  utara sana !, tinggal selangkah lagi Insya Allah kita akan dianugrahi  Allah kemenangan.” Perintahku tegas. Namun tetap dibarengi senyum  persaudaraan.&lt;br /&gt;“siiiiiap komandan....”, jawabnya sembari mulai merunduk diantara pagar  kawat yang mengelilingi pos penjagaan.&lt;br /&gt;“ Allahu Akbar......!” Pekikku menyemangati mujahidin lainnya. Aku  berdiri menyalakan moncong Klashnicov mengarah pada tentara Amerika yang  bersembunyi dibalik dinding beton.&lt;br /&gt;“Duar.” Peluru menembus dada kiriku, terasa perih timah panas yang  bersarang ini. Kala mataku fokus pada tentara yang lain.&lt;br /&gt;Aku terus bertahan meski tubuhku mulai berlumuran darah, ku berondong  tentara Amerika dengan muntahan peluru, meski sisa-sisa tenagaku mulai  habis menahan sakit.&lt;br /&gt;Debug.......aku terjatuh diatas pasir kasar. Cairan merah kental terus  merembes membasahi jalabaku.&lt;br /&gt;“Komandan Nashir...!!!” tiba-tiba Ahmadi telah berada disampingku.  Merangkul dengan linangan air mata membasahi kafiyeh* yang melilit  diwajahku.&lt;br /&gt;“Bertahanlah komandan...! aku akan meminta bantuan pada mujahid  lainnya”.&lt;br /&gt;“Jangan...” sanggahku menghentikan langkahnya.&lt;br /&gt;“Jangan usik para malaikat Allah hanya demi seorang insan naif  sepertiku, biarlah mereka tetap berjihad disana...”lanjutku berusaha  tersenyum.&lt;br /&gt;Ahmadi hanya mampu terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana jihad kali ini Ahmadi...?” tanyaku bertahan.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;  “Alhamdulillah...selangkah&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;  lagi kita akan menang, tentara Amerika kalang kabut membendung serangan  kita. Markas penyimpanana senjata telah dikuasai, tank-tank mereka telah  terbakar beserta keping-keping pesawat tempur yang jatuh terkena  lontaran granat para mujahidin” jelas Ahmadi sembari tetap merangkulku.&lt;br /&gt;Terbayang kembali ingatanku beberapa tahun yang lalu saat aku masih  berusia 11 tahun. Berkat anjuran nenek Syafiah aku dididik ilmu  kemiliteran Taliban di Kandahar, kubu-kubu perlindungan rahasia militan  Taliban. Dibawah asuhan Osama Bin Laden aku berjuang membela agama Islam  dalam jalur peperangan, dan menjadi momok menakutkan bagi badan  intelegent Amerika ; sang pembangkang syari`at Islam.&lt;br /&gt;“Ahmadi...sampaikan salam dan maafku buat nek Syafiah serta buat  seluruh umat Islam di Dunia..., berjuanglah Ahmadi. Tegakkan din ini  meski jiwa raga menjadi taruhannya....!” pesanku dalam detik terakhirku.&lt;br /&gt;“Ya....Rabbi...syukurku hanya pada-Mu, akhirnya aku bisa berbuka puasa  bersama para kekasihmu nanti...” cetusku dalam hati seraya tersenyum  bahagia mengingat doaku dini hari lalu....&lt;br /&gt;“Asyhadu Anlaa Ilaaha IllAllah...., Wa asyhadu Anna  Muhammadarrasulullah....” hembusku dalam nafas terakhir.&lt;br /&gt;Lalu semuanya gelap dalam dekapan jubah malam.&lt;br /&gt;&lt;span&gt; “Khaibar......khaibar.....&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;  Ya Yahud.....Jaitsu Muhammad.....Saufa Ya`ud...”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-4714504912280651713?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/4714504912280651713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/bumi-sengketa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/4714504912280651713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/4714504912280651713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/06/bumi-sengketa.html' title='Bumi Sengketa'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-793667425526939633</id><published>2010-05-27T05:15:00.000-07:00</published><updated>2010-05-27T05:15:19.601-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Dinding Cahaya</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=377062&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=451951573857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=451951573857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs329.snc3/29055_130542730292411_100000100532568_377062_2900797_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku ingin telimpuh sehingga lumpuh &lt;br /&gt;sampai sujud ini Kau peluk&lt;br /&gt;"Sudah aku lawatkan pasrah yang patuh lewat beribu kata&lt;br /&gt;zikir yang berduka, syair yang membulirkan air mata&lt;br /&gt;basuhlah segala peluh, hisaplah segala keluh"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata kata bukanlah raga&lt;br /&gt;untuk bertandang, terbangkan jiwa&lt;br /&gt;cukuplah nurani menjadi saksi&lt;br /&gt;kala hati melebur di oase cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dinding cahaya saksi bisu&lt;br /&gt;kala ratapan membahana syahdu&lt;br /&gt;ku titip salam kasihku untuk diri yang rancu&lt;br /&gt;adakah untaian hikmah yang sempat bertumpu?&lt;br /&gt;dalam samudera cinta-Mu&lt;br /&gt;basuhku luruh..&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mahmoud el-Ahmady&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pengembara Jati Diri&lt;br /&gt;Menyemai Hikmah Kisah&lt;br /&gt;25/05/10&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-793667425526939633?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/793667425526939633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/dinding-cahaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/793667425526939633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/793667425526939633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/dinding-cahaya.html' title='Dinding Cahaya'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-2195501354789098021</id><published>2010-05-27T05:13:00.001-07:00</published><updated>2010-05-27T05:13:23.711-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Di Padang Sujud</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=377019&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=451923878857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=451923878857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs329.snc3/29055_130527620293922_100000100532568_377019_2173862_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Detak arloji berlari di dinding hati berlumut&lt;br /&gt;mendesak malam yang selalu saja berkabut&lt;br /&gt;untuk kali ke sekian aku mencoba terjaga&lt;br /&gt;mendesahkan kembali dengung zikir alif kembali ke alif&lt;br /&gt;memahatkan kembali sembilan puluh sembilan nama-Mu&lt;br /&gt;tapi untuk kali ke sekian pula tubuhku masih saja mengerang&lt;br /&gt;hati tetap berlumut sedang detak arloji berlari mengejar&lt;br /&gt;kembali untuk kali ke sekian aku menggelepar di padang sujud&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mahmoud el-Ahmady&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pengembara Jati Diri&lt;br /&gt;Menyemai Hikmah Kisah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;24/05/10&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-2195501354789098021?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/2195501354789098021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/di-padang-sujud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/2195501354789098021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/2195501354789098021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/di-padang-sujud.html' title='Di Padang Sujud'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-2063761220366494340</id><published>2010-05-20T20:12:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T20:12:20.108-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>[Renungan] Ingatan</title><content type='html'>&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=370397&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=449921123857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=449921123857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs659.snc3/32555_129275340419150_100000100532568_370397_6933037_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=370393&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=449921123857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=449921123857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs559.ash1/32555_129275160419168_100000100532568_370393_6782645_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Bila  kesedihan datang dikarenakan dosa-dosa yang setiap hari rasa terus  bertambah, ingat Allah akan mengampuni orang yang memohon ampun, memberi  kepada yang meminta dan menerima yang bertaubat&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Jika kesedihan bertandang, prihatin dengan orang yang  lemah, penuhi hajat yang memerlukan, jangan bawa kebencian. Jadikan  kesedihan sebagai jembatan untuk mengejar cinta-Nya. Terus mengutip sisa  semangat yang hilang. Sesungguhnya Allah bersama, para malaikat  memohonkan ampunan dan syurga telah menanti.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Optomis dalam hidup dengan berbaik sangka kepada Allah. Enyahkan  segala duka dengan mengingat semua nikmat yang telah dikaruniakan. Di  dunia ini tiada kebahagiaan yang sempurna, tidak seorang pun di dunia  bisa mendapat segala keinginannya. Usah letakkan dunia di hati tetapi  letakkan ia di tangan supaya mudah mengawalnya.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Hanya Dia..., Hanya Dia yang layak untuk tempat  mengadu dan mengemis kasih. Setiap manusia punya perjalanan hidup yang  unik dan pelbagai. Katika diuji, mudah benar mengadu kepada sang makhluk  bernama manusia. Kononnya supaya menjadi orang yang tidak menyimpan  rasa dan memendam masalah yang bisa memberi kesan negatif.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Namun, tidak sadar sebaik panawar adalah pengaduan kepada-Nya..,  menangis, mengadu dan luahkan segalanya kepada-Nya...Allah. Ia menyambut  siapapun hamba-Nya yang mau kembali sejauh apapun tersesat yang pernah  dilalui.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Kebaikan kerapkali perlu dimulakan berkali-kali.  Tidak ada istilah putus asa dalam mengharap keampunan dan keridhohan  Ilahi. Walaupun berkali-kali mundur dan terbentur, itu bukan alasan  untuk berhenti. Berhenti artinya mati-mati hati dalam mengharapkan  cahaya Ilahi. Hakikatnya itu lebih bahaya daripada matinya Jasad yang  lahir ini&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ya Allah, moga hati yang berdosa ini tidak terus mati dari rahmat dan  ridho-Mu Ya Rabbi&lt;br /&gt;Ya Alllah, tabahkanlah hatiku supaya tidak mengutamakan perasaanku  berbanding agamaku. Berikan daku kekuatan Ya Rabbi...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-2063761220366494340?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/2063761220366494340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/renungan-ingatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/2063761220366494340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/2063761220366494340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/renungan-ingatan.html' title='[Renungan] Ingatan'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-7443191980286884360</id><published>2010-05-20T20:04:00.001-07:00</published><updated>2010-05-20T20:04:38.928-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah-Q'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Pengharapan~Muhammad Nur</title><content type='html'>&lt;i&gt;Ya Allah ,&lt;br /&gt;Usai ku pasrah dalam rengkuhan doa&lt;br /&gt;ku rajut sejuta warna dalam kasih-Mu&lt;br /&gt;Usai ku pasrah dalam usaha&lt;br /&gt;merangkai mimpiku di sela tafakkur pada-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pasrah...&lt;br /&gt;Aku tawakkal kepada-Mu&lt;br /&gt;telah ku melangkah &lt;br /&gt;lewati titian petunjuk&lt;br /&gt;adakah harapan di sana?&lt;br /&gt;untuk terangi jiwaku&lt;br /&gt;melaman indah dengan mujahid ilmu&lt;br /&gt;berjuang di tanah peradaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi itu telah di ujung mata&lt;br /&gt;namun, adakah harapan itu di sana?&lt;br /&gt;Engkaulah yang Maha Tahu itu&lt;br /&gt;pasrahku lamat dalam senandung qalbu&lt;br /&gt;aku hanya mampu berusaha dan berdoa&lt;br /&gt;kalaupun itu adalah kuasa-Mu &lt;br /&gt;izinkanlah aku cicipi indahnya perjuangan itu&lt;br /&gt;"Menimba ilmu di tanah kenabian dan mujahid ilmu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun itu belum pada saatnya&lt;br /&gt;namun, ku yakini Engkaulah yang tahu akan isi hati&lt;br /&gt;aku hanya mampu berharap&lt;br /&gt;aku hanya mampu bermimpi&lt;br /&gt;aku hanya mampu merangkai isi hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,&lt;br /&gt;aku tenggelam dalam sujud pengaduan ku kepada-Mu&lt;br /&gt;dalam isak tangis aku memohon dengan amat&lt;br /&gt;moga ditenangkan hati dikentalkan jiwa&lt;br /&gt;jua memohon keampunan Mu &lt;br /&gt;moga aku senantiasa bersyukur&lt;br /&gt;sudah pasti cobaan dan kesakitan itu&lt;br /&gt;adalah nikmat dari-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb,&lt;br /&gt;jua sebagai kafarah dosaku&lt;br /&gt;moga kusut yang melanda&lt;br /&gt;menambah dekat diriku pada kasih-Mu&lt;br /&gt;suluh sinarkan lagi nur Ilahi&lt;br /&gt;biar terang jalanku menuju syurga-Mu&lt;br /&gt;tiada dayaku selain pengharapan hanya pada-Mu&lt;br /&gt;tiada dayaku Ya Allah&lt;br /&gt;tiada yang lain, hanya pada-Mu&lt;br /&gt;jadikan aku terus berpegang teguh pada-Mu &lt;br /&gt;Moga tsabat hati tak berbelah bagi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmoud el Ahmady&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menyemai hikmah kisah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;19/05/10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=369293&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=449530853857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=449530853857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="img_loading img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs619.snc3/32555_129022473777770_100000100532568_369293_4746458_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-7443191980286884360?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/7443191980286884360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/pengharapanmuhammad-nur.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7443191980286884360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7443191980286884360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/pengharapanmuhammad-nur.html' title='Pengharapan~Muhammad Nur'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-1254354451649177984</id><published>2010-05-13T16:31:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T16:31:55.476-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reportase'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah Kajian'/><title type='text'>Kunjungan Pakar Kristologi, Ibu Hj. Irene Handono Di Ponpes Ar-Raudhatul Hasanah</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Dan Orang – Orang  yahudi dan Nashrani  tidak akan rela kepadamu sebelum engkau mengikuti agama mereka”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;(Al- baqarah:120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=358305&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=446960068857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=446960068857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs313.snc3/28305_127220287291322_100000100532568_358305_6420985_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Pada malam hari tepatnya pada malam jum’at, seluruh santri dan santriwati serta bapak dan ibu guru pesantren ar-raudhatul hasanah berkumpul di gedung serba guna pesantren, guna mendengarkan nasehat dan ceramah pakar kristologi ternama ibu Hj. Irene Handono di depan para hadirin yang hadir pada saat itu. &lt;br /&gt;Pada ceramahnya kali ini, Ibu Irene mengawali pembicaraannya dengan membaca surah Al Baqarah, ayat 120 yang telah tertera di atas. Dalam muqoddimah tersebut Ibu Irene Handono mencoba membangkitkan semangat para hadirin khususnya para santri dan santriwati dengan meng-up grade kesadaran bahwa islam adalah &lt;i&gt;'rahmatan lil ‘alamin'&lt;/i&gt; akan tetapi orang –orang Yahudi dan nasrani tidak akan pernah ridho bahkan rela selama islam dan orang – orang islam berada dimuka bumi ini. Mereka tidak akan rela sebelum kita (muslim-red) mengikuti millah (ajaran) mereka. Dan yang dimaksud dengan millah disini beliau paparkan dengan tiga cakupan diantaranya yaitu, Agama, Budaya, dan Pola pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjelaskan bahwa orang – orang yahudi dan nasrani berusaha dengan segenap kekuatannya untuk menghancurkan islam dan sasarannya adalah mereka para generasi penerus islam. Yaitu, para pemuda islam saat ini dan termasuk didalamnya adalah para santri dan santriwati. Maka pada saat ini, mereka (Yahudi &amp;amp; Nasrani) berusaha untuk menyerang generasi islam yaitu dengan merusak akidah agama dan budaya mereka salah satunya dengan merusak pola pikir mereka. &lt;br /&gt;Dan ia menegaskan kembali dengan sebuah hadis rasul yang meramalkan bahwa &lt;i&gt;'sebagian ummatnya kelak akan mengikuti orang – orang yahudi dan nasrani dan mereka mendekatinya selangkah demi langkah, sedepak demi depak, hingga sejengkal demi jengkal'&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=358810&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=446960068857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=446960068857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs313.snc3/28305_127377440608940_100000100532568_358810_655590_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;Buku Terbaru Hj. Irene Handono yang mencoba mengungkap tilas sejarah penindasan yang telah dilakukan kaum Yahudi &amp;amp; Nasrani terhadap umat islam dan suku pribumi lainnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maka dijaman yang mereka sebut dengan Era Globalisasi ini mereka menjaring anak remaja dan khususnya pemuda islam untuk menjadi pengikut komunitas mereka dengan tiga hal pula yang mereka tawarkan yang sebut dengan 3F yaitu Food (&lt;i&gt;makanan&lt;/i&gt;), Fun (&lt;i&gt;kesenang&lt;/i&gt;) dan Fashion (&lt;i&gt;gaya&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;Dengan memaparkan berbagai foto di slide yang beliau bawa, cukup membuat para santri/wati takjub dengan fenomena yang baru dan mereka ketahui ini.&lt;br /&gt;Jaring pertama yang mereka tawarkan adalah Food-&lt;i&gt;makanan&lt;/i&gt;. Ini adalah salah satu produk yang mereka tawarkan dan banyak sekali digemari oleh anak remaja masa kini terkhusus mayoritas mereka pemuda islam yang lebih bangga memilih dan mengkonsumsi produk makanan orang – orang yahudi dan nasrani tersebut. Bahkan yang sangat naif dilihat untuk saat ini adalah banyaknya para calon haji yang banyak mengkonsumsi minuman bersoda tinggi ketika akan menunaikan ibadah haji.&lt;br /&gt;Yaitu dengan mengkonsumsi Coca Cola dan Pepsi sebagai bekal tatkala berhaji. Dan ada banyak hal yang janggal ditemukan yang diungkap tentang salah satu produk minuman bersoda ini, yaitu mulai dari cover botol minuman yang ternyata jika di balik seratus delapan puluh derajat maka akan terbaca sebuah tulisan arab yang bertuliskan “Laa Muhammad Laa Makkah”yang menunjukkan symbol kebencian mereka terhadap Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam dan tanah suci kita yaitu Makkah al Mukarromah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=358822&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=446960068857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=446960068857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs313.snc3/28305_127383457275005_100000100532568_358822_2892346_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=358823&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=446960068857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=446960068857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs323.ash1/28305_127384057274945_100000100532568_358823_624626_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=358824&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=446960068857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=446960068857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs323.ash1/28305_127384837274867_100000100532568_358824_1659371_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Salah satu kejanggalan yang lain dari minuman bersoda ini adalah bahaya reaksinya didalam tubuh kita. Beliau ungkapkan dan paparkan dalam sebuah video yang menampilkan beberapa orang dari mereka-turis-red, yang ingin melakukan percobaan untuk membuktikan betapa kerasnya reaksi minuman bersoda itu.Adapun percobaan yang di peragakan di video itu, minuman bersoda dicampur dengan permen mint mentos, maka minuman bersoda itu akan menyemburkan sodanya keatas yang kira – kira tingginya empat meter. Diperagakan dalam video tersebut para turis yang melihatnya kaget dan sekejap mundur ketika itu. Na’uzubillah, kita tidak bisa membayangkan bagaimana jika reaksi itu terjadi didalam tubuh kita? yakni, ketika kita mengkonsumsi keduanya bersamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebuah percobaan yang lain,yaitu berupa percobaan yang menjadi objeknya adalah sebuah makanan fast food atau makanan cepat saji berupa hamburger dan kentang goreng. Ternyata setelah didiamkan selama sepuluh minggu tidak ada pumbusukan bahkan bentuknya tetap seperti semula. Ini membuktikan betapa tingginya zat pengawet yang digunakan pada makanan tersebut. Dan hal ini pula menunjukkan betapa gencarnya usaha orang – orang yahudi dan nasrani yang menginginkan kerusakan menghancurkan anak remaja dan khususnya pemuda islam perlahan -lahan. &lt;br /&gt;Dan jaring yang ditawarkan selanjutnya adalah Fun (Kesenangan) atau lebih menjurus kepada berfoya- foya. Dan contoh program yang mereka tawarkan adalah valentine day yang mereka klaim sebagai hari kasih sayang sedunia, yang mana setiap orang berhak mengungkapkan kasih sayang nya kepada siapa saja. Dan hal ini sudah hampir dijadikan sebuah moment khusus yang sangat ditunggu-tunggu oleh para anak remaja yang mulai memasuki puberitas untuk mengungkapkan cinta dan kasih sayang terlarangnya pada lawan jenisnya. Padahal yang diungkapkan bukanlah cinta ataupun kasih sayang tetapi cinta yang dibungkus dalam bentuk pelampiasan hawa nafsu dirinya yang berujung kepada perbuatan zina dan pemakaian narkoba. Maka, tidak sedikit kita dengar ketika hari valentine banyak anak remaja yang terjerumus dalam tren yang merusak dan menghancurkan masa depan para remaja dan khususnya para pemuda –pemudi islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jaring terakhir yang digunakan untuk menjebak para generasi muda saat ini adalah melalui Fashion. Gaya atau style, baik pakaian yang tentunya mengikuti cara berpakaian dengan selera dan keinginan mereka orang – orang yahudi yaitu pakaian dan aksesoris dengan memamerkan aurat dan mengumbar nafsu yang melihatnya tanpa memperdulikan rasa malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=358808&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=446960068857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=446960068857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs313.snc3/28305_127376833942334_100000100532568_358808_6942069_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=358809&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=446960068857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=446960068857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs323.ash1/28305_127377063942311_100000100532568_358809_3848798_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Diakhir slidenya, Ibu irene memaparkan beberapa photo yang mampu memecahkan opini publik tentang islam yang dinyatakan oleh barat dengan agama terorist, bahwa sebenarnya yang teroris itu adalah mereka dan bukan islam. Hanya saja karena berbagai media dan organisasi dunia banyak di tangani oleh mereka, maka bukan hal biasa lagi kalau saja isu-isu yang diberitakan tentang islam adalah hal-hal yang berbau teroris. Namun dalam photonya itu, terbukti bahwa merekalah 'The True Terorist' yang telah mendholimi saudara-saudara kita umat muslim dimana pun itu. Salah satunya dengan photo yang di ambil dari Penjara Guantanamo di Amerika. Sungguh menyedihkan!. Itu tidak sebanding dengan perlakuan sekelompok tawanan Inggris yang disambut dan dilayani dengan baik oleh Pemerintahan Iran, setelah dicurigai memata-matai ketika itu. Namun, diluar dugaan bahwa perlakuan mereka sangat santun dan tidak didapati sedikitpun goresan pada tubuh para tawanan tersebut. Bahkan ketika akan dipulangkan ke Negeri mereka, mereka dibekali dengan pakaian mewah yang apabila dibandingkan dengan Jas yang dikenakan oleh Presiden Mahmoud Ahmadi Nejad sendiri, Jas merekalah yang terlihat lebih mewah. Sungguh kesantunan yang amat menyentuh hati umat muslim yang mencerminkan bahwa Islam adalah agama PERDAMAIAN dan bukan Agama Pedang sebagaimana opini mereka kaum Yahudi dan Nasrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung ceramahnya, Ibu Irene menyimpulkan beberapa misi mereka orang- orang yahudi dan nasrani yang harus kita waspadai diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;• Menjadikan generasi islam yang membenci islam itu sendiri&lt;br /&gt;• Merobah pola berfikir orang islam yang mementingkan identitas saja dan sesungguhnya kebiasaannya dan pola pemikirannya adalah sama dengan orang kafir.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka menjadi sebuah tanggung jawab yang besar bagi para santri-santriwati juga para pembaca yang sudah dan sedang menimba ilmu agama jika nanti kembali kemasyarakat dimasa depan, harus siap untuk sebuah peperangan yaitu, perang pemikiran, pola pikir dan peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin inilah yang mampu saya liput dari apa yang beliau paparkan malam itu sebagai janji saya kepada teman-teman akan tulisan saya ini sebelumnya. Dan terakhir saya memiliki kesempatan berpose bersama beliau ditemani dengan ustad qosim yang juga ahli dalam bidang kristologi. &lt;br /&gt;Semoga tulisan ini bermanfaat adanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=358303&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=446960068857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=446960068857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs293.snc3/28305_127220253957992_100000100532568_358303_3496433_n.jpg" style="width: 460px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=358304&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=446960068857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=446960068857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs323.ash1/28305_127220280624656_100000100532568_358304_4301987_n.jpg" style="width: 460px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=358306&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=446960068857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=446960068857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-sjc1/hs293.snc3/28305_127220297291321_100000100532568_358306_985889_n.jpg" style="width: 460px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wallah A'lam Bishowab....!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mahmoud's doc.x&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-1254354451649177984?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/1254354451649177984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/kunjungan-pakar-kristologi-ibu-hj-irene.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1254354451649177984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1254354451649177984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/kunjungan-pakar-kristologi-ibu-hj-irene.html' title='Kunjungan Pakar Kristologi, Ibu Hj. Irene Handono Di Ponpes Ar-Raudhatul Hasanah'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-7510248120135067997</id><published>2010-05-12T16:35:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T16:35:08.115-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah-Q'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>~::~Ketika ku mulai menyadari~Muhammad Nur</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=356796&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=446143593857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=446143593857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs536.snc3/30405_126851597328191_100000100532568_356796_2002756_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hitam malam tak sehitam kalut hatiku&lt;br /&gt;menyulam jejaring menepis ragu&lt;br /&gt;aku kembali ingatkan sebuah misteri&lt;br /&gt;antara aku dan jiwaku yang berlari &lt;br /&gt;menuju liku pengembaraan panjang menanti kasih&lt;br /&gt;antara aku dan Rabbku satu dalam muhasabah cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dingin angin tak sedingin kaki tanganku yang menggigil&lt;br /&gt;kokohkan azzam yang terus terukir&lt;br /&gt;dalam benak kecilku ...&lt;br /&gt;aku kembali menopang dahan asa&lt;br /&gt;yang mulai kerdil memompa jiwa&lt;br /&gt;menyambut seruan pada Tuhan Semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana mungkin aku lepas kendali?&lt;br /&gt;adakah syaithan menyertai?&lt;br /&gt;ataukah hanya ilusi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun, sudahku enyahkan diri &lt;br /&gt;berlari meninggalkan sepi &lt;br /&gt;berseling semak belukar&lt;br /&gt;menabuhkan gema takbir, tahlil, tasbih &lt;br /&gt;di laman kubah kebesaran&lt;br /&gt;adakah khilaf samarkan hati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagiku dunia adalah pengembaraan&lt;br /&gt;yang beristirahat di bawah pohon kemudian beranjak kembali&lt;br /&gt;selalu ku ingin hiasi penuh dengan kata-kata cinta&lt;br /&gt;antara aku dan Sang Maha Pengasih&lt;br /&gt;di atas sajadah cinta &lt;br /&gt;mengukir sejuta rasa dan asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin berlari&lt;br /&gt;tiada henti, langkahkan kaki&lt;br /&gt;membawa panji kebesaran-Mu Ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin seperti mereka &lt;br /&gt;tegakkan izzah torehkan sejarah&lt;br /&gt;menatap indah 1001 kisah&lt;br /&gt;yang sempat terlupa oleh peradaban dunia&lt;br /&gt;bahwa disanalah awal mula tahta berkuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin ungkapkan jiwa&lt;br /&gt;kala kata tak mampu mengungkap rasa&lt;br /&gt;kala dusta telah meraja&lt;br /&gt;kala jujur tak lagi merona&lt;br /&gt;kala pikir bingungkan logika&lt;br /&gt;kala santun menuai prosa&lt;br /&gt;kala hasad hanguskan dahaga cita&lt;br /&gt;maka pena inilah jawabannya&lt;br /&gt;ya, aku telah menyadarinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika ku mulai menyadari &lt;br /&gt;bahwa dengan pena inilah ku berubah&lt;br /&gt;mengubah diri dengan kata-kata&lt;br /&gt;membangun awan mimpi yang lama membuncah&lt;br /&gt;tanpa terasa, telah membawaku terbang tinggi&lt;br /&gt;menerawang kembali sejuta pesona&lt;br /&gt;antara aku dan Tuhanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika aku mulai menyadari&lt;br /&gt;bahwa tiada pencipta kata, rasa, cinta, dan cita&lt;br /&gt;Puja puji hanyalah kepada-Nya&lt;br /&gt;menyelimuti tujuh petala langit dan bumi&lt;br /&gt;kuuntai puspita salam kesejahteraan &lt;br /&gt;semoga mewangi di pangkuan sang penyejuk alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilahi, sadarkan aku tentang diriku&lt;br /&gt;Ilahi, sadarkan aku tentang jiwaku&lt;br /&gt;Ilahi, sadarkan aku tentang cintaku&lt;br /&gt;bahwa Engkaulah Pencipta semua rasa itu&lt;br /&gt;dan kini sedikit Kau buka tabir wangimu &lt;br /&gt;perkenankan aku adukan 99 lapis hatiku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Nur&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengembara Jati Diri&lt;br /&gt;Mengeja Hikmah di setiap kisah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;12/05/10&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=356795&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=446143593857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=446143593857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs516.ash1/30405_126851457328205_100000100532568_356795_3622257_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-7510248120135067997?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/7510248120135067997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/ketika-ku-mulai-menyadarimuhammad-nur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7510248120135067997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7510248120135067997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/ketika-ku-mulai-menyadarimuhammad-nur.html' title='~::~Ketika ku mulai menyadari~Muhammad Nur'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-5210937157393034702</id><published>2010-05-06T01:59:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T01:59:24.017-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Mendamba rengkuhan cinta~Muhammad Nur</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=348596&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=443466348857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=443466348857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs608.snc3/32036_125074464172571_100000100532568_348596_4746440_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku takut mengeluh lelah&lt;br /&gt;Aku ngeri berkeluh kesah&lt;br /&gt;Tapi aku kehilangan kendali&lt;br /&gt;mataku tak kuasa menahan derainya&lt;br /&gt;perlahan, terurai kebrutalan ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sangat keras&lt;br /&gt;bahkan lebih keras daripada batu&lt;br /&gt;gantikan hati ku dengan hati yang baru&lt;br /&gt;yang lebih lunak dan tak keras seperti batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan biarkan hamba berjalan di dunia ini&lt;br /&gt;seperti mayat hidup&lt;br /&gt;punya mata tapi tak melihat&lt;br /&gt;punya telinga tapi tak mendengar&lt;br /&gt;punya hati tapi tak merasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon ampun Ya Rabb&lt;br /&gt;jika dosa ini terlalu keras mengendap di hati&lt;br /&gt;hamba memohon nur Mu terus menyinari&lt;br /&gt;karena tak mungkin mampu&lt;br /&gt;menahan panasnya neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=348597&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=443466348857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=443466348857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs638.snc3/32036_125075030839181_100000100532568_348597_248304_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;kini  jiwaku lebur dalm derasnya hujan&lt;br /&gt;bersama rahmat dan anugrah yang Kau turunkan&lt;br /&gt;gemercik air, sadarkan aku&lt;br /&gt;menerima segala rahmat dan anugrah Mu&lt;br /&gt;menyadari hidup berujung pada satu tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menanti di ujung sepi&lt;br /&gt;merenung penyesalan diri&lt;br /&gt;menghitung bekal abadi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bermimpi nikmat surgawi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mendamba rengkuhan cinta&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;                                                                    Yang  Maha Melihat di kedamaian sana&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Nur&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengembara Jati Diri&lt;br /&gt;Menyemai hikmah kisah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;05/05/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-5210937157393034702?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/5210937157393034702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/mendamba-rengkuhan-cintamuhammad-nur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/5210937157393034702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/5210937157393034702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/mendamba-rengkuhan-cintamuhammad-nur.html' title='Mendamba rengkuhan cinta~Muhammad Nur'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-1535115813002101818</id><published>2010-05-06T01:57:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T01:57:07.765-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Lembaran baru</title><content type='html'>&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=349049&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=443612663857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=443612663857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs548.ash1/32036_125164397496911_100000100532568_349049_3265170_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di sini kita telah dipersilahkan &lt;br /&gt;pada lembaran baru&lt;br /&gt;setelah kita&lt;br /&gt;tutup rapi kelender usang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia memang&lt;br /&gt;matahari terbit dan tenggelam&lt;br /&gt;sama saja seperti kemarin&lt;br /&gt;tetapi bukankah itu&lt;br /&gt;sudah sejak Adam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita tidaklah hanya terbit&lt;br /&gt;lalu tenggelam&lt;br /&gt;tetapi kita bisa lebih terang &lt;br /&gt;dari yang usang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Nur&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengembara Jati Diri&lt;br /&gt;Menyemai hikmah kisah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;06/05/10&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-1535115813002101818?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/1535115813002101818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/lembaran-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1535115813002101818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1535115813002101818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/lembaran-baru.html' title='Lembaran baru'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-3757070719638474878</id><published>2010-05-06T01:55:00.001-07:00</published><updated>2010-05-06T01:55:52.370-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>~::~mengeja malam~Muhammad Nur</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=349074&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=443614998857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=443614998857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-sjc1/hs608.snc3/32036_125165770830107_100000100532568_349074_8372551_n.jpg" style="width: 460px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;malam tadi aku menulis puisi lagi&lt;br /&gt;bersama kengerian yang membekas erat&lt;br /&gt;tak pernah luput seumpama&lt;br /&gt;hati yang kalut ditinggal asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada kebahagian lalu baranjak &lt;br /&gt;tak membekas &lt;br /&gt;senikmat malam percintaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh hidup terasa lebih nyalang&lt;br /&gt;gemercik dahaga yang tak pernah luput&lt;br /&gt;tak pula beranjak&lt;br /&gt;bersama sajak yang di eja malam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Nur&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengembara Jati Diri&lt;br /&gt;Menyemai hikmah Kisah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;06/05/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-3757070719638474878?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/3757070719638474878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/mengeja-malammuhammad-nur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/3757070719638474878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/3757070719638474878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/05/mengeja-malammuhammad-nur.html' title='~::~mengeja malam~Muhammad Nur'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-5819000131460165470</id><published>2010-04-28T05:16:00.001-07:00</published><updated>2010-04-28T05:16:49.283-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah-Q'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>[Based on true story.2] ~Mengukir hikmah dibalik sedihmu~</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=338614&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=440264028857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=440264028857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs572.snc3/31235_122847714395246_100000100532568_338614_5107171_n.jpg" style="width: 460px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Betapa jauh jalan harus kutempuh &lt;br /&gt;membuatku letih&lt;br /&gt;lalu cuaca semakin sukar kuterka&lt;br /&gt;menghadang langkah&lt;br /&gt;aku ingin singgah saja&lt;br /&gt;berteduh pada salah satu rumah yang kulintasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riak cemas wajahmu &lt;br /&gt;tergambar jelas pada langit buram&lt;br /&gt;memberiku kekuatan &lt;br /&gt;badai harus kuterjang&lt;br /&gt;sebelum semuanya direnggut malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jalanan panjang melurus niatanku&lt;br /&gt;dengan sedihmu yang ditinggal rembulan hati&lt;br /&gt;tak sanggup ku bayangkan rancu perasaanmu&lt;br /&gt;kala cahaya hidup pergi dan takkan kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berharap, &lt;br /&gt;ku mampu memberikan embun doa&lt;br /&gt;dilorong hatimu yang kian padam&lt;br /&gt;di tinggalkan matahari yang tenggelam&lt;br /&gt;ditelan senja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berharap,&lt;br /&gt;ku mampu menyatukan serpihan sedih&lt;br /&gt;di retak wajahmu yang sembab memilu tangis&lt;br /&gt;di atas nisan matahari dan bulanmu yang membisu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adikku,&lt;br /&gt;tabahkan hatimu,&lt;br /&gt;doakan mereka semoga diterima disisi-Nya&lt;br /&gt;aku hanya dapat mengukir kisah&lt;br /&gt;dibalik samudera hikmah&lt;br /&gt;untuk dirimu dan diriku..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Nur&lt;br /&gt;28/04/10&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*Pengukir Hikmah dalam setiap kisah*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=338615&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=440264028857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=440264028857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs532.ash1/31235_122847941061890_100000100532568_338615_6050750_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Malam tadi adalah malam penuh hikmah bagiku. Bagaimana tidak. sore itu terdengar olehku kabar meninggalnya ke-dua orang tua salah seorang santri di pesantren yang kini duduk dikelas 5. Sebelumnya, ibunya yang kritis lantas meninggal ditempat akibat kecelakaan di labuhan batu. Menyusul dua hari selanjutnya, ayahnya ikut menyusul ibunya dalam kejadian yang sama setelah dirawat 2 hari di rumah sakit tanpa sadarkan diri. Sembari dengan itu. Aku diajak bersama rombongan guru mewakili pondok untuk mentakjiahi ahl musibah di sana. Dalam perjalanan tak elak ku berpikir dan merasakan bagaimanakah perasaan adikku itu bersama ketiga saudara-saudarinya. Ditinggalkan kedua orang tua sekaligus. Sudah pasti perasaan kalut, sedih, menjamah hati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini hal itu ku kembalikan kepada diri, sembari sadarkan diri akan musibah yang mereka alami. Apa jadinya kalau hal tersebut datang menghampiriku? Apakah ku mampu menahan perasaan sedih dan kalut?. Mengingat jasa tanpa pamrih kedua orang tua yang telah mendidik dan mengajariku arti hidup. &lt;br /&gt;Lantas, ku teringat dengan perjalanan ku kemarin hari. Ketika aku kehilangan helm dan berusaha menepis kesedihan yang sempat menghampiri. Dan malam tadi, hikmah itu seakan menjamah hati dan pikiranku dengan kejadian yang hampir serupa. "KEHILANGAN". Ya, kehilangan kedua orang tua. Allah telah membuka cakrawala berpikirku dengan wafatnya kedua orang tua adikku ini. Allah seakan membimbingku dengan perjalanan malam tadi. Mengeja hikmah dibalik musibah yang telah dialami oleh adikku itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan yang jauh, Medan-Labuhan batu. 6 jam lamanya perjalanan yang membuatku bertanya tanya sembari mengaitkan-ngaitkan fenomena yang telah terjadi 2 hari ini. Antara kehilangan helm dan kehilangan kedua orang tua. Betapa jauh perbedaan itu, namun pada hakikatnya sama, yakni "Kehilangan". Mengapa aku harus sedih dengan kehilangan helm, toh kini aku melihat adikku kehilangan kedua orang tua sekaligus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dengan inilah, mata hatipun terbuka.&lt;b&gt; Bahwa kehilangan tidak selamanya harus menjadikan ku lemah. Justru dengan itu ku menjadi bersyukur, karena Allah masih mengingatkanku dengan teguran-Nya itu. Bahwa ada hikmah dibalik musibah dan kejadian yang menimpa&lt;/b&gt;. Dan pertanyaan hanya satu. Bagaimana kita mengambil hikmah dan pelajaran dibalik itu?. &lt;br /&gt;Alhamdulillah Ya Allah, Kau telah membuka cakrawala berpikirku&lt;br /&gt;Alhamdulillah Ya Allah, Kau telah menerangi hatiku dengan hikmah-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada ikhwan/at pembaca. Mohon doa sembari menitipkan cahaya penerang bagi kedua orang tua teruntuk kepda Ahli musibah. Agar kiranya mampu memikul beban berat ini. Semoga di ringankan dari segala cobaan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ku dedikasikan kepada adikku tercinta di laman kesedihan. Semoga doa senantiasa bertabur dan tersembahkan kepada keduanya yang kini pergi meninggalkanmu dalam ranah perjuangan. Amin Ya Rabb...&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-5819000131460165470?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/5819000131460165470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/based-on-true-story2-mengukir-hikmah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/5819000131460165470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/5819000131460165470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/based-on-true-story2-mengukir-hikmah.html' title='[Based on true story.2] ~Mengukir hikmah dibalik sedihmu~'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-841403838737344426</id><published>2010-04-28T05:15:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T05:15:30.003-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah-Q'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>[Based on True Story] Perjalanan Penuh Hikmah Hari Ini</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=336015&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=439534033857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=439534033857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class="  img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs450.snc3/25793_122397367773614_100000100532568_336015_4282464_n.jpg" style="width: 460px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, aku mencoba menghilangkan kekakuan pikiranku dengan berniat ingin sejenak keluar pondok. Menikmati jalanan ramai diluar sana. Semoga ku mendapati pelajaran berharga dengan keluar dari lingkup jenuh setelah mengemban amanah pondok. Senang sekali terasa. Setelah seminggu lamanya berkutat dengan pengetikkan soal-soal ulangan adik-adik dipondok. Akhirnya aku memiliki kesempatan untuk merenggangkan urat-urat tubuh sembari menikmati suasana jalanan kota siang tadi. Tujuan pertamaku adalah ingin mampir ke toko buku Gramedia yang satu bulan lamanya belum kuhampiri. Yups, apalagi kalau bukan untuk menilik buku-buku baru, sekaligus menambah rasa iri kepada para penulis yang telah sukses dengan masing-masing bukunya. Nah, dengan demikian, aku mampu menuliskan sedikit perjalananku siang ini kepada teman-teman sekalian dengan berbagai motivasi yang telah aku dapatkan. Walaupun ada sedikit musibah yang kualami siang ini akibat kelalaianku dalam bertindak. Tapi ntar sajalah aku ceritakan. Sekarang aku akan mengungkapkan apa yang aku dapatkan setelah mampir dari rumah Bu Guru Gramedia. Dan sedikit curhat tentang perjalanan bermotorku siang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku beranikan diri untuk meminjam sepeda motor milik salah seorang sahabatku juga helm namun dari teman yang berbeda. Bermodalkan uang seratus ribu akhirnya ku engkolkan gigi sepeda motorku. Sembari membaca bismillah, semoga nantinya tidak terjadi hal-hal yang merugikan diperjalanan. Karena lagi, lagi ku masih ada rasa trauma dengan kejadianku tempo dulu yang sempat ditilang polisi akibat menyalahi aturan jalan ketika hendak mengirimkan cerpen untuk lomba waspada. Tapi, alhamdulillah. Kejadian itu berakhir dengan mulus dan penuh hikmah yang harus ku teladani agar tidak terulang kembali. Dengan bermodalkan STNK teman, aku merasa sudah cukup untuk saat ini. Walaupun lagi-lagi SIM belumlah kumiliki. Bukan maksud tidak ingin memiliki. Bahkan ingin sekali ku miliki segera. Namun, karena tahap pengurusannya rumit dan tidak jelas, akhirnya ku urungkan niat. Bagaimana tidak, aku telah berusaha untuk mengurusnya dengan salah seorang temanku yang katanya memiliki kenalan dekat dengan salaha satu staff biro Photo SIM. Untuk pertama kali jumpa, Bapak itu mengiyakan keabsahan pengurusan SIM ini. Namun, untuk hari kedua, eh tak tahunya sembari meminta maaf. Ia menyarankan aku mengurus SIM ke Poltabes Deli Serdang. Sedangkan temanku, ia sanggupi karena memang berdomisili di Medan. Namun, aku, karena di KTP yang kumiliki berdomsili di Siantar, apa boleh buat? Ia hanya menyarankan aku agar pergi Ke Poltabes itu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=335988&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=439534033857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=439534033857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs450.snc3/25793_122394694440548_100000100532568_335988_268262_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Ah sudahlah, pikirku ketika itu. Toh, aku juga belum memiliki sepeda motor asli milik pribadi. Mengapa harus bersih keras ketika itu juga. Ya sudahlah, kuurungkan niatan itu. Semoga tidak hanya sepeda motor yang kumiliki nanti, namun juga Mobil Avanza yang dapat dinikmati. hmmm...nikmatnya. Eh, dah lain cerita nih. Duh maaf ya teman-teman pembaca. Jadi kepikiran tempoe doloe tuh. Ok deh dilanjutin…&lt;br /&gt;So, kepikiran juga tiada salahnya aku mengendarai sepeda motor temanku tanpa SIM nih. Sudah aku usahain, tapi dipersulit. Mungkin itu yang menyebabkan banyak orang malas berurusan membuat SIM. Ketika mengurus saja sudah dipersulit. Konon lagi kalau tidak ya. Hmm…jadi prihatin nih. Melihat kondisi bangsa kita sekarang ini. Padahal jelas-jelas tertulis di depan kantor pengurusan, “JANGAN PERCAYA DENGAN PARA CALO”. Tapi tetap saja dilakukan oleh salah seorang oknum polisi ketika itu yang sedang saya amati. Ah sudahlah, semoga saja masih banyak para polisi yang sadar akan amanah yang diembannya. Duh, ko’ belum masuk juga nih cerita perjalannya ke Gramed. Ok deh…kali ini janji. Hehehe&lt;br /&gt;Wusshh.., sekejap sepeda motorku melesat mengejar angin.&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=335990&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=439534033857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=439534033857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs450.snc3/25793_122394764440541_100000100532568_335990_4362904_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Melihat awan diujung pepohonan yang sudah tampak mendung. Rintik mulai menepi di atas helmku. Dalam hitungan menit aku sudah dipertengahan jalan menuju lokasi tujuan. Hiruk-pikuk jalanan sungguh mencekam. Bukan karena tidak berhati-hati. Namun, terkadang emosi dan nafsu mudah sekali naik-turun dengan sikap yang menjunjung egoistik semata. Ini bukan sekali ku alami. Telah kesekian kali, suasana ini kurasakan. Banyaknya para pedagang di tepi jalan yang tak ragu-ragu menawarkan dagangan dengan ricuhnya. Para supir sodako dan penumpang yang berhenti sembarangan tempat. Di tambah lagi dengan kesigapan para pak polisi yang naik turun. Semangat apabila mendapat sasaran empuk untuk ditilang. Hanya saja, memang kita dituntut untuk menghormati mereka dengan jasa yang luar biasa itu. Karena memang merekalah yang ditugaskan untuk menjaga stabilitas lalu lalang kenderaan ditengah jalan. Aku sendiri tidak bisa membayangkan seandainya aku ditugaskan demikian. Apa jadinya aku, seharian diterik mentari mengatur para pengendara yang arogan, dan kebal hukuman. Patutlah bagiku untuk menyantuni mereka dengan tugas mereka itu. Dan semestinya bagi kita yang telah mengetahui tata cara berkendaraan hendaklah menaatinya. Semoga aku mampu berbuat demikian.&lt;br /&gt;Setiba ditempat, kuparkirkan sepeda motorku tanpa ragu. Karena memang ada penjaga parkir yang bersiaga ditempat. Menghilangkan setitik ragu yang berkecamuk, karena harta yang kubawa ini adalah bukan milik pribadi. Akan tetapi milik teman-temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, ketika ku memasuki toko. Pandangan pertama yang menohokku adalah sebuah buku tentang pernyataan Mantan Komjen Susno Djuaji yang tertulis dalam buku “Mereka Menfitnahku”. Aku tak habis pikir dengan situasi politik sekarang ini. Yang konon membuat pola pikirku enggan dengan segala kerumitan yang membingungkan. Pernyataan terakhir yang kudapat dari synopsis buku tersebut adalah, bahwa Susno akan diturunkan dari Komjen Kabareskim dan Ia siap akan hal itu. Karena telah siap dengan segala resiko yang diterima. Untuk saat ini, aku hanya mampu mengikuti hal tersebut. Namun, ku berusaha untuk tahu kabar terkini yang terjadi. Walaupun hanya sekilas saja. Akhirnya, satu jam lamanya aku keliling toko. Aku terhipnotis dengan sebuah buku tentang biografi kang Abik. Dan lantas ku yakinkan dengan membelinya segera. Aku pun turun dari tangga lantai dua toko seraya keluar menuju tempat parkir sepeda motorku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali mengelana dalam perjalanan setelah memberikan uang parkir seribu rupiah kepada penjaganya. Dengan senyum seraya ingin merasakan kembali suasana lepas di tengah perjalanan menyelinap didalam hati. Hatiku lega setelah mampir dan membeli buku. Sebulan lamanya rasa itu kupendam dalam kesibukkan dan akhirnya terluapkan sudah. Kini aku ingin menikmati adventurku kelain tempat. Semoga saja mendapat ide menulis nantinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, perutku keroncongan. Bunyinya sampai terdengar ditelinga. Waduh, tidak bisa di ajak kompromi nih. Ya sudahlah, akhirnya akupun mampir ke rumah makan dekat pinggiran jalan. Tanpa menghiraukan rasa ingin menikmati suasana jalan yang riuh namun rancu. Ku parkirkan sepeda motorku dipinggir warung itu dengan meletakkan helm di atas ujung jok. Tanpa ku sedari hal itulah yang akan menjadi malapetaka hariku sore menjelang petang ini. Aku memesan ayam goreng dan nasi putih seadanya. Aku lahap habis dengan perasaan lega dan bersyukur karena masih dapat menikmati lezatnya nasi ayam goreng ini. Walaupun memang di pondok telah memiliki jadwal menu ayam seminggu 2 kali. Namun, rasanya ayam diluar terasa berbeda dengan di pondok, yang mungkin saja pemasakannya yang sedikit berbeda bumbu dan rasanya. karena di pondok bersifat ja'maah jadi terkadang kurang berasa seperti halnya ketika di rumah. Namun, aku sangat bersyukur karena masih dapat menikmati suasana pondok dengan kebersamaannya. Dan hal itulah yang sering menambah selera ketika makan. Sungguh bro....&lt;br /&gt;Setelah makan, kupanggil ibu penjual. Ternyata habis Rp.10 000 rupiah. wah, sedikit lebih murah nih. Dibandingkan kalau harus membeli jajanan di Mal. Ketika ku ingin menghampiri sepeda motorku. Aku terheran dan kikuk tatkala menyaksikan helmku tidak lagi ditempat semula. Helm yang kuletakkan raib tanpa wujud. Seketika aku membayangkan bagaimana jadinya, kalau saja temanku bertanya mengenai helm yang kupinjam itu. Waduh, bisa gawat nih. Apalagi helm yang ku pinjam itu termasuk helm yang lumayan mahal, model LTD lagi. Hmm, habis deh gue....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=335987&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=439534033857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=439534033857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs470.ash1/25793_122394534440564_100000100532568_335987_2583705_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Ku tunggu 45 menit lamanya. Sembari berpikir postif mungkin ada kekeliruan seseorang dalam mengambil helmnya. Tapi, apa mungkin? sedangkan sepeda motorku kuparkirkan hanya dengan 3 sepeda motor milik orang lain. Apakah mungkin orang keliru mengambilnya? Ah, lagi-lagi aku berusaha berpikir positif dan berdoa semoga saja orang yang mengambilnya, diberikan Hidayah untuk mengembalikkannya. Namun, hingga hari menuju maghrib hal yang dihrapkan tidak kunjung tiba. Aku sudah menanyai orang-orang disekitar warung tersebut. Tetap saja nihil. Ya, sudahlah mungkin ini adalah cobaan sekalgus teguran bahwa aku harus sigap dan tidak ceroboh dalam berbuat. Mungkin dengan kehilangan helm itu, aku dapat merenungi betapa kehilangan itu tidak harus membuat hati merasa dihakimi oleh pikiran-pikiran negatif, yang mungkin saja justru akan menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan nantinya. &lt;br /&gt;Akhirnya akupun, pulang dengan tangan hampa. Tanpa helm dikepala. Aku merasa was-was melewati jalanan maghrib yang konon katanya tidak bagus untuk waktu berkendaraan. karena sudah mendekati malam dan waktu itu adalah waktu yang seharusnya digunakan untuk shalat maghrib. Lantas, mataku pun waspada dengan keadaan sekitar. Mencegah daripada hal-hal yang buruk bisa saja terjadi lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, semoga saja hal ini dapat terbalas dengan kabar baik  dari-Mu.....&lt;br /&gt;Maafkanlah daku seandainya, khilaf luput dari resapan dan renungan...&lt;br /&gt;Dengan segala kerendah dirian hati dan kehinaan diri, aku memohon ampun dari-Mu&lt;br /&gt;Maafkanlah aku Ya Rabb.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku mulai bersemi, tatkala doa mulai kurajut. Kulepaskan segala perkara dan pasrah kepada-Nya. Semoga hari ini dapat menjadi i'tibar bagiku juga teman-teman pembaca. &lt;br /&gt;Atawakkal 'Alaika Ya Allah.....&lt;br /&gt;Bismika Ya Allah mujiibu Du'ai...&lt;br /&gt;Amin Ya Rabbal A'lamin.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon Doa Teman-teman. Semoga Di balas dengan kabar baik kedepannya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-841403838737344426?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/841403838737344426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/based-on-true-story-perjalanan-penuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/841403838737344426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/841403838737344426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/based-on-true-story-perjalanan-penuh.html' title='[Based on True Story] Perjalanan Penuh Hikmah Hari Ini'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-3334937704492483213</id><published>2010-04-24T08:30:00.001-07:00</published><updated>2010-04-24T08:30:32.022-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>~Adakah aku di sana~</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=331992&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=438727553857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=438727553857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs495.ash1/27034_121794751167209_100000100532568_331992_5221815_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku sendiri tak tahu&lt;br /&gt;adakah kembali hitam itu melarut sepi&lt;br /&gt;tatkala keheningan ingin menjamah jiwaku&lt;br /&gt;dengan rinai hujan di pelupuk mata&lt;br /&gt;adakah aku di sana merenung diri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri masih ingin meraba&lt;br /&gt;adakah rasa itu telah melantunkan melody mesra&lt;br /&gt;diriku dengan-Nya di laman persegi panjang ini&lt;br /&gt;tundukkan angkuh menjamah kembali rindu&lt;br /&gt;dalam bisikkan nurani &lt;br /&gt;adakah aku di sana sedang duduk&lt;br /&gt;tersipuh malu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun terus terseduh&lt;br /&gt;ingat hati yang memudar dalam samudera cinta-Nya&lt;br /&gt;setiap kali ayat-ayat cinta kembali menyapa sempitnya jiwa&lt;br /&gt;sembari hanyutkanku dalam lembayung jejaring &lt;br /&gt;menyatu dan menyulam rasa&lt;br /&gt;adakah rasa itu akan menggelora?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanya-tanya itu juga menemani&lt;br /&gt;sesakkan dada walau perih&lt;br /&gt;ingatkan duri-duri&lt;br /&gt;menapaki jalanan dwilogi&lt;br /&gt;hitam dan putih &lt;br /&gt;Adakah aku disana dapat berlari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah saat yang ku rindukan &lt;br /&gt;tatkala kata tak mampu menghujam&lt;br /&gt;namun rasa tetap merajam hati yang sudah kelam&lt;br /&gt;dengan gumpal sesal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah saat yang ku rindukan &lt;br /&gt;dimana kata tak mampu berujar fakta&lt;br /&gt;dan rasa ungkapkan sukma&lt;br /&gt;antara diriku dan diri-Nya&lt;br /&gt;adakah dirimu disana yang juga sama?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=438727553857&amp;amp;h=2cf52e2825b1f7e53be193a2312cabfb&amp;amp;url=http%3A%2F%2Felahmady1809.blogspot.com" target="_blank" title="http://elahmady1809.blogspot.com"&gt;Muhammad Nur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengembara Jati Diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;24/04/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-3334937704492483213?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/3334937704492483213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/adakah-aku-di-sana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/3334937704492483213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/3334937704492483213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/adakah-aku-di-sana.html' title='~Adakah aku di sana~'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-8403338746356028447</id><published>2010-04-24T08:27:00.000-07:00</published><updated>2010-04-24T08:27:26.295-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>~Sudahlah ku akhiri~</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=331952&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=438718618857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=438718618857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs495.ash1/27034_121782674501750_100000100532568_331952_5103510_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;senyummu tiada menipis keraguan&lt;br /&gt;tatkala semu meramu satu dalam dada&lt;br /&gt;tak sepantasnya kau datang di saat aurora itu telah hilang&lt;br /&gt;dari dirimu yang tiada bintang bertandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kehadiranmu tak mampu lepaskan hasrat&lt;br /&gt;dengan jejaring sabar yang kian memudar di atas tepi&lt;br /&gt;aku telah kehilangan sayap-sayap asa&lt;br /&gt;dengan sikapmu yang melumat lara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kau tetap hadir&lt;br /&gt;di saat putih tak lagi hapuskan hitam&lt;br /&gt;di saat hatiku tak lagi berlabuh menantimu dalam kelam&lt;br /&gt;di saat rasa itu tak lagi menjamur di bilik hatiku yang terdalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kau tetap enggan&lt;br /&gt;akui sikap yang mengumbar bara sepi&lt;br /&gt;di setiap penantian yang bertabur duri &lt;br /&gt;mengoyak harapan yang ku nantikan dahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, &lt;br /&gt;pergilah...&lt;br /&gt;tiada lagi arti yang kau tabuh&lt;br /&gt;menjamah rindu yang telah ku buang jauh&lt;br /&gt;setelah kau tak lagi pedulikan rasa itu dari diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku kan mencoba berdiri walau rapuh&lt;br /&gt;aku kan tegak walau tidak sepihak&lt;br /&gt;menyulam mutiara harapan di tepi laut&lt;br /&gt;menatap indah senja yang larut&lt;br /&gt;jauhkan ku dari suram kalut&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=438718618857&amp;amp;h=32f7662b5e1c5f8dcd8f16c7447e20a0&amp;amp;url=http%3A%2F%2Felahamady1809.blogspot.com" target="_blank" title="http://elahamady1809.blogspot.com"&gt;Muhammad Nur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengembara Jati Diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;24/04/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-8403338746356028447?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/8403338746356028447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/sudahlah-ku-akhiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/8403338746356028447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/8403338746356028447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/sudahlah-ku-akhiri.html' title='~Sudahlah ku akhiri~'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-422101046646566782</id><published>2010-04-22T08:18:00.000-07:00</published><updated>2010-04-24T08:34:15.861-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Cermin Kejujuran</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=324584&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=436475678857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=436475678857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs105.snc3/15298_120055004674517_100000100532568_324584_2981707_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=324586&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=436475678857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=436475678857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs105.snc3/15298_120056654674352_100000100532568_324586_2629835_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Retak tak mampu melumat bening parasmu&lt;br /&gt;memancarkan selip di balik paras wajahku&lt;br /&gt;Kusam tak mampu sembunyikanmu dalam cahaya&lt;br /&gt;walau hanya setitik kilau pantulmu&lt;br /&gt;pantulkan wajah diri, dan iris mata bak pelangi&lt;br /&gt;menerangi cakram penuh seri dan arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutatap wajah di laman cermin kusammu&lt;br /&gt;walau tak jelas ku tatap noda di hati&lt;br /&gt;setidaknya ku tatap kembali mataku&lt;br /&gt;semburatkan misteri dibalik retina bening&lt;br /&gt;dengan suara hati dan segenap hening&lt;br /&gt;adakah kudapati kejujuran itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku tertuju eratkan pandangan&lt;br /&gt;dibilik hati yang ingin kukecam&lt;br /&gt;dengan cahaya putih kejujuranmu yang kian padam&lt;br /&gt;walau tak sanggup satukan serpihan &lt;br /&gt;terurai dalam lamunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beribu tanya kutujukan padamu&lt;br /&gt;adakah aku disitu dalam diriku&lt;br /&gt;aku dan diriku yang padu&lt;br /&gt;mencari diriku yang kian jauh dari sebuah arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beribu tanya lantas melandas&lt;br /&gt;Siapakah diriku?&lt;br /&gt;tatkala kejujuran tak lagi menghampiri&lt;br /&gt;Siapakah diriku?&lt;br /&gt;tatkala kebohongan kerap merajai&lt;br /&gt;Siapakah diriku?&lt;br /&gt;tatkala tak mampu berujar menghakimi diri&lt;br /&gt;untuk memaknai arti dan seri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tak mampu menjawab&lt;br /&gt;namun telah membantuku mengungkapkan misteri diri&lt;br /&gt;walau hitam dan putih melantun melodi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan kujadikan dirimu Cermin Kejujuran&lt;br /&gt;karena kutahu kau hanya mampu pantulkan&lt;br /&gt;semburat tanya yang ingin kulabuhkan &lt;br /&gt;pada-Nya dalam Peraduan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Nur&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;Pengembara Jati Diri&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;17/04/10&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-422101046646566782?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/422101046646566782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/cermin-kejujuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/422101046646566782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/422101046646566782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/cermin-kejujuran.html' title='Cermin Kejujuran'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-5272277363388091674</id><published>2010-04-17T03:18:00.001-07:00</published><updated>2010-04-17T03:18:49.424-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sajak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>~Jejaring Pena~</title><content type='html'>&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=323382&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=436110388857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=436110388857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs429.snc3/24733_119741258039225_100000100532568_323382_1883222_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tak ku sangka rangkaianmu begitu indah&lt;br /&gt;melantun huruf kata demi kata&lt;br /&gt;menari mesra di bait cintamu pada sang pujangga&lt;br /&gt;mengayunkan pena peradabanmu merajut kisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lembaran-lembaran kasihmu seakan merona&lt;br /&gt;penuh dakwah dan embun dahaga&lt;br /&gt;Itukah buah tanganmu saudaraku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukiranmu landaskan penat sejuta ragu&lt;br /&gt;lukiskan laman-laman hikmah dibalik sembilu&lt;br /&gt;adakah sirah nabawy yang meramu&lt;br /&gt;di balik kisahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang semakin merajai&lt;br /&gt;Jejaring iriku yang ku labuhkan pada suamu&lt;br /&gt;dengan taburan tinta yang meribu&lt;br /&gt;kuatkan rinduku pada-Nya menghamba seduh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejaring penamu menjerat hatiku&lt;br /&gt;seraya terombang ambing oleh seratnya kisah&lt;br /&gt;harapku suatu hari dapat menjamahnya &lt;br /&gt;faktakan pena yang kian bertahta meraja jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, &lt;br /&gt;kiniku hanya dapat menahan qalbuku pada jejaring penamu&lt;br /&gt;kuatkan pula jejaring iriku pada sebuah impian ditunggu&lt;br /&gt;akan ku susul peradabanmu dengan langkah tetapah&lt;br /&gt;meniti kata merangkai jiwa yang gundah dengan oase hikmah&lt;br /&gt;dalam tarian tinta&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=436110388857&amp;amp;h=c7e7608afaf9c14b71c587398cb2d403&amp;amp;url=http%3A%2F%2Felahmady1809.blogspot.com%2F" target="_blank" title="http://elahmady1809.blogspot.com/"&gt;Muhammad Nur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengembara Jati Diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;17/04/10&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=323378&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=436110388857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=436110388857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs409.snc3/24733_119740548039296_100000100532568_323378_4806473_n.jpg" style="width: 460px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-5272277363388091674?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/5272277363388091674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/jejaring-pena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/5272277363388091674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/5272277363388091674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/jejaring-pena.html' title='~Jejaring Pena~'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-1790593231993619386</id><published>2010-04-17T02:26:00.001-07:00</published><updated>2010-04-17T02:26:48.524-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sajak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>~catatan jiwa~</title><content type='html'>&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt;&lt;i&gt;Ketika ku tak mampu tuk berujar&lt;br /&gt;diamku selalu bertanya kepada alam&lt;br /&gt;untuk mengungkap misteri yang masih meresah&lt;br /&gt;landaku kalut menyapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ku terdiam oleh kata-kata&lt;br /&gt;sembari tak mampu ungkapkan rasa&lt;br /&gt;namun ku coba tuk pasrah&lt;br /&gt;dalam tarian tinta&lt;br /&gt;obati hati dengan rintihan jiwa&lt;br /&gt;suci, putihmu lepaskan hasratku yang terpendam&lt;br /&gt;jauh di lubuk hati yang terdalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaulah yang mampu menemaniku&lt;br /&gt;jalani terjalnya dunia &lt;br /&gt;dengan titian syahdu&lt;br /&gt;merangkai jiwaku yang terurai&lt;br /&gt;dalam catatan jiwa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Nur&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengembara Jati Diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;15/04/.10&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=321914&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=435360773857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=435360773857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs434.snc3/25003_119293271417357_100000100532568_321914_6145370_n.jpg" style="width: 460px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-1790593231993619386?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/1790593231993619386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/catatan-jiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1790593231993619386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1790593231993619386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/catatan-jiwa.html' title='~catatan jiwa~'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-1405738132853155238</id><published>2010-04-17T02:25:00.001-07:00</published><updated>2010-04-17T02:25:57.630-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sajak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Ajarkan Aku Ikhlas</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=320036&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=435023203857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=435023203857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs414.snc3/25003_118875381459146_100000100532568_320036_3351554_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sudah lama ku mengenal kata ini&lt;br /&gt;namun kerap kuasingkan diri&lt;br /&gt;lewati penuh dengan titian duri&lt;br /&gt;kuhardik penuh benci&lt;br /&gt;namun, tanpa makna berarti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau selalu berikan aku misteri&lt;br /&gt;mengungkap rasa dan asingnya kata&lt;br /&gt;mengintip di bilik hatiku yang kian sempit&lt;br /&gt;dari sebuah arti yang tak tahu kapan menghampiri&lt;br /&gt;sapaku ceria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sering katakan itu&lt;br /&gt;kepadaku seraya mengadu&lt;br /&gt;namun aku juga tak tahu&lt;br /&gt;apa maksud di balik kata itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang katakan aku menjadi seperti ini&lt;br /&gt;haruslah siapkan diri membawa panji&lt;br /&gt;tebarkan salam kepada pejuang syari'at &lt;br /&gt;mereka muda gigih berani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lagi ku bingun akan sebuah arti&lt;br /&gt;arti kata yang terus bersembunyi di hatiku yang perih&lt;br /&gt;Ia senantiasa berujar, namun tak sanggupku bawa&lt;br /&gt;Ia nasehatiku berkelakar, namun tak kelak kusapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus gigih penuh jerih&lt;br /&gt;ungkapkan jati diri melawan nafsu yang merajai&lt;br /&gt;kepadamu wahai Ilahi&lt;br /&gt;penebar Ikhlas jauhkan diri&lt;br /&gt;dari onak berduri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus berdiri melawan pilu&lt;br /&gt;Ikhlaskan hati penuh rindu&lt;br /&gt;mengharapkan ridho ditunggu&lt;br /&gt;hampiriku penuh syahdu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajarkan aku Iklas&lt;br /&gt;Oh Tuhanku, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajarkan aku Ikhlas &lt;br /&gt;Oh Rabbku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tuk tebarkan salam kasih-Mu&lt;br /&gt;agar mereka tahu indahnya jamahan-Mu&lt;br /&gt;yang mulai menghiasi hariku dilaman rindu&lt;br /&gt;kepada-Mu merajut Qalbu ditepian ragu&lt;br /&gt;kokohkan hatiku..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=320035&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=435023203857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=435023203857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs414.snc3/25003_118874924792525_100000100532568_320035_1302932_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Muhammad Nur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pengembara Jati Diri&lt;br /&gt;14/04/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-1405738132853155238?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/1405738132853155238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/ajarkan-aku-ikhlas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1405738132853155238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/1405738132853155238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/ajarkan-aku-ikhlas.html' title='Ajarkan Aku Ikhlas'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-8803821076715619869</id><published>2010-04-17T02:24:00.000-07:00</published><updated>2010-04-17T02:24:48.514-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sajak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Hanya Aku dan Tuhanku yang tahu</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=320014&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=435016698857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=435016698857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs434.snc3/25003_118867454793272_100000100532568_320014_6125281_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Tatkala ku terundung resah&lt;br /&gt;orang-orang menari indah&lt;br /&gt;kisahkan sejuta canda dan tawa&lt;br /&gt;bersama titian mimpi melaman cita&lt;br /&gt;akankah kau dapat merasakan itu?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=320015&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=435016698857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=435016698857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs414.snc3/25003_118867488126602_100000100532568_320015_5104385_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Tatkala ku mencari jalan&lt;br /&gt;telusuri penatnya cobaan&lt;br /&gt;cuba ku kelamkan sejenak&lt;br /&gt;dalam tarian alam cintaku pada-Nya&lt;br /&gt;tahukah kau tentang diriku dalam diam?&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tatkala ku mencoba berlari&lt;br /&gt;dari serpihan kaca elakkan diri&lt;br /&gt;menghadangku tanpa henti&lt;br /&gt;bilamana ku harus meratapi tanpa arti&lt;br /&gt;akankah kau dapat menemani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku dengar angin yang menyapa dan berbisik&lt;br /&gt;kau umbar petala senyummu yang hambar&lt;br /&gt;umbar kata&lt;br /&gt;umbar rasa&lt;br /&gt;umbar kisah&lt;br /&gt;tentang diriku disini&lt;br /&gt;tanpa kau sedari ku kehilangan arti&lt;br /&gt;yang hendak ku raih untuk saat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kau coba hentikanku dalam mimpi&lt;br /&gt;indahnya awan yang sedang menghiasi hitam hatiku&lt;br /&gt;kau hanya berhias kata&lt;br /&gt;tebarkan sejuta pesona dan raga&lt;br /&gt;kisahkanku dengan penuh gelora &lt;br /&gt;namun bukan sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, hanyalah aku dan Tuhanku&lt;br /&gt;yang tahu benar akan diri dan isi hatiku&lt;br /&gt;kau tak mampu berujar &lt;br /&gt;namun tetap saja berkelakar&lt;br /&gt;umbar celah yang menganga&lt;br /&gt;ditepian hatiku yang semakin tersiksa&lt;br /&gt;dengan kata-kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya aku dan Tuhanku yang tahu &lt;br /&gt;isi hatiku &lt;br /&gt;isi kalutku&lt;br /&gt;isi ronaku&lt;br /&gt;namun, mengapa kau tebar sembilu&lt;br /&gt;bersama mereka mengumbar keluh&lt;br /&gt;tanpa kau sedari aku&lt;br /&gt;menitip salam kasihku padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya aku dan Tuhanku yang tahu&lt;br /&gt;nuraniku yang tipis&lt;br /&gt;tipis iman &lt;br /&gt;tipis rasa&lt;br /&gt;ungkapkan gelora.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Ku dedikasikan teruntuk hati yang terlanjur resah dengan kata-kata. Namun mencoba untuk bangkit dengan segenap asa dan rasa. Marilah untuk mengerti walaupun hanya mampu bertepi dipucuk hati ini]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Muhammad Nur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pengembara Jati Diri&lt;br /&gt;14/04/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-8803821076715619869?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/8803821076715619869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/hanya-aku-dan-tuhanku-yang-tahu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/8803821076715619869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/8803821076715619869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/hanya-aku-dan-tuhanku-yang-tahu.html' title='Hanya Aku dan Tuhanku yang tahu'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-7401667338764250344</id><published>2010-04-17T02:22:00.000-07:00</published><updated>2010-04-17T02:22:17.908-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ESAI'/><title type='text'>HELVY TIANA ROSA DAN PERADABAN DUNIA</title><content type='html'>&lt;b&gt;HELVY TIANA ROSA DAN PERADABAN DUNIA&lt;br /&gt;By: MUHAMMAD NUR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=316335&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=433484768857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=433484768857&amp;amp;id=100000100532568"&gt;&lt;img class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs414.snc3/25003_118054428207908_100000100532568_316335_7820605_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helvi Tiana Rosa (HTR) adalah wanita dengan sejuta inspirasi dalam dunia kepenulisan yang sudah sangat populer di ranah kepenulisan Indonesia. Betapa kontribusi yang telah ia berikan dalam mencetak generasi penulis di seantero tanah air tidak lagi di ragukan. Itu terbukti dengan banyaknya penghargaan yang di nobatkan kepadanya, baik di kancah nasional maupun international. Dan terakhir, menurut survey Metro TV 2009, ia merupakan salah satu dari 10 Perempuan Penulis paling terkenal dan merupakan satu dari 15 Tokoh Muslim Indonesia yang terpilih sebagai 500 Muslim Paling Berpengaruh di dunia (Hasil penelitian&lt;i&gt;The Royal Islamic Strategic Studies Centre, Jordan&lt;/i&gt;, bekerjasama dengan &lt;i&gt;Georgetown University,2009&lt;/i&gt;). Maha Karyanya di dunia kepenulisan tidak hanya diminati di negeri sendiri, namun juga sudah mengembangkan sayap hingga di terjemahkan ke dalam berbagai macam bahasa di antaranya, Inggris, Arab, Jepang, Swedia, Jerman dan Prancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Helvy, begitu ia sering di sapa. Wanita kelahiran Medan, 2 April 1970 ini merupakan pendiri dan Ketua Umum Forum Lingkar Pena/FLP (1997/2005). Berangkat dari forum kepenulisan inilah pamornya di kancah sastra semakin bertambah dan merambah ke berbagai pelosok bumi pertiwi juga di berbagai mancanegara. Maka tak salah karena kegiatannya ini, Koran Tempo menyebutnya sebagai Lokomotif Penulis Muda Indonesia (2003). Bersama teman-temannya di FLP, ia mendirikan dan mengola Rumah baCA dan HAsilkan karYa (Rumah Cahaya) yang tersebar di berbagai kota di indonesia. Ia juga merupakan mantan Redaktur dan Pemimpin Redaksi Majalah Annida (1991-2001) serta mendirikan Teater Bening, sebuah teater kampus di FSUI yang seluruh anggotanya adalah perempuan dan masih banyak lagi prestasi yang diraihnya dalam memberikan sumbangan terbaik untuk tanah air yang patut di teladani oleh para generasi muda saat ini. Istri Tomi Satryatomo serta Ibu Abdurrahman Faiz dan Nadya Paramitha ini termasuk anggota Mejelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) dan kini di percayai sebagai Wakil Ketua Persatuan Sastrawan Muslim Sedunia (The International Legue of Islamic Literature) yang di ketuai oleh Kang Abik (Habiburrahman El-Shirazy) untuk Wilayah Indonesia yang di resmikan ketika mengikuti Seminar B. Arab International yang di adakan di Univesitas Sumatera Utara (12-14, Oktober 2009). Dengan berbagai macam kegiatan sosial, yang terbangun berdasarkan keterpanggilan hati ini, akhirnya ia sering mengikuti berbagai pelatihan kepenulisan juga motivasi dalam menulis yang bertujuan agar mengkaderisasikan para generasi yang mampu mengubah peradaban bangsa dengan berdakwah dengan tulisan (Dakwah bil Qolam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menceritakan kembali berbagi kesuksesan dan pribadi sesosok HTR tentu tidak ada habisnya. Sebab suatu kesuksesan yang telah di raih untuk saat ini, bukanlah kecukupan yang menjadi kesenjangan yang lantas melenakan diri bagi diri Mbak Helvy untuk tidak berkarya. Dan ini terus memacu diri saya agar terus mengikuti perkembangan perjalanan maha karyanya di seantero nusantara. Walapun tidak sepenuhnya mengikuti, namun kiranya dapat menguak sisi ketakjuban dan kekaguman saya secara spesifik agar dapat tertular dengan virus menulisnya tersebut. Semoga dapat mengubah paradigama saya dalam memahami dunia kepenulisan agar tidak terjerumus dalam materi semata dan mampu berdakwah lewat tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HTR, Sang Penebar Virus Menulis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti perjalanan kepenulisan HTR yang kini telah membumi di jagat tanah air, ingin rasanya saya merefleksikan apa yang saya rasakan setiap kali membaca dan menikmati lantunan kata yang teramu indah di setiap goresannya. Kisah-kisah yang tersuguhkan mampu memberikan embun kesejukkan dalam memaknai indahnya hidup. Semua kisahnya seakan nyata adanya, walaupun tetap saja merupakan fiksi belaka. Pembaca seakan di ajak untuk menelusuri alam ciptaan-Nya dan menyelami dalamnya hikmah di tengah getirnya hidup. Begitulah HTR dengan maha karyanya. Tak jarang tema yang di ambil kerap berdasarkan realita yang ada di masyarakat. Sehingga mampu menghipnotis siapa saja yang singgah untuk menilik buah karyanya yang apik dan menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini saya hanya mampu mengikuti perkembangan lewat buah karyanya saja, baik elektronik maupun media buku yang telah memotivasi saya agar senantiasa menulis dan terus menulis. Karya-karya fenomenal HTR membangkitkan spirit yang kerap membantu saya menelurkan buah tangan berupa karya tulisan yang mungkin belumlah seberapa di bandingkan dirinya. Namun cukup membuat saya terpacu untuk terus berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal mula perkenalan saya dengan sesosok HTR adalah lewat kumpulan cerpennya yang berjudul "Lelaki Semesta" (LPPH, 2005)dkk. Secara tidak langsung saya di suguhkan kepada kumpulan kisah para pejuang-pejuang tangguh dalam menegakkan din Islam yang penuh dengan problematika hidup. Setiap kata yang di balut dengan nilai instrinsik dakwah mampu mengaktualisasikan fakta yang ketika itu lagi menggenjala di tanah air Indonesia. Ya, betapa ia mampu untuk memberikan opini kepada pemerintah ketika menanggapi isu adanya kegiatan terorisme yang lagi berkembang dan lantas menyudutkan berbagai ormas keislaman. Betapa ia mampu mengemasnya dalam cerpennya yang berjudul "Lelaki Semesta", Sesosok Lelaki yang kasihnya mampu menarik hati masyarakat kampung sehingga begitu mencintainya. Namun, karena salah persepsi adanya wacana terosisme yang lagi berkembang, lantas terimbas fitnah dan mengalami berbagai macam cobaan yang datang. Sungguh kisah ini telah menghipnotis saya untuk menelusuri kisah-kisah lainnya yang lantas mengenalkan saya kepada forum kepenulisan yang ia garap, Forum Lingkar Pena (FLP) yang kini telah tersebar di berbagai daerah baik di tanah air maupun manca negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Alhamdulillah, ketika saya mengikuti perjalanan demi perjalanan grub kepenulisannya yang kian berkembang. Banyak saya dapati hikmah dan spirit yang begitu besarnya dari para anggota untuk menelurkan serta mencetak kader-kader penulis muda yang berkarya dan berbakat agar kiranya dapat menyalurkan potensinya dalam bentuk tulisan. Berbagai macam prestasi yang di raih oleh HTR serta anggota-anggota kepenulisannya membuat saya kagum. Berangkat dari kekaguman inilah akhirnya saya memutuskan agar konsisten mengembangkan kegiatan menulis saya yang dulu hanya sekedar hobi semata, namun kini kembali tersirami embun motivasi untuk menjadi "&lt;b&gt;The Famous Writer of The World"&lt;/b&gt;. Ya, cita-cita ini kerap berbisik di relung suara hati yang begitu besarnya dan terus menggebu diri meraih impian saya itu menjadi kenyataan. Rasa ingin memberikan manfaat luas kepada orang banyak lewat tulisan, serta dapat di ambil pelajaran dari setiap kisahnya itulah yang sering memacu saya mengikuti perkembangan kepenulisan di mana dan kapan saja. Baik melalui media elektronik maupun buku. Menjadi seorang penulis yang karyanya di ingat dan di kenang oleh banyak orang walaupun raga tak lagi di kandung badan, seperti halnya para ulama dan pejuang bangsa yang rela menebarkan spirit ideology. Itulah yang kerap mendasari diri untuk belajar dari apa saja yang menjadi bahan otak dan jiwa dalam bersosialisasi. Mengungkap segala realita lewat pena peradaban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=111496&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=433484768857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=433484768857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs218.snc1/8522_103906516289366_100000100532568_111496_5072176_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kekaguman akan prestasi HTR yang terus memotivasi, menebarkan bibit-bibit virus menulis yang lantas bercabang dan mengokohkan keinginan saya agar dapat bertemu dengannya suatu hari nanti. Dan alhamdulilah, impian saya itu akhirnya terkabulkan. Saya di pertemukan dengan beliau saat mengikuti Seminar Bahasa Arab International (&lt;i&gt;Arabic Language On Perpective Of Social And Culture ,12-14 Oktober 2009&lt;/i&gt;) yang di adakan di Unversitas Sumatera Utara. Walaupun hanya sekedar berpose bersama, namun cukup membuat hati gembira karena telah bertemu dengan HTR juga Kang Abik yang menghadiri acara tersebut. Duel penulis yang konon menginspirasi banyak umat. Maka tidak salah kiranya kalau saja saya berkeinginan seperti mereka dalam rangka mengispirasi umat lewat pena dakwah. Tidak pun dengan perkataan, namun dapat tertorehkan dalam bentuk tulisan. Karena tidak semuanya orang mampu untuk mengungkapkan emosi dan dakwah lewat ucapan dan kata, namun mampu menuliskannya secara detail dan spesifik dengan pena. Semoga impian saya ini dapat terkabulkan suatu hari nanti.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HTR, Membangun Peradaban Dengan Tulisan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia banyak memiliki potensi SDM yang jikalau di kembangkan mampu bersaing dengan negera-negara maju lainnya. Itu terbukti dengan berbagai prestasi para pelajar yang sebagian adanya mampu mengalahkan Negara-negara lainnya, baik itu dalam ajang Olimpiade Nasional maupun International. Namun kerap kali dengan segudang prestasi ini, tidak di jadikan momen untuk berbenah dari segala keterpurukan yang melanda. Justru potensi ini sering di abaikan dengan berbagai alasan yang di jadikan kambing hitam dari segala permasalahan. Bahkan lebih dari itu, para pelajar yang kerap mendapat segudang prestasi enggan kembali ke negeri sendiri akibat kurangnya perhatian negeri sendiri mengenai hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah kita dengan sebuah buku berbahasa Jerman dengan judul Der Judenstaat karya Theodore Hertzl. Konon buku inilah yang menjadi inspirasi jutaan orang Yahudi di dunia untuk menegakkan sebuah negara rasis; Yahudi Raya, atau kita kenal sekarang ini dengan Israel. Atau dengan buku Das Kapitalnya Karl Marx yang telah mengubah paradigma dalam memandang agama dengan materialistik. Dan masih banyak lagi para penulis yang spektakuler; positif ataupun negatif. Goresan pena mereka, atau ketikan mereka mampu membangkitkan emosi masyarakat dan melahirkan sebuah pergolakan sosial dan politik. Begitu besarnya kesaktian para penulis, sehingga mampu menggelorakan jiwa manusia sehingga mampu menciptakan suatu hal yang luar biasa bahkan di luar jangkauan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan HTR dkk yang telah mengkaderisasikan para penulis, khususnya di Indonesia lewat Forum Lingkar Penanya (FLP). Berawal dari forum inilah akhirnya banyak bermunculan penulis-penulis muda berprestasi indonesia yang kian menjamur dan mendominasi ragam budaya dan kesastraan, yang mampu memberikan kontribusi banyak kepada Indonesia sebagai Negara yang memiliki potensi SDM yang patut di perhitungkan. Seperti Habiburrahman El-Shirazy dengan AAC dan KCB-nya yang telah merambah kancah Nasional bahkan Internasional, Asma Nadia dengan "Emak Ingin Naik Hajinya", Gol A Gong dengan Balada Si Roy, Afifah Afra dengan "De Wints"nya, dan masih banyak lagi para penulis muda yang mumpuni yang telah terlahir dari forum kepenulisan rintisan HTR yang telah mendunia bahkan telah mendapat berbagai macam penghargaan baik nasional dan internasional ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan membangun peradaban dengan tulisan kiranya dapat terwujudkan dari buah tangan HTR yang mendunia. Baik itu melalaui Forum kepenulisan yang telah dirintis, juga berbagai kegiatan yang ia tekuni. HTR di harapkan mampu memberikan peluang-peluang baru dengan karya-karya unggulannya yang tersebar di mana-mana. Buku-buku dengan sampul yang dibubuhi nama Helvy Tiana Rosa telah didistribusikan secara luas. Buku-buku itu laris manis di pasaran dan mendulang banyak manfaat. Semua orang bisa mendapatkan, membaca dan mencerna isinya. Otomatis jalan untuk membangun peradaban dunia dengan tulisan telah di depan mata. Kiranya Karya-karya yang telah ia tuliskan dapat memberikan kontribusi untuk masyarakat luas terlebih bagi negara sendiri yang kini lagi gencar-gencarnya di hadang problematika politik dan kekuasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya HTR yang lebih mendominasi dan sering bertemakan realita hangat. Kiranya mampu memberikan pandangan dan paradigma baru bagi masyarakat luas, yang kini terjangkiti oleh media yang serba mengumbar hedonisme dan paradigma kekuasaan berpolitik. Sehingga tidak hanya masyarakat tengah dan bawah yang sering merasakan imbas dari perbuatan para pekerja politik itu, namun juga mereka para penguasa yang seharusnya lebih merasakan itu. Agar mereka tidak hanya pandai beretorika namun juga harus pandai mempertanggung jawabkan apa yang menjadi janji dan harapan orang banyak. Harapan mengkisahkan perjuangan yang berazaskan nasionalisme hendaklah lebih di galakkan untuk saat ini yang lagi di landa krisis kepemimpinan. Agar banyak dari kita menyadari pentingnya jiwa &lt;i&gt;self belonging&lt;/i&gt;, sikap saling memiliki dan menghargai serta menyantuni kalangan bawah dapat segera terwujudkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastinya hal ini akan terwujud tatkala karya-karya HTR dapat di nikmati oleh masyrakat luas. Dan tidak untuk kalangan menengah dan atas saja. Mungkin saja banyak orang yang ingin sekali menikmati maha karya HTR tersebut, khususnya kalangan bawah. Namun di karenakan minimnya ekonomi dan meningkatnya harga penjualan buku-buku untuk sekarang ini, kerap mengkerdilkan niatan para rakyat jelata untuk sekedar mampir terlebih lagi membeli buku-buku tersebut. Nah melalui media ini, besar harapan agar kiranya sering di adakannya program buku gratis untuk mereka yang kehidupannya masih di bawah standar kesejahteraan agar menikmati karya-karya HTR yang mampu menghipnotis para pembacanya dengan motivasi dan kisah inspiratif lainnya. Dan tidak mustahil mereka yang merasakan nikmatnya karya-karya HTR tersebut dapat meraih predikat penulis terkenal suatu hari nanti. Sehingga dapat di kenang dan abadi di dalam hati mereka dalam merajut impian yang kini tertunda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari bacaan dan tulisan inilah akhirnya saya berharap, HTR dapat membangun peradaban dunia, khususnya Indonesia. Memasuki Era Globalisasi dengan memunculkan minat baca dan tulis kepada para pembaca dan penggemar maha karyanya yang mendunia. Yang tidak menutup kemungkinan bangsa ini akan menjadi bangsa yang maju dan dapat menutupi kekurangan yang kini lagi menggenjala. Karya-karya HTR yang berbobot pasti mampu untuk mengubah peradaban dunia, khususnya dengan membangkitkan nilai-nilai sosialisme dan budaya Indonesia. InsyaAllah pasti berjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon saran serta doanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7531121496864109403-7401667338764250344?l=elahmady1809.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://elahmady1809.blogspot.com/feeds/7401667338764250344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/helvy-tiana-rosa-dan-peradaban-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7401667338764250344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7531121496864109403/posts/default/7401667338764250344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elahmady1809.blogspot.com/2010/04/helvy-tiana-rosa-dan-peradaban-dunia.html' title='HELVY TIANA ROSA DAN PERADABAN DUNIA'/><author><name>EL-Ahmady1809</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12910953319314468655</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-v6Py6R9BzXQ/TfxFd2EZXUI/AAAAAAAAAbQ/LhonGqs_L4Q/s220/%25D8%25B4%25D9%2586%25D8%25B9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7531121496864109403.post-5530590735896603273</id><published>2010-04-13T19:57:00.001-07:00</published><updated>2010-04-13T19:57:09.622-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah-Q'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Saya ingin mengubah peradaban dunia dengan tulisan, mampukah?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=319008&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=434650293857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=434650293857&amp;amp;id=100000100532568" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs414.snc3/25003_118631224816895_100000100532568_319008_3495090_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_center"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dua hari yang lalu, rampung sudah saya menuliskan sebuah essai tentang Helvy Tiana Rosa yang berjudul &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=434650293857&amp;amp;h=9a29a33e6ba6737b2a0f85e972537fe2&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fprofile.php%3Fv%3Dapp_2347471856%26ref%3Dprofile%26id%3D100000100532568%23%21%2Fnote.php%3Fnote_id%3D433484768857" target="_blank" title="http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347471856&amp;amp;ref=profile&amp;amp;id=100000100532568#!/note.php?note_id=433484768857"&gt;"Helvy Tiana Rosa dan Peradaban Dunia"&lt;/a&gt;. Sosok penulis yang saya kagumi akan kekonsistenan dan dedikasinya kepada umat, khususnya dalam berdakwah dengan pena. Saya ingin mengekplorasikan kekaguman saya ini dengan menuliskan apa yang saya ketahui selama ini dari sesosok HTR yang konon telah menginspirasi banyak orang lewat kisah-kisahnya yang berbalut nilai intrinsik dakwah yang menggugah. Namun, bukan maksud ingin terlalu memuja yang berlebihan. Tapi, itulah saya dengan segala kekurangan dan batasan yang untuk sekarang ini hanya mampu berdecak kagum dengan karya-karya penulis yang telah berhasil mengubah paradigma banyak orang. Begitu besarnya rasa iri saya kepada mereka, sampai bilamana saya sesekali menyisipkan karya-karya dan ucapan mereka di tulisan saya. Namun, tetap jua dengan bahasa dan pemahaman saya sendiri tanpa maksud adanya unsur plagiatisasi. Berharap dengan itu saya dapat tertular rasa dan pemahaman mereka serta semangat menulis mereka dalam menghasilkan karya.&lt;br /&gt;.&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=319009&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=434650293857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=434650293857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs434.snc3/25003_118632098150141_100000100532568_319009_8048575_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin sering kali saya mengawali tema-tema tulisan yang saya postingkan di fb dengan kekaguman akan maha karya para penulis. Sempat ada salah seorang teman yang pernah bertanya, Mengapa saya senang mempromosikan diri orang lain ketika menulis? Mengapa tidak diri saya saja? Dan itu telah saya jawab di catatan saya yang berjudul &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=434650293857&amp;amp;h=216b3ea8f1da8609ef23f65c11a57989&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fprofile.php%3Fv%3Dapp_2347471856%26ref%3Dprofile%26id%3D100000100532568%23%21%2Fnote.php%3Fnote_id%3D405452003857" target="_blank" title="http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347471856&amp;amp;ref=profile&amp;amp;id=100000100532568#!/note.php?note_id=405452003857"&gt;"Mempromosikan orang lain lewat tulisan, Apa gunanya sih?"&lt;/a&gt;. Banyak alasan yang mengepul di benak dan pikiran saya selama ini, tatkala menuliskan kisah-kisah di balik karier dan karya yang mereka(red:penulis) tuliskan. Ada pepatah mengatakan&lt;i&gt; "Bersahabatlah dengan penjual Minyak Wangi, pastikan kau akan terimbas wanginya."&lt;/i&gt; Dengan alasan ingin terimbas ilmu dan semangatnya, itulah yang kerap saya lakukan untuk selaku memotivasi diri saya menjalani kegiatan menulis. Walaupun kerap saya canggung untuk menuliskan sekelumit kisah para penulis yang saya kagumi, di karenakan takut adanya kekeliruan yang mungkin terselip di baris dan kata yang saya tuliskan. Namun, ketakukan itu saya ajak kompromi dengan suara hati yang turut membalut angan besar saya dengan &lt;i&gt;"menyelami ruang privat" &lt;/i&gt;yang telah di ajarkan oleh pak Hernowo dalam bukunya&lt;i&gt; "Mengikat Makna Update"&lt;/i&gt;. Bukunya itu telah membawa saya menyelami kebermaknaan menulis yang memberdaya dan mengasyikkan. Sama halnya dengan HTR sebagai monumen kekaguman saya dengan karya fiksinya yang memberdaya, Saya menjadikan karya Pak Hernowo dengan bukunya Mengikat Makna Update ini sebagai promotor Saya yang memacu andrenalin agar mampu melampaui batas kemampuan yang sempat terkucilkan dengan tabunya ketrampilan dan kesempatan. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=319010&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=434650293857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=434650293857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs414.snc3/25003_118632218150129_100000100532568_319010_395556_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya saya menemukan alasan Pak Hernowo secara riil dengan permintaan saya kepadanya untuk mengoreksi tulisan saya ketika itu yang berjudul&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=434650293857&amp;amp;h=83d18f1e79a8c5322f8885240eb124c7&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fnote.php%3Fnote_id%3D393535018857" target="_blank" title="http://www.facebook.com/note.php?note_id=393535018857"&gt;' TRAVELLING WITH READING AND WRITING"&lt;/a&gt;. Namun, sembari menolak permintaan saya itu, iapun menasehati dengan perkataannya yang hingga kini saya terapkan dalam diri setiap kali saya menulis, ia berujar &lt;i&gt;" Saya lebih memposisikan diri saya untuk membangkitkan semangat untuk terus mmebaca dan menulis. karena hanya lewat itulah, kemampuan menulis dan hasil tulisan kiita akan meningkat. Saya paham sekali pentingnya penilaian. Tapi pendekatan saya tidak ke penilaian. Saya lebih ingin seorang menulis untuk meraih KEBERMAKNAAN--"&lt;/i&gt;. Nasehatnya ini telah menghipnotis saya untuk lebih memahami KEBERMAKNAAN dalam menulis. Kebermaknaan yang lantas mengingatkan saya akan nilai yang lebih dekat kepada hadist nabi yang mengatakan &lt;i&gt;" Sebaik-baik manusia ialah yang memberikan manfaat bagi saudaranya"&lt;/i&gt;. Dan sedikit saya refleksikan memahami kebermaknaan dengan&lt;i&gt;&lt;b&gt; "Menghasilkan karya tulisan yang bernilai dakwah"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Kiranya ini mendekatkan saya kepada nilai kebermaknaan yang di maksudkan pak Hernowo itu. Ini jugalah yang saya dapati dari sosok HTR, juga penulis lainnya yang selalu menyisipkan nilai intrinsik baik itu dakwah, nasehat, ataupun petuah yang mampu memberikan kontribusi banyak kepada publik khususnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya saya di ajak untuk berpusat kepada nilai yang terkandung dalam kebermaknaannya pak Hernowo dalam bukunya &lt;i&gt;"Mengikat Makna Update ini"&lt;/i&gt;. Saya di pertemukan dengan penjelasan "Makna" yang telah berevolusi dalam pengartian pak hernowo selama ini. Ia memberikan alasan dan tahap awal jumpanya dengan "Kebermaknaan" di dalam upaya pencariannya selama 40 tahun lamanya. Bermula dari 3 tahap yang cukup lama di jalani :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Ia mendapati istilah "mengikat makna" dari ucapan Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a yang mengatakan " Ikatlah ilmu dengan menuliskannya". Dengan mendapatkan ilmu adalah sebuah kebahagiaan(kebermaknaan) yang tiada tara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menaiki tahap ke dua, yakni mendefenisikan makna dari Syed Naquib Al-Attas. Namun itu juga di rasa masih kabur dan belum jelas. Syed Naquib mengatakan," Makna adalah pengenalan tempat-tempat segala sesuatu di dalam sistem. Pengenalan yang terjadi jika relasi sesuatu dengan yang lain dalam sistem tersebut menjadi terjelaskan dan terpahamkan. Relasi yang harus menguraikan suatu keteraturan tertentu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dan disinilah akhirnya Pak Hernowo, dapat memahami "Makna" secara mendalam, yakni setelah membaca buku Elaine B. Johnson, Contextual Teaching and Learning. yang mengaitkan kegiatan membaca dan menulis dan di padukan dalam teori yang ia beri nama "mengikat makna".&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga tahap ini ia merefleksikan "Kebermaknaan" yang ketika itu menjadi pertanyaan besar baginya. Namun untuk menjalankan kegiatan membaca dan menulis seperti yang ia maksudkan ada dua cara yang patut di tempuh, yang pertama: Dengan meraih makna lewat proses, yaitu ketika seseorang itu sedang menjalankan kegaitan membaca dan menulis. Kedua: Ketika seseorang itu telah selesai menjalankan kegiatan membaca dan menulis dan mendapatkan sebuah hasil.&lt;br /&gt;Itulah sekilas Kebermaknaan yang dapat saya tangkap dari hasil adventure yang di jalani olehPak Hernowo dalam meraih&lt;i&gt; "Nilai Makna".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=319012&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=434650293857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=434650293857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs414.snc3/25003_118632601483424_100000100532568_319012_910483_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Namun sekali lagi, saya ingin menggabungkan persepsinya itu dengan pemahaman yang juga berasal dari diri sendiri. Yakni ketika saya menggabungkan bacaan "Mengikat Makna" saya dengan membaca karya-karya HTR dan karya fiksinya yang kental dengan nilai dakwah. Seakan saya terbawa ke alam realita yang lantas meyuguhkan nilai yang lebih besar dalam meraih kebermaknaan hidup dan bukan sekedar karya saja. Yaitu ketika seseorang dapat memberikan manfaat kepada orang lain dengan karya-karyanya yang dapat di terima oleh hal layak pada umumnya. Dan itu dapat menjadi inspirasi yang lantas menumbuhkan persepsi baru dalam berbuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebermaknaan yang saya tangkap dari karya Duel penulis ini (HTR dan Hernowo) membawa saya kepada sebuah pertanyaan yang mengkerucut yang lantas menghardik saya untuk segera menemukan jawabannya. Pertanyaan itu adalah &lt;b&gt;"Mampukah saya meraih kebermaknaan yang mampu mengubah peradaban dunia dengan tulisan dan karya saya?"&lt;/b&gt;. Pertanyaan besar ini hingga kini masih menyelimuti alam bawah sadar saya. Antara percaya atau tidak, pastinya saya berharap akan menggapainya suatu hari nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Membangun Peradaban dengan Tuisan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=319011&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=434650293857&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=434650293857&amp;amp;id=100000100532568" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs414.snc3/25003_118632378150113_100000100532568_319011_2433460_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Kiranya pertanyaan ini juga menjadi pertanyaan bagi teman-teman yang sedang menggeluti dunia kepenulisan dan sebagainya. Pertanyaan yang kiranya mampu mendobrak bathin dan kesadaran bersosial dalam menjalankan titahNya di muka bumi ini sebagai Khalifah. Harapan saya teman-teman dapat memberikan pandangan kepada saya meraih dan menjawab pertanyaan saya tersebut. Agar suatu hari saya dapat menyimpulkan apa yang saya dapatkan selama pembelajaran saya memaknai "Kebermaknaan Hidup" yang memberdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, semoga apa yang saya tuliskan ini menjadi suara hati saya kepada teman-teman untuk mencapai cita-cita tinggi saya ini. Saya memimpikan suatu hari nanti kita, khususnya bangsa indonesia dapat bangkit dari segala keterpurukan negeri kita sekarang ini. Yang mulai mengalami krisis dedikasi dan jiwa Nasionalisme dalam berbuat. Seperti apa yang telah di lakukan para pejuang pena dakwah kita selama ini. yang mungkin t
